KELUHAN BERUJUNG TUDUHAN

Suarajarmas.com – Yayasan Persekolahan Masehi (YAPMAS) melakukan klarisfikasi atas tuduhan terhadap kepala SDM Bondo Kodi  yang diduga  menyalahk gunakan wewenangnya terhadap guru kontrak.

(Kiri ke kanan) Yublina Gh. Ate, S.Pd, (tenaga kontrak) Martinus Ra Mone, S.Pd., Kepala Sekolah SDM Bondo Kodi,  Erni Kaha, S.Pd, (tenaga kontrak daerah) dan Welem Malo Lingu, S.Pd., (Kapala YAPMAS SBD).

Klarifikasi dilakukan melalui juma pers . di kantor YAPMAS, Weekaburu Desa Tawo Rara Kecamatan  Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Selasa (11/6/24) oleh Ketua YAPMAS,  Welem Malo Lingu, S.Pd., dan Kepala Sekolah SDM Bondo Kodi, Martinus Ra Mone, S.Pd.

Dijelaskan adanya informasi yang beredar di masyarakat adanya dugaan penyalahgunaan wewenang kepala SDM Bondo Kodi yang tidak memberikan gaji kepada salah satu guru tenaga Kontrak Daerah.

Pada kesempatan ini kepala SDM Bondo Kodi,  Martinus Ra Mone, S.Pd menyampaikan bahwa pemberian gaji kepada saudari Erni Kaha,S.Pd sudah sesuai mekanisme yang berlaku oleh karena  sekolah tidak memiliki wewenang untuk membiayai tenaga kontrak daerah,  karena itu merupakan wewenang Pemda SBD.

“Sesuai ARKAS,  pemberian  gaji  hanya berlaku Januari-Maret 2024, sedangkan lebih dari itu kita menunggu pentunjuk dari Dinas, karena menurut pengetahuan saya mereka wajib menunggu SK Kontrak Daerah” ungkapnya.

Guru kontrak daerah Erni Kaha,S.Pd., yang merupakan tenaga kontrak daerah yang menyebar luaskan informasi tersebut kepada media juga turut hadir dalam jumpa pers tersebut. Dirinya menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya tuduhan kepada kepala SDM Bondo Kodi. Awalnya masasalah ini hanya merupakan keluhan yang berujung pada tuduhan, karena tidak memahami aturan tenaga kontrak.

Hal senada juga di sampaikan oleh Yublina Ghanggo Ate, S.Pd, ia menyatakan  permohonan maaf kepada kepakla sekolah SDM Bondo Kodi dan Kepala YAPMAS SBD dengan beredarnya informasi tersebut yang sudah merugikan sekolah dan yayasan. Yubi menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui mengenai aduan dan tuduhan ini.

Baca Juga :   Pemda Sumba Tengah Teken MoU Dengan UNITRI Malang

“Memang benar saya tenaga kontrak daerah tetapi saya tidak mengadukan persolan ini ke media maupun publik” tutur Yubi.

Sementara itu, Kepala YAPMAS SBD,  Welem Malo Lingu, S.Pd., meyampaikan bahwa apa yang dituduhkan kepada kepala SDM Bondo Kodi tidak benar karena sudah  sesuai  ARKAS.  Atas kebijakan Kepala Sekolah sesuai hasil koordinasi dengan YAPMAS dan atas pertimbangan kemanusiaan maka dibuatkan  SK dalam SK Kepala Sekolah   bahwa  tenaga kontrak daerah hanya dibayarkan oleh sekolah dari bulan Januari sampai Maret 2024.

“Hal ini disesuaikan dengan keberadaan dana BOS di SDM Bondo Kodi. Karena masih ada tenaga honor murni sekolah  yang harus di pikirkan oleh kepala sekolah” kata Ketua YAPMAS.

Lebih lanjut Welem menambahkan,  jika ada hal yang kurang berkenan di sekolah laporkan ke lembaga terkait  yaitu Dinas Pendidikan SBD dan YAPMAS SBD,  sehingga dapat diambil jalan keluarnya.

Menyikapi hal tersebut, Welem menyampaikan kepada 2 tenaga kontrak daerah tersebut (Erni Kaha, S.Pd dan Yublina Ghanggo Ate, S.Pd) untuk beristrahat dulu di rumah sambil menunggu SK Kontrak Daerah. *** (Wairato/007-24).-