Jenazah Almarhum Benyamin Tako Tiba Di SBD

Tambolaka-SJ…………………. Jenazah Almarhum Drs. Benyamin K. Tako Wakil Ketua II DPRD sekaligus Sekretaris DPD II Partai Nasdem Sumba Barat Daya (SBD), tiba di bandara Tambolaka pada Rabu, 21 November 2018 sore tadi pukul 17.00 Wita yang disambut oleh Keluarga, Masyarakat dan Pimpinan serta anggota DPRD SBD.

Rombongan jenazah langsung disambut dengan tangisan oleh seluruh keluarga dan handai taulant yang sudah menunggu sejak pukul 15.10 Wita di bandara bersama DPRD SBD, kemudian langsung dibawah untuk disemayamkan di rumah duka alamarhum di Desa Karuni Kecamatan Loura SBD. Tampak hadir dalam rombongan  ketua DPRD Yosep Malo Lende bersama anggota DPRD SBD, Johanis Geli, SE.MM saudara almarhum, Bram Tako putra almarhum, staf DPRD dan seluruh keluarga.

Nyonya Alm. Benyamin Tako bersama putra-putrinya saat tiba dibandara Tambolaka membawa jenazah ke SBD

Ketua DPRD, Yosep Malo Lende pada awak media mengatakan merasa sangat kehilangan karena orang tua ini (alamarhum) adalah figur sangat membantu kami karena dia senior kami.

“Dengan pengalaman almarhum dalam bidang birojrasi dan pernah menjadi anggota DPRD, dia menunjukkan teladan yang baik bagi kami, walaupun disisi lain beliau adalah wakil ketua” ungkapnya.

Ketua DPRD SBD, Yosep Malo Lende

Lebih lanjut Yosep mengatakan almarhum terkenal dengan displin kerja  yang tinggi. Kalau ada yang tidak disukainya,  almarhum langsung omong. Benyamin Tako mau pekerjaan diselesaikan dengan cepat dan tepat. Ketika semua anggota DPRD melakukan Kunker (kunjungan kerja),reses, da nada catatan-catatan urgen dari masyarakat maka kami turun lapangan, pulang dari lapangan harus membuat catatan dan laporan, dan dilanjutkan dengan pleno.

“Itu sifat beliau,  anggota DPRD yang sudah  ke lapangan dan melakukan perjalanan dinas pulangnya harus membuat laporan pada pimpinan, tetapi almarhum juga tidak pendendam, komunikasinya bagus. Dan itu sangat membantu kami. Sifat kebapaan, merangkul dan humoris  yang paling tidak bisa kami lupakan” tutur ketua DPRD lebih lanjut.

Baca Juga :   BLK DON BOSCO TERBAIK DI PULAU SUMBA
Putra Almarhum Bram Tako (kanan) bersama John Geli sepupu almarhum

Bram Tako  putra pertama Almarhum Benyamin Tako kepada media mengatakan sangat terpukul dengan kepergian orang tuanya, almarhum merupakan seorang ayah dan suami yang baik keluarganya.  Banyak hal yang didapat dari orang tua yaitu bagaimana cara bertahan hidup, bagaimana bisa mengasihi orang lain.

“Bapak adalah seorang pekerja keras, penuh perhatian dan kasih sayang pada anak-anak. Kami yang 4 orang ini bisa berhasil karena didikan orang tua. Pelajaran berharga yang didapatkan adalah almarhum adalah orang yang merinci secara detail pekerjaan dan hasil yang akan dicapai . Dan tentunya  yang paling merasakan kehilangan adalah mama karena sudah puluhan tahun hidup dengan bapak, padahal  tinggal beberapa tahun sudah akan merayakan nikah mas” ungkapnya sedih.

Lebih lanjut Bram juga mengatakan bahwa sebelum kecelakaan, almarhum pernah berpesan pada saudaranya  tentang lokasi kubur, dan kubur dibuat dari apa. Setelah kecelakaan putus komunikasi karena almarhum koma dan tidak bisa diajak bicara.

Bram juga mengatakan kesedihan semakin bertambah karena sebagai pengurus inti Partai Nasdem  dan sebagai orang yang turut membesarkan Partai Nasdem di SBD belum ada satupun pengurus inti yang menjenguk orang tuanya.

