Peserta Berharap Pelatihan Manajemen Koperasi Berkelanjutan

by -391 views

Tambolaka-SJ …………………. Pelatihan Manajemen Koperasi dan UKM yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 2-5 Desember 2019 ditutup dengan resmi oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Mikael Lende Dake Kamis, (05/12/19) di aula Weekuri hotel Sinar Tambolaka.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini selain sudah dibekali dengan ilmu manajemen dan akuntansi juga mendapatkan seritifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UKM SBD. Secara simbolis kadis Koperasi dan UKM menyerahkan pada dua peserta mewakili peserta lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil SBD, Drs. Mikael Lende Dake saat menutup kegiatan pelatihan manajemen koperasi

Peserta pelatihan yang berjumlah 60 orang terdiri atas Koperasi dan UKM yang tersebar di 11 kecamatan. Narasumber dalam pelatihan ini diambil dari Dinas Koperasi Provinsi NTT, Umbu Ndaparoka, SH dan Nelciana Yulita Soruh, SE.M.Ak.

Dalam sambutannya Mikael berharap peserta dapat memahami hasil pelatihan ini dan diimplementasikan setelah kembali ke daerah masing-masing.

“Koperasi yang ada di SBD masih banyak yang belum paham dengan pengelolaan administrasi dan  keuangan koperasi, sehingga hanya sedikit sekali koperasi yang menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang merupakan syarat penting dalam sebuah koperasi” ungkapnya.

Diirnya berharap setelah mendapat ilmu dan pengetahuan lewat pelatihan ini peserta dapat mengimplementasikan nanti dan sudah bisa melakukan RAT di awal tahun 2020 nanti.  

Kadis Koperasi yang dihubungi media usai penutupan kegiatan pelatihan mengatakan diklat manajemen koperasi yang diikuti oleh 60 peserta berbagai kelompok koperasi, tentu ada makna yang mendalam kenapa pemerintah membentukkan program ini, kenapa pemerintah melaksanakan kegiatan ini.

“Dengan pengalaman ketiga kali menjalani kegiatan dari tahun ke tahun kami menemukan persoalan-persoalan yang ada di koperasi” tuturnya.

Mikael merasa bahwa pelatihan ini sangat di butuhkan bagi pengelola koperasi yang ada di SBD. Dirinya  berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikan di koperasi masing-masing mengenai pengelolaan koperasi khususnya  tata administrasi dan tata manajemennya.

“Kita berharap koperasi di SBD mampu bersaing, koperasi yang maju bukan koperasi koperan” katanya.

Lebih lanjut Mikael mengatakan Koperasi yang ada di SBD ada 175 yang aktif dan 28 yang tidak aktif. Persoalan mendasar adalah pemahaman pengetahuan para pengelola manajemen terhadap pembukuan. Yang tidak aktif tidak ada laporan RAT. Yang melaksanakan RAT hanya 32 koperasi.

Mikael berharap kepada peserta menjadi pengelola koperasi yang jujur, disiplin dan transparan sehingga koperasi yang mereka pimpin, yang mereka kelola menjadi maju. Aplikasi sesungguhnya sudah diterapkan pada 2 minggu yang lalu,  dilatih beberapa koperasi yang menggunakan IT untuk melakukan itu. Koperasi yang sudah menggunakan IT yaitu Koperasi Likku Aba, Marandi Ate, Lete Konda, dan 3 koperasi yang membuka di Sumba kegiatan yaitu koperasi Swastisari, Sanggosai, dan Pintu Air.

Salah satu peserta yang ditemui Silvester Dapa Bili ketua Koperasi Jasa Pemuda Sejahtera Makmur mengatakan  setelah mengikuti pelatihan ini membawa dampak yang positif dimana pihaknya mendapat ilmu yang baik dan kemudian juga dalam pembuatan laporan keuangan mendapatkan cara-cara pembuatannya yang benar.

Karena selama pelatihan masih banyak laporan pembukuaan yang belum selesai, harapannya  bisa diadakan pelatihan selanjutnya. Selain itu dirinya juga berharap agar Pemda dapat memberikan penambahan modal  usaha untuk kedepan nanti.

Hal senada juga disampaikan oleh Adriana R, Bela Bendahara Koperasi KSU Lestari Kererobbo mengatakan banyak ilmu yang didapat dalam mengelola koperasi.  

“Memang selama ini sebagai anggota koperasi kami sudah menerapkan apa yang sudah disampaikan tetapi ada beberapa hal ternyata kami keliru. Lewat penyampaian materi selama ini kita meluruskan kembali setelah kembali ketempat masig-masing. Kalau bisa pelatihan dilakukan secara kontinyu” katanya.

Adri juga berharap Pemda bisa memberikan motivasi kepada pengelola koperasi, suport dana supaya bisa lebih berkembang lagi. Karena masalah yang dihadap koperasi adalah kekurangan dana.  

Adri juga menegaskan setelah kembali nanti peserta harus giat mengaplikasi apa yang telah diperoleh dan memahami apa yang telah diberikan oleh narasumber.   

“Pelatihan tentang Pembukuan sangat bagus membantu kami dalam pengelolaan koperasi.  Koperasi membantu masyarakat dengan bunga yang kecil dibandingkan ada kelompok yang memberikan bunga diatas 5 % bahkan sampai 20% ini sangat memeras keringat masyarakat” katanya.

Ditempat terpisah Elisabet Kallu bendahara Koperasi Jasa Pemuda Sejahtera Makmur mengatakan sangat bersyukur bisa mengikuti pekatihan ini.  Sejak menjadi pengurus koperasi baru kali ini dirinya mengikuti pelatikan dan berharap kedepannya bisa diikut sertakan terus.

“Harapan kami diadakan pelatihan yang berkebelanjutan, banyak koperasi dan adanya pergantian pimpinan koperasi jadi pelatihan seperti ini sangat penting” ungkapnya.

Seperti halnya peserta yang lain Eisabeth berharap ada perhatian dari Pemda dalam bentuk dukungan dana dan pelatihan kemampuan SDM.

“Banyak peserta yang sudah mahir tapi masih diikut sertakan, kalau bisa rekrut orang yang belum bisa. Sehingga tidak sia-sia pelatihan ini, dapat bermanfaat dan mempunyai dampak setelah mendapatkan pelatihan” tutupnya.*****

Liputan: Emil Buga,-