Umat Muslim SBD Dihimbau Sholat Di Rumah Saja

Tambolaka-SJ…… Tim Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), bersama Polsek Loura, Satuan Brimob Kompi 4 Yon A SBD dan Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka lakukan penyuluhan dan himbauan bagi umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1441 H, di masjid Al Falah Jl. Paris Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Sabtu (25/4/20) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Johanes Tende, SH, Kapolsek Loura Kompol I Ketut Mastina, S.Sos, Danki Brimob Yon A SBD Iptu Jony Marthin, Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka Serda Yoris Mere, Ketua IDI SBD sekaligus anggota tim covid-19 dr. Elfrida Marpaung, Putri Astuti, S.KM dan wakil ketua MUI SBD sekaligus pengurus masjid Al Falah Waitabula, H. Samsy P. Golo, ST.

Dalam giat tersebut tim satgas bersama TNI/Polri memberi himbauan agar dalam situasi wabah virus corona (covid-19) yang sedang melanda Indonesia dan dunia pada umumnya, agar mematuhi protokol kesehatan guna pencegahan wabah covid-19 saat ini.

Wakil ketua tim Satgas covid-19 yang juga adalah kepala dinas BPBD, Johanes Tende, SH   kehadiran tim satgas covid-19 saat ini menyampaikan himbauan Pemerintah SBD guna kenyamanan dan keselamatan umat Muslim yang sedang merayakan ibadah di bulan puasa saat ini. Wabah virus corona yang sedang melanda saat ini menjadikan Pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak melakukan ibadah di rumah ibadat (masjid, gereja, pura dll) untuk menjaga serta memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19 Johanes Tende, SH saat memberikan arahan dan himbauan di masjid AL Falah Weetabula

“Pemerintah sudah menghimbau agar seluruh umat beragama tidak boleh melakukan ibadah baik di masjid maupun gereja tetapi dilakukan di rumahnya masing-masing mengingat wabah virus corona ini. OAR yang sudah masuk ke SBD saat ini sudah mencapai angka 2.994 orang, ODP yang masih dalam pemantauan 90 orang dari 201 orang. Ini merupakan ancaman buat kita semua” tuturnya.

Baca Juga :   Positif COVID ke-3 Meninggal Dunia di RS Karitas

John Tende menjelaskan melihat situasi ini maka Pemerintah menghimbau untuk saat ini agar masyarakat menjaga jarak dan mematuhi himbauan protokol kesehatan melakukan social distancing dan physical distancing guna menjaga adanya penyebaran covid-19.

Sebelumnya H. Syamsi P. Golo sudah menjelaskan  kehadiran tim satgas bersama TNI/Polri untuk memberikan edukasi, pemahaman dan himbauan jika adanya perkumpulan orang dalam jumlah yang besar, dalam aktifitas apa saja baik itu ibadah, pesta, kedukaan agar mentaati prosedur tetap (protap) dan anjuran-anjuran Pemerintah, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Fatwa MUI mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat kabupaten.

Kata H. Syamsi, anjuran-anjuran tersebut bukan melarang untuk kita beribadah, tetapi dalam rangka menjaga  agar situasi  penyebaran covid-19 dapat kita cegah atau kita minimalisir terjadinya perkambangan virus ini. Virus ini hanya bisa berkembang kalau kita berkumpul banyak tanpa menggunakan masker, apalagi kalau kita sujud  dilantai yang belum dibersihkan dengan disinfektan.

Wakil Ketua MUI SBD, H. Syamsi P. Golo, ST saat memberikan arahan pembuka saat tim satgas covid-19 memberikan edukasi di masjid Al Falah Weetabula

Atau tempat duduk kita disentuh oleh orang yang mungkin membawa virus, kita harus saling mencurigai satu dengan lainnya. Untuk diketahui semua bahwa NTT sudah masuk zona merah, karena sudah ada yang positif corona.  

“Kemarin di SBD hasil rapid test sudah ada 5 orang sekalipun belum diuji laboratorium di Surabaya mengambil uji swab, ambil lendir dari belakang tenggorokan, tetapi hasilnya positif rapid test, sekalipun belum positif corona. Salah satu dari 5 orang tersebut adalah umat Islam di SBD. Orang tersebut tinggal di kos, di kos tersebut ada perempuan, ada laki-laki yang mungkin saja sekarang datang sholat, bayangkan kalau swapnya besok dia positif, 1 kampung ini diisolasi bukan hanya satu masjid” tegasnya.

Baca Juga :   PESAN KETUA TP PKK SBD, BERDAYA KUNCI SUKSES MEMBANGUN KELUARGA

H. Syamsi menghimbau untuk tidak menganggap remeh situasi yang terjadi saat ini, ibadah dirumah sama nilainya dengan ibadah di masjid. Bahkan pahalanya dalam kondisi saat ini insya Allah bertambah  karena kita berniat untuk tidak menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Loura Kompol I Ketut Mastina meminta agar adanya kesadaran diri masing-masing warga masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran covid-19. Dirinya menyesali melihat tidak ada satupun umat muslim yang menggunakan masker, karena virus ini tidak kelihatan dan penyebarannya sangat mudah melalui kontak badan sesama.

“Musuh kita tidak kelihatan, musuh kita bukan peluru sehingga bisa mengetahui dari mana datangnya, bergeraknya kemana dan nempelnya dimana. Saya menganjurkan agar kita tetap bersih, dirumah harus disediakan air dan sabun sehingga kita selalu mencuci tangan setelah bepergian kemana-mana. Saya juga menghimbau agar kita patuhi ini, jangan sampai kita mondar mandir ke Polsek atau Polres karena masalah ini, malu kita” katanya.

Babinsa Kota Tambolaka, Serda Yoris Mere menyampaikan hal-hal penting terkait peran TNI dalam pencegahan covid-19

Hal senada juga diungkapkan oleh Danki Brimob Yon A SBD, Iptu Jony Marthin agar masyarakat mematuhi himbauan dari Pemerintah. Dirinya mengucapkan terima kasih apabila masyarakat mau melakukan ibadah dirumahnya masing-masing dalam situasi seperti saat ini.

“Kami harapkan kerjasama  untuk kita sama-sama cegah penyebaran covid-19, kami juga tidak menginginkan untuk melakukan tindakan, melakukan sanksi-sanksi, dan saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini” tutur Iptu Jony.

Anggota Tim Satgas Covid-19 SBD, dr. Elfrida Marpaung dan Putri Astuti, S.KM memberikan edukasi pencegahan covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan untuk selalu menjaga jarak dan menjalankan pola hidup bersih.

Baca Juga :   Peduli Pada Korban Musibah Kebakaran, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar SBD Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Anggota tim Satgas covid-19, Putri Astuti, S.KM saat memberikan edukasi tentang covid-19

Elfrida menjelaskan proses penyebaran virus corona dan dampaknya bagi manusia dimana saat ini Indonesia sudah masuk dalam zona merah penyebaran covid-19. Sedangkan Putri Astuti memberikan pilihan bagi masyarakat untuk di rumah saja, di rumah sakit atau di rumah duka.

“Untuk mengatasi covid pilih tiga hal, pilih di rumah saja atau pilih di rumah sakit atau pilih di rumah duka. Atau tinggal di rumah, tinggal di rumah sakit atau tinggal kenangan. Dan tentukan pilihannya mulai dari lubuk hati terdalam. Cukup lakukan itu dari diri sendiri sebagai pelayanan kepada diri sendiri” ungkapnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-