“Dari awal sejak Bapak celaka sampai dengan saat ini Rabu, 21 November jenazah orang tua tiba di SBD, belum satupun orang Nasdem yang jenguk dan mensuport kami, hanya sebatas komunikasi lewat telepon saja”  tuturnya sedih.

Hal senada juga diungkapkan oleh Johanis  Geli adik almarhum dalam keluarga yang merasa kehilangan karena almarhum adalah satu-satunya orang tua yang diharapkan,  berpulang begitu cepat.

“Sebagai adik saya merasa sangat kehilangan karena almarhum adalah senior dan tokoh yang ada di Loura. Khabar duka ini saya dengar langsung kemarin dari Richard Mila Mesa anggota DPRD asal Golkar, bahwa kakak kami meninggal pukul 11 kemarin” ujarnya.

Baca Juga :   Paskah 2018 GKS Mata “Menjadi Hamba Kebenaran”

John Geli mengakui bahwa Almarhum adalah pemersatu dalam keluarga, jika ada masalah alamrhumlah yang  rangkul keluarga dan menyelesaikan. Dia akan kumpulkan semua keluarga dan dia bilang dia yang salah, kamu tidak salah, saya yang salah.

Terkait pemakaman nanti John Geli berharap agar lembaga DPRD yang menjadi Pembina upacara, bukan bupati karena almarhum adalah anggota DPRD aktif dan Wakil Ketua DPRD II.

Salah satu pengurus Partai Nasdem SBD yang juga adalah anggota DPRD SBD, Herman Djakadana yang ditemui media mengatakan ketua DPD Partai Nasdem yang juga adalah Bupati SBD, Markus Dairo Talu belum bisa hadir karena adanya kesibukan penting di Bandung.

“Ketua DPD tadi sudah sampaikan bahwa dirinya harus hadir di Bandung menandatangani MOU terkait dana DAU untuk kegiatan di dinas PUPR” ujarnya.

Hermanus Djakadana, anggota DPRD Partai Nasdem

Lebih lanjut Herman mengatakan dirinya bersama Partai Nasdem dan anggota DPRD merasa sangat kehilangan, karena almarhum adalah kader Partai Nasdem yang sudah banyak membantu Partai dan membesarkan Partai Nasdem. Dan saat keluarga Partai Nasdem hadir untuk ikut menjemput jenazah dan mengantarnya ke rumah duka di Karuni.

Tokoh Masyarakat sekaligus mantan Bupati Sumba Tengah, Umbu S. Pateduk yang akrab disapa Bintang kepada media mengatakan Almarhum Benyamin Tako adalah putra terbaik yang dimiliki oleh Sumba Barat, karena almarhum sudah mengabdi sejak dari Sumba Barat. Di Sumba Barat almarhum adalah mantan camat di beberapa tempat, almarhum juga pernah menjadi Kabag, jadi termasuk aparatur yang cukup lengkap.

“Kita ikut turut berdukacita, ketika sekarang Tuhan memanggilnya maka kita perlu memberi penghormatan pada beliau dengan syarat apa yang telah dikaryakannya untuk daerah ini terutama untuk Sumba Barat, Sumba Tengah dan SBD” katanya.

Baca Juga :   KUMHAM PEDULI KUMHAM BERBAGI, LAPAS TERBUKA KELAS IIB WAIKABUBAK
Mantan Bupati Sumba Tengah, Umbu S. Patedduk

Umbu Bintang juga memuji pribadi almarhum sebagai seorang pekerja keras, disiplin, ulet. Almarhum juga dianggapnya sebagai orang sukses karena mampu mengantar anak-anaknya bisa mandiri dan sukses. Umbu Bintang juga berpesan pada keluarga yang ditinggalkan untuk saling mendoakan.

“Apa yang Tuhan rencanakan itulah yang terbaik, saya lihat usi dan anak-anak cukup tegar menghadapi ini. Secara kebetulan sekali ketika almarhum baru satu di hari RS di Bali, saya juga dalam perjalanan dari Jakarta pulang ke Sumba, sehingga saya sempat menjenguknya” ujarnya menutupi perbincangan dengan media. (OC$),-