SETELAH 10 BULAN BERJALAN YHS GELAR EVALUASI PROGRAM BERSAMA STAKEHOLDERS

Suarajarmas.com – Setelah 10 bulan berjalan sejak Juni 2023 Yayasan Harapan Sumba (YHS) melakukan Refleksi, Sharing dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pengorganisasian dan Advokasi Penyandang Disabilitas untuk Pemenuhan Hak dan Kepentingannya bersama Misereor Jerman dan pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Susteran ADM, Jln. Bulgur, Kelurahan Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/4/2024) ini dibuka dengan resmi oleh perwakilan Misereor Jerman, Pupu Purwaningsih  yang dihadiri oleh para undangan yang berjumlah 40 orang dari Bappelitbangda SBD, DP3AP2KB SBD, Dinas Koperasi SBD, Dinas Sosial SBD, UNIKA Waitabula, SLB Negeri Loura, BLK Don Bosco, Desma Center,  GMNI, GKS Weerame, Rumah BUMN, CU Swastisari, Media, Pemerintah Desa dan perwakilan penerima manfaat.

Relationship Manager YHS, Yulianus Fransiskus Bili  mengatakan sejak Juni 2023 hingga Desember 2024, YHS bekerja sama dengan Miserior Jerman dalam Program Pengorganisasian dan Advokasi Penyandang Disabilitas untuk pemenuhan hak dan kepentingannya. Program ini bertujuan untuk berkontribusi mendorong kesetaraan, aksebilitas,  inklusi sosial dan secara khusus pemenuhan hak penyandang disabilitas di SBD.

Untuk itu pihaknya melakukan Refleksi, Sharing dan Evaluasi Pelaksanaan Program untuk mendapatkan masukan dan menjadi informasi penting dalam membangun rencana strategis yang kuat dan berkelanjutan dalam upaya mewujudkan inklusi sosial yang lebih luas.

Perwakilan Misereor Jerman, Pupu Purwaningsih saat membuka kegiatan

“Maka saling berbagi dan evaluasi pengalaman tersebut akan menjadi landasan yang kuat untuk mengidentifikasi tantangan, peluang, serta langkah-langkah konkret yang perlu diambil agar difabel dapat lebih berdaya dan terlibat secara positif dalam pembangunan komunitas mereka” ungkapnya.

YHS  yang sudah mendamping Komunitas difabel secara intensif sejak tahun 2019-2024 telah menemukan pengalaman, praktik baik dan dampak yang tidak terduga. Misalnya ada beberapa difabel yang mampu membangun komunitas belajar, ada yang mendapat penghasilan dari memanfaatkan media social, difabel sudah dilibatkan dalam Musrenbang Desa.

Baca Juga :   BLKK CAHAYA KASIH GELAR PELATIHAN PEMBUATAN KABINET DARI KAYU

“Difabel sudah mulai terlibat dalam Pemilu, bahkan difabel mulai menginisiasi terbentuknya organisasi difabel di SBD.  Cerita perubahan ini seharusnya akan berdampak lebih luas jika dibagi, direfleksikan dan dievaluasi bersama difabel dan masyarakat lainnya” tutur Yulianus lebih lanjut.

Yulianus menambhakan tujuan dari kegiatan ini adalah menggali sebanyak mungkin informasi dan mengevaluasi praktik baik serta pembelajaran dari masing-masing komunitas kemudian menemukan ide baru untuk rencana strategis pemenuhan hak difabel.

Melalui kegiatan ini diharapkan tersebar luasnya informasi, praktik baik dan pembelajaran Program Pengorganisasian dan Advokasi Penyandang Disabilitas untuk Pemenuhan Hak dan Kepentingannya; Adanya penilaian terhadap capaian program, penerapan nilai, pendekatan, efektivitas pemberdayaan, keberlanjutan, persoalan dan tantangan, pembelajaran dan dampak; dan adanya rekomendasi stakeholders untuk mendorong terbukanya peluang penyandang disabilitas untuk mengakses haknya.

Untuk diketahui dalam diskusi kegiatan tersebut peserta yang hadir dibagi menjadi 3 kelompok diskusi untuk memberikan penilaian aspek evaluasi dan memberikan rekomendasi untuk tindak lanjut ke depan. Kegiatan selain dipandu oleh panitia dari YHS, difabel sebagai penerima manfaat juga dilibatkan sebagai seksi acara dan terlibat langsung dalam diskusi sharing pengalaman, identifikasi tantangan dan pembelajaran Difabel. *** (Ocs/002-24).-