Suara Jarmas

Tambolaka-SJ……… Bertempat di hotel Sinar Tambolaka  kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur pada Senin (19/10/20) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian menyelenggarakan kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/ KUD. Kegiatan pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP ini berlangsung selama 4 hari  hingga hari  Kamis (22/10/20). Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan

Waibakul-SJ……… DPRD Kabupaten Sumba Tengah menggelar rapat paripurna dalam rangka penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Sumba Tengah Tahun Anggaran 2020 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah pada PT Bank NTT, Senin (19/10/2020). Rapat paripurna yang dilaksanakan di gedung kantor DPRD Kabupaten Sumba Tengah, dipimpin oleh Ketua DPRD Drs. Tagela Ibisola dihadiri oleh anggota DPRD, Bupati Sumba Tengah

Tambolaka-SJ………. Pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dilantik dan dikukuhkan oleh ketua DPD HPI provinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus M. Bataona, M.Fil, Senin (19/10/20).- Turut hadir dan menyaksikan pelantikan tersebut, Bupati  SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Kapolsek Loura  AKP I Ketut Mastina, S.Sos,  Sekretaris DPD HPI NTT  Rode Maukari, S.Pd, beberapa pimpinan OPD dan Asisten  Setda

Tambolaka-SJ……….. Guna membantu masyarakat nelayan yang kurang mampu, Pemda kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan bantuan 10 unit kapal motor dan perlatan penangkap ikan. Pada Jumat (16/10/20) secara simbolis Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete menyerahkan bantuan 10 unit kapal motor dan peralatan penangkap ikan bagi nelayan di Weekelo Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD,

Waibakul-SJ……… Target penurunan prevalensi stunting nasional dari 24,1% di tahun 2020 menjadi 21,1% pada tahun 2021 mendatang disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dengan mengimplementasikan konvergensi percepatan penurunan stunting lintas sektoral dan program melalui 8 aksi. Delapan aksi tersebut dilakukan dalam bentuk intervensi gizi spesifik dan intevensi gizi sensitif terintegrasi dengan sasaran kelompok masyarakat (1000 Hari Pertama Kelahiran) yang