TPID Kota Tambolaka & Weyk RRP GKS Mata Gelar Pelatihan Pembuatan Pangan Lokal

Tambolaka-SJ ………………….. Kecamatan Kota Tambolaka bekerja sama dengan Weyk RRP 3&4 GKS Mata gelar pelatihan pembuatan pangan lokal bagi ibu-ibu PKK. Pelatihan pangan lokal berbasis kelor ini sebagai wujud nyata dari Program Inovasi Desa yang sedang digalakan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk pemberdayaan masyarakat.

Bertempat di kantor desa Wee Londa Jumat (14-02-2020) ibu-ibu PKK dari beberapa desa Kecamatan Kota Tambolaka tampak serius mengikuti teori dan praktek langsung pembuatan menu pangan lokal berbasis kelor.

Sekretaris Desa Wee Londa Alfridu Umbu Robaka yang mendampingi  pelatihan tersebut menjelaskan bahwa pelatihan ini sudah sering dilakukan setiap tahunnya. Pada tahun 2020 ini difokuskan pada pangan lokal berbasis kelor. Dirinya juga mengucapkan terima kasih pada Dinas PMD melalui Program Inovasi Desa yang mendorong program pemgembangan masyarakat khususnya untuk ibu-ibu PKK di Kecamatan Kota Tambolaka.

Daun kelor selain sudah merupakan konsumsi sehari-hari orang Sumba, kelor juga mempunyai fungsi untuk kesehatan manusia. Bahan baku yang digunakan dalam pelatihan ini juga diperoleh di kebun ibu-ibu PKK sendiri, sehingga tidak sulit untuk memperolehnya.

“Peserta yag mengikuti pelatihan ini dari 8 desa di kecamatan Kota Tambolaka, harapan kami semoga ibu-ibu PKK bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam desa dan terus memelihara tanaman dapur hidup” ungkapnya.

Ketua TPID kecamatan  Kota Tambolaka Londa  Siprianus Bulu  kepada awak media menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan pangan lokal saat ini merupakan akhir dari kegiatan Tim Pendamping Inovasi Desa (TPID) tahun 2019, sehingga pihaknya desa-desa yang ada di Kota Tambolaka untuk mengikuti pelatihan ini. Dipilihnya kelor sebagai menu utama untuk menyesuaikan bahan-bahan lokal yang ada di masyarakat.

“Selain mudah didapat juga mempunyai manfaat gizi yang sangat besar khususnya bagi ibu yang sedang hamil dan menyusui” tuturnya.

Baca Juga :   PEMDA SBD APRESIASI KEGIATAN SID UNTUK ANAK MUDA

Dirinya juga berharap melalui ketrampilan yang sudah dimiliki oleh ibu-ibu PKK ini selain untuk gizi keluarga juga bisa diolah menjadi pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga. Sipri juga mengapresiasi respon dari masyarakat dalam mengikuti pelatihan pangan lokal ini khususnya beberapa desa diantaranya desa Wee Londa, Watu Kawula, Wee Rena, Kalena Wanno merupakan desa yang lebih aktif dalam menerima pendampingan TPID kecamatan Kota Tambolaka. Untuk segi pemasarannya TPID mendorong desa untuk mencarikan solusinya dengan adanya dukungan dana desa untuk mengelola BUMDES.

Instruktur pelatih pembuatan pangan lokal dari kelompok Weyk RRP 3&4 GKS Mata Fenina D.S. Bora, S.Pd mengatakan pelatihan pembuatan pangan lokal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kasih dari kelompok Weyk bagi masyarakat.

“Terima kasih kami sudah mendapat kepercayaan untuk berbagi resep bersama ibu-ibu PKK kecamatan Kota Tambolaka supaya bahan-bahan yang ada disekeliling kita lini pekarangan rumah terlebih daun kelor bisa  diolah menjadi menu makanan sehari-hari” ungkapnya.

Fenina menjelaskan kelor saat ini merupakan menu yang sedang membooming, selain itu sesuai dengan arahan Gubernur NTT agar tiap-tiap rumah tangga menanam pohon kelor, maka kelompok Weyk berinisiatif dengan berkolaborasi dengan resep-resep yang ada untuk menghasilkan menu berbasis kelor ini.

“Menu yang kami coba berikan saat ini ada steak kelor, mie kelor dan pudding kelor ternyata rasanya sungguh nikmat jauh dari yang kita bayangkan. Ternyata setelah dikelola secara baik hasilnya sangat memuaskan dan tidak bau” ujarnya.

Fenina berharap agar kegiatan ini terus berkelanjutan, dirinya melihat begitu besar respon ibu-ibu PKK yang mengikuti pelatihan ini, sehingga bisa dikembangkan lagi melalui pangan lokal yang lainnya,  bisa juga dilanjutkan dengan pembuatan kue-kue. Proses pembuatannya tidak rumit, bahan-bahan yang dibutuhkan disini  selain daun kelor, tepung terigu, susu cair, gula, garam dan tanpa bahan pengawet. Lalu steaknya digoreng pake minyak, alangkah lebih gurih lagi kalau memakai minyak kelapa. Gizi daun kelor sangat tinggi untuk mencegah stunting.

Baca Juga :   KAPOLRES DAN DANDIM 1629/SBD BERSINERGI AMANKAN IBADAH NATAL

“Untuk mencegah stunting saat ini kami berharap masyarakat memanfaatkan kandungan gizi daun kelor yang sangat tinggi. Puding kelor sangat bagus untuk anak-anak balita karena dalam pudding 19 kali lebih kalsium susu, lalu 14 kali  lebih kalium yang terdapat dalam pisang, dan 4 kali lebih kandungan vitamin A pada wortel” tutupnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-