PENERTIBAN PASAR WEE PANGALI SECARA PERSUASIF

by -435 views
Sekdis Perindag Agus Dappa dan Dandim 1629/SBD, Letkol Sigit

Tambolaka-SJ…………………. Dalam rangka menertibkan pedagang Pasar Wee Pangali Desa Pogo Tene Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Tim Terpadu yang terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan SBD, Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UKM , Pol PP, TNI/Polri dan Kecamatan Kota Tambolaka melakukan penertiban pedagang untuk masuk dalam  zona penjualan yang sudah ditentukan sehingga memperlancar proses perdagangan serta membuat nyaman bagi penjual maupun pembeli.

Pada Senin 30-12-19, tampak tim terpadu melakukan penertiban dengan mendatangi langsung para pedagang yang masih belum menempati meja/lapak penjualannya serta memberi himbauan agar menempatinya dan tidak berjualan dipinggir jalan raya maupun pingiir emperan toko/kios.

Kabid Perdagangan Dinas Perindag SBD,  Julius Tanggu, SE dalam arahannya kepada Tim Terpadu menjelaskan yang menjadi perhatian dalam penertiban pedagang ini adalah mengarahkan pedagang ke zona masing-masing, penjual yang berjualan di luar arena pasar diarahkan untuk masuk kedalam pasar menggunakan tempat yang sudah disediakan.

“Teristimewa yang ada di area parkiran kita arahkan untuk masuk kedalam pasar, sedangkan zona yang dimaksud disini adanya pembagian lokasi khusus pedagang ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan serta pedagang sembako, sehingga teratur rapih dan tidak ada tumpang tindih” ujar Julius sebelum tim terpadu  melakukan tugasnya.

Sekdis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)  SBD yang dihubungi media disela-sela kegiatan Agustinus Dappa, S.Sos mengatakan penertiban pedagang ini untuk menjamin kenyamanan penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi serta menjaga kerapihan dan ketertiban Pasar Wee Pangali.

“Kita akan melakukannya dengan pendekatan persuasif seperti kemarin-kemarin, ini kita lakukan sesuai dengan kesepakatan bersama pedagang pada tanggal 14 Desember yang lalu terkait pemindahan pasar Rada Mata di Pasar Wee Pangali ini” ungkapnya.

Agus menjelaskan sejak September 2019 yang lalu pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif dengan pedagang-pedagang. Sosiaisasi dilakukan secara berkelanjutan, face to face (tatap muka). Sedianya tanggal 19 Desember sudah dilakukan pemindahan tetapi atas dasar permintaan pedagang sendiri sehingga diundur pada tanggal 27 Desember baru dilaksanakan.

“Sampai dengan saat ini 30 Desember masih kami lakukan penertiban supaya pasar ini baik untuk menuju kepada pasar modern, karena Pasar Wee Pangali satu-satunya pasar yang berada di 2 kecamatan yaitu kecamatan Kota dan Loura” tuturnya.

Julius Tanggu saat memberikan arahan pada pedagang yang berjualan di emperan

Untuk tidak menimbulkan kecemburuan bagi para pedagang Disperindag sudah melakukan pengundian untuk menentukan meja/lapak bagi para pedagang yang sudah didata. Undian dilakukan dengan menggunakan dasar KK dan KTU.

“Semua meja yang ada sudah terundi dan siap dipakai oleh pedagang, setelah dilakukan penertiban dan ditemukan meja/lapak masih juga kosong akan kami ambil kembali” tutur Agus tegas.

Dirinya tidak menampik adanya isu calo yang menjual meja/lapak ke pedagang yang membuat pedagang lain tidak memperoleh tempat berjualan dan banyaknya meja-meja yang kosong yang belum ditempati oleh pemiliknya.

“Kami sudah mendengar adanya calo yang memperdagangkan meja-meja ini, tetapi masih kami selidiki belum kami temukan pelakunya. Jumlah meja setiap gedung ada 18 meja/lapak tiap gedung sedangkan jumlah pedagang yang sudah terdata ada 786 pedagang” katanya.

Dandim 1629/SBD Letkol Kav. Sigit Priyo Utomo yang juga turut hadir dalam penertiban ini  mengatakan pihaknya akan sepenuhnya membantu apa yang akan dilakukan oleh Pemda SBD khususnya Dinas Perindag SBD dalam melakukan penertiban Pasar Wee Pangali.

“Kita akan bantu dari segi keamanan ataupun ketertiban Pasar Wee Pangali, informasi adanya calo dalam penjualan lapak/meja bagi pedagang kami akan turunkan intel untuk melakukan penyelidikan” ungkapnya.

Lebih lanjut Letkol Sigit  memberi saran agar dibuatkan Pos Terpadu sehingga Kodim 1629/SBD akan terus bisa membantu sampai benar-benar situasi Pasar Wee Pangali aman dan tertib. Pos ini akan diisi oleh Dinas Perindag sendiri, Pol PP, Perhubungan, TNI dan Polri.

Letkol Sigit menghimbau agar pedagang mau mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh Dinas Perindag SBD, apalagi Dinas sudah menyiapkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh pedagang, sehingga Pasar Wee Pangali kedepan menjadi pasar modern yang aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat SBD.

Pasi Inteljen Kodim 1629/SBD Lettu A. Mukib saat memantau langsung pedagang Pasar Wee Pangali

Ditempat terpisah Kasi Peningkatan Kapasitas Satpol PP, Soleman  Dairo Dona, SH yang dihubungi terpisah oleh media mengatakan pihaknya juga menunggu aturan dan arahan Disperindag delam melakukan penertiban. Pol PP akan selalu siap untuk mendukung dan membantu. Selama ini Pol PP sudah melakukan pendekatan kekeluargaan (persuasive) kepada para pedagang.

“Kalau ditemukan masih ada pedagang yang berjualan diam-diam sore hari di Pasar Rada Mata, kami sebagai Pol PP memberi himbauan untuk segera pindah ke pasar yang baru. Memang kami sudah mendengar ada isu calo yang memperdagangkan meja/lapak penjual, tetapi hingga saat ini kami belum temukan. Kami akan lakukan pelacakan terus, seluruh Tim Terpadu saat ini sedang melakukan pelacakan untuk ditertibkan sehingga tidak merugikan pedagang” ujarnya.

Soleman  juga menghimbau agar para pedagang tidak menganggap Pol PP keras pada pedagang, tentunya hal tersebut dibuat berdasarkan perintah atasan dan demi ketertitan dan keamanan bersama.

Soleman D. Dona, SH saat dihubungi media

“Sekarang pendekatan persuasif  akan menjadi hal yang dilakukan oleh Pol PP, kami berharap Disperindag selalu melakukan sosialisasi dan menerangkan kepada masyarakat prosedural aturan pengguna pasar. Kami juga cukup resah kalau Pol PP dianggap cukup keras selama ini, kedepan kita akan lebih mementingkan komunikasi yang baik dengan pedagang, karena kalau mau jujur Pemda SBD ingin buat yang terbaik untuk pedagang khususnya dan masyarakat SBD pada umumnya” kata Soleman menutupi bicang-bicangnya dengan awak media. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-