Sumba Tengah Harus Segera Sadar, Sadar & Sadar

Bulla Nggallu, S.Pd.M.Si (tengah) didampingi P. Asterius Zangu Ate,.CSsR dan Pdt. Ria Rambu Atarabu Sabaora, S.Si

Waibakul-SJ ………………….., Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laskodat  saat melantik Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus K. Limu dan Wakil Bupati Ir. Daniel Landa di Ruang Fernandes kantor Gubernur NTT Senin, 12/11/2018 yang lalu menegaskan Sumba Tengah merupakan salah satu kabupaten termiskin di Indonesia, sehingga dibutuhkan kerja yang serius dari gubernur, bupati dan wakil bupati yang baru bersama seluruh struktur yang ada untuk mengangkat martabat masyarakat Sumba tengah. Menurutnya, sebagai pemimpin baru dan dengan semangat yang baru harus membawa perkembangan dan mengantar masyarakat Sumba Tengah menjadi lebih baik.

Bupati dan Wakil Bupati terpilih bersama ibu didamping ketua DPRD Sumba Tengah

Hal senada juga diakui oleh Bupati Paulus K. Limu dalam penyampaiannya pada saat acara syukuran pelantikan bupati dan wakil bupati di rumah jabatan bupati Waibakul Sumba Tengah, pada Rabu, 14 November kemarin. Dalam pidato singkatnya Bupati Paul menegaskan 3 kata kunci untuk membangun Sumba Tengah yaitu  sadar, sadar dan sadar.  Sadar yang pertama adalah waktu menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak ada yang panggil bos, ini berarti bahwa setiap ASN harus bekerjasama dalam membangun Sumba Tengah, semua ASN harus menjalankan tupoksinya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Sadar kedua ASN  sudah  bersumpah dan berjanji untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Ini bisa diartikan semua ASN harus bekerja secara optimal dan mementingkan kepentingan umum. Sadar ketiga sadar punya anak, punya istri dan punya suami  yang mengharapkan cinta kita. Bisa diartikan agar setiap ASN membangun Sumba Tengah ini dimulai dari keluarganya masing-masing khusus dalam bidang kebutuhannya, pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :   KEPEDULIAN LAKA LENA PADA KELOMPOK MILENIAL NTT

Menanggapi pernyataan bupati tersebut, Kepala Kantor Depag Sumba Tengah, Bulla Nggallu, S.Pd.M.Si yang dihubungi media disela-sela kegiatan mengatakan sudah saatnya kabupaten Sumba Tengah bangkit dari ketertinggalannya. Dirinya berpendapat Bupati dan Wakil Bupati yang baru agar segera membedah persoalan yang ada dan mencari solusinya. Selain itu juga pemberdayaan Sumber Daya Manusia aparatur perlu mendapat perhatian khusus.

“Sebaik apa konsep yang ada dari pimpinannya  maka sangat tergantung juga pada eksekutornya. Selain leadernya,  para pejabat dibawahnya dan staf. Dan tidak kalah penting adalah respon masyarakat selaku obyek dan subyek pembangunan. Jika tidak adanya sinergi yang bagus dari ketiga unsur tadi dengan masyarakat maka akan terjadi stagnan. Butuh respon positif dari masyarakat untuk mendukung program pembangunan” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pdt. Ria Rambu Atarabu Sabaora, S.Si dari GKS Parewatana.  Dengan kehadiran pemimpin baru, membawa sesuatu yang baru bagi masyarakat Sumba Tengah. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan khususnya ASN dan partisipasi dari masyarakat untuk membangun Sumba Tengah.

“Kami melihatnya  pemimpin yang baru ini adalah anugerah Tuhan, oleh karena itu harapan kami harus menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, dengan adanya kerjasama yang baik antara bupati, wakil bupati kepala-kepala dinas dan seluruh ASN serta masyarakat  Sumba Tengah, akan berdampak pada perubahan yang baik untuk Sumba Tengah” tutur ibu Pendeta pada media.

Ditempat terpisah P. Asterius Zangu Ate,.CSsR dari Paroki St. Klemens Katikuloku kepada media SJ mengatakan  mensyukuri pelaksanaan Pilkada baru-baru di Sumba Tengah berjalan dengan aman