YBTS Gelar Kegiatan Temu Lapang Petani di Kabalidana SBD

Suarajarmas.com – Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) bersama Wiliam and Lily Foundation (WLF) melaksanakan program peningkatan mata pencaharian yang bertujuan untuk meningkatkan akses kelompok tani terhadap potensi mata pencaharian sektor pertanian (PERMATA) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) khususnya di 8 desa yakni Desa Pero, Kabalidana, Weemangura (Kecamatan Wewewa Barat), Desa Weekokor, Mata Lombu dan Weerame (Kecamatan Wewewa Tengah) serta Desa Wee Londa dan Wee Rena (Kecamatan Kota Tambolaka).

YBTS membimbing kelompok untuk menerapkan praktik pertanian terbaik melalui pendampingan intensif dan pelatihan. Sejumlah kelompok tani telah mendapatkan berbagai seri pelatihan diantaranya Pelatihan GAP, Gender, Rencana Usaha dan Asupan makanan bergizi. Hal in mendukung pencapaian tujuan project yaitu meningkatnya akses petani terhadap mata pencaharian dan gizi keluarga.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman keluarga petani akan pentingnya pengolahan pangan dan sayuran sehingga mereka memiliki kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan untuk meyediakan asupan makan bergizi dalam keluarga, YBTS menggelar kegiatan temu lapang petani (Farmer’s Field Day) di Desa Kabalidana Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/6/2023).

Kegiatan dibuka dengan resmi oleh Camat Wewewa Barat Antonius Kette, STP., yang dihadiri oleh BPP Wewewa Barat, Poktan Sumba Sejahtera, Kepala Desa Kabalidana, YBTS, serta tamu undangan lainnya.

Hadir dalam kegiatan Temu Lapang Petani anggota DPRD asal PKB, Gideon Bulu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Damaris Tanggu, STP, Koordinator Program WLF, Ryan., pimpinan Hotel Sinar Tambolaka, Josephine Vindy Susanti, Kepala Desa Kabalidana, Dominggus Willi Ate, perwakilan Bank NTT, Bank Mandiri dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya koordinator program YBTS, Junike Susan Medah mengatakan program YBTS akan segera berakhir sehingga berharap hasil pendampingan dapat berdampak pada kelompok keluarga petani.

Baca Juga :   Mentan RI Puas Dengan Tanaman Padi di Sumba Tengah

“Dalam beberapa bulan terkahir dampingan YBTS, kami ingin melihat orang-orang mempunyai komitmen, sehingga dapat memperoleh dukungan dari berbagai pihak baik dari perbankan, perhotelan, restaurant dan pelaku ekonomi lainnya” ungkapnya.

Walaupun pendampingan YBTS akan berakhir September 2023, tetapi akan meninggalkan satu orang staf untuk melakukan pengawasan dan pemberian pengetahuan bagi kelompok tani yang mempunyai komitmen dan bekerja memperkuat jaringan petani.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Program WLF, Ryan yang mengatakan program kerja WLF bersama mitra akan segera berakhir.

“WLF sudah 7 tahun berada di SBD, program kami mendukung Pemda. Kami hanya memicu, merangsang, makanya kami minta untuk mandiri. Jaringan petani harus membangun jaringan dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga” tuturnya.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian, Kabid Perkebunan, Damaris Tanggu, STP., memberi apresiasi adanya peningkatan tananan hoetikultura mengalami peningkatan sejak adanya COVID-19. Ini merupakan motivasi bagi petani hortikultura untuk terus meningkatkan produktivitasnya.

“Teman-teman penyuluh akan terus membantu kelompok tani yang punya komitmen. Kita butuh konsistensi untuk maju bersama dan terus mendidik petani milenial, ada keberlanjutan sehingga kita bisa dilirik oleh perbankan” jelasnya.

Anggota DPRD SBD, Gideon Bulu memberi apresiasi pada YBTS yang sudah melakukan pendampingan bagi petani.

Dirinya memberi semangat dan akan berusaha untuk mendukung petani melalui Pokir Dewan.

“Kita harus maklum dengan situasi kabupaten SBD saat ini dengan terbatasnya anggaran. Kami juga tidak bisa melayani semua masyarakat khususnya para petani. Tetapi semangat jaringan petani sangat kami dukung” ungkapnya.

Camat Wewewa Barat, Antonius Kette, STP., dalam arahannya sebelum membuka kegiatan mengatakan di Sumba belum ada petani, yang ada hanya pekerja saja, pekerja yang belum mempunyai tujuan.

Baca Juga :   Bupati Sumba Barat Buka Seleksi Terbuka JPT Sekda

“Kalau profesi petani tidak harus diborong untuk maju, petani harus mampu mendorong dirinya sendiri untuk maju, karena fasilitas dari Pemerintah sudah ada” jelasnya.

Anton Kette minta agar petani harus punya komitmen merubah pola hidupnya melalui pendidikan, menjaga lingkungan hidup, jujur, kerja keras, dan penuh tanggung jawab.

Camat Wewewa Barat juga menyampaikan teima kasih pada YBTS yang sudah melakukan pendampingan bagi petani di Wewewa Barat khususnya bahkan SBD umumnya.

Dipantau oleh media ini, para peserta juga mendapatkan penjelasan dan pemahaman tentang akses pasar komoditi hortikultura dari pengelola hotel Sinar Tambolaka. Sebelumnya dilakukan kunjungan kebun untuk melihat produksi tanaman hortikultura dari Poktan Sumber Sejahtera. *** (Octa/002-23). –