SBD Kehilangan Putra Terbaiknya

Tambolaka-SJ………….. Sumba Barat Daya (SBD) kehilangan salah satu putra terbaiknya, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Drs. Asterius Ngongo Dairo pada Jumat, 15 Juni sore tadi, menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan istri, anak,cucu dan keluarga serta masyarakat SBD pada umumnya.

Almarhum yang tinggal 2 tahun lagi memasuki masa pensiun meninggal di rumah sakit Karitas pada pukul 16.15 Wita yang diduga akibat serangan jantung. Sebelumnya Aste sapaan akrab almarhum sedang berkumpul bersama keluarganya di Kampung Wano Kambo, Weekombak Kecamatan Wewewa Barat, pada siang hari dirinya merasakan dadanya sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Anak mantunya Yuni mengatakan bapaknya sempat minta untuk dipijit dadanya karena terasa sakit, lalu dirinya meminta agar bapak mantunya itu istirahat, dan rupanya sakitnya itu merupakan perpisahan terakhirnya dengan istri anak dan cucunya.

Alm. Drs. Asterius Ngongo Dairo saat diwawancara oleh awak media beberapa waktu lalu sebelum lebaran

“Sebelumnya bapak masih gendong anak saya cucunya, mungkin karena merasa sakit didadanya, akhirnya ia memberikan cucunya ke mama mantu dan sempat saya pijit-pijit sedikit dadanya, tetapi karena tidak ada perubahan kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, tetapi sudah terlambat” ungkapnya sedih.

Nelci Yance Jeru, S.Sos kepala seksi perkawinan dan penceraian Dispenduk SBD mengatakan pihaknya merasa sangat kehilangan, karena sosok kadispenduk SBD ini adalah pekerja keras yang selalu berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan selalu ramah pada siapapun termasuk masyarakat yang datang mengurus surat-surat dan KTP di kantor.

“Pagi hari tadi, bapak kadis masih menelpon saya agar sore nanti kami lembur lagi di kantor mengingat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor termasuk e-KTP yang sudah memasuki 90-an persen lebih yang akan dicetak” tuturnya pada media di rumah duka di Poma Tambolaka.

Baca Juga :   MENGHUBUNGKAN KASIH ANTAR DENOMINASI GEREJA

Beberapa masyarakat yang hadir ditempat kedukaan, merasa sangat kaget dan kehilangan dengan kepergian Asterius yang sangat cepat, karena tidak adanya tanda-tanda sedang sakit.

Almarhum selalu ramah dan bekerja sama dengan stafnya di kantor maupun diluar jam kerja

“orangnya sangat ramah pada siapapun, kalau bertemu di jalan, pasti menyapa kami” ungkap tetangganya Lukas.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPRD kabupaten Sumba Barat Daya, David Tamo Ama yang merasa sangat kaget dengan berita duka yang didengarnya.

“Beliau itu orangnya polos dan pekerja keras, mungkin dia kecapean karena setelah bekerja di kantor seharian, beliau masih suka menyibukan dirinya dengan pekerjaan di rumah bahkan untuk keluarganya di kampung” ungkapnya.

Lebih lanjut David Tamo Ama mengatakan SBD patut berduka karena sudah kehilangan seorang pemimpin di SBD yang merupakan pemimpin yang penuh tanggung jawab dan pekerja keras.

Selain Plt Bupati Drs. Ndara Tanggu Kaha yang ikut melayat di rumah sakit Karitas juga tampak hadir beberapa pimpinan OPD diantara Kadis BPMPD Alaxander Saba Kodi, Kadis PPO Yohana Lingu Lango, Kadis Kesehatan Linus Kaleka dan lain-lain. Jenazah langsung disemayamkan di rumah duku Poma pada pukul 18.08 Wita yang diantar oleh rombongan keluarga dan kerabatnya. (Tim-SJ),-