RATU WULA SHARING BERSAMA GMKI DALAM RAKORNAS DI SUMBA TIMUR

Waingapu-SJ……… Anggota DPR-RI,  Ratu N. B. Wula,  ST Sharing bersama GMKI dalam acara Rapat Koordinasi Perempuan (Rakornas) di gedung Umbu Hapu Mbay Waingapu Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/11/21).

Ratu Wula ST yang  tiba  di Kabupaten Sumba Timur Sabtu siang dalam rangka sharing bersama dengan anggota GMKI dalam acara Rakornas dengan membawa materi season.  

Ratu Wula mengapresisasi Kabupaten Sumba Timur yang berkomitmen untuk mendeklarasikan kabupaten ini sebagai Kabupaten Layak Anak.  

“Ini langkah yang sangat bijak dan patut diteladani oleh kabupaten lainnya karena kepedulian kita terhadap anak itu  sudah sebagian besar kita peduli dan menjaga harta pusaka bangsa,  karena anak bangsa adalah masa depan dan harapan kita yang akan melanjutkan perjuangan dan cita-cita revolusi” ungkapnya.

Ratu Wula menyampaikan beberapa poin penting dalam acara diskusi dengan kader GMKI di antaranya tentang Budaya Patriarki, Perlu Perjuangan GMKI melalui Konsultasi Nasional Perempuan GMKI dan Perempuan Berdaulat.

Budaya Patriaki yang sampai dengan saat ini masih menyelimuti kita,  hal inilah yang kemudian menantang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Konstruksi sosial budaya di masyarakat menurut Ratu Wulla ikut menyumbang rendahnya kualitas perempuan Indonesia. Kondisi ini berkaitan dengan konstruksi sosial patriarki yang menempatkan posisi perempuan lebih rendah daripada laki-laki,  padahal perempuan merupakan kekuatan harta pusaka bangsa sebagai kaum ibu.

“Berdasarkan Sensus 2020, perempuan mengisi 49,42 persen dari populasi di Indonesia atau sekitar 133,54 juta jiwa. Maka dari itu melalui Rakornas GMKI turut mengambil Langkah strategis untuk perlahan-lahan menghilangkan budaya patriarki” katanya.

Lebih lanjut Ratu mengatakan sangat perlu perjuangan GMKI selaku Organisasi Besar di Indonesia melalui Konsultasi Nasional Perempuan agar kesetaraan gender posisi dan peran perempuan bisa setara dengan laki-laki yang saling melengkapi.

Baca Juga :   Virus Babi Yang Menyerang SBD, Masih Misterius

Dirinya juga berharap, semoga kaum hawa di bumi pertiwi ini menjadi penerang dalam gelap. Maka kemudian, sudah saatnya perempuan menguasai panggung, bukan mencari panggung.

“Perempuan harus memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan bebas mengekspresikan cita-citanya, serta bisa menginspirasi banyak perempuan lainnya.  Kita mesti membawa perempuan berdaulat dan merdeka” pungkasnya. *** (Deni/007-21),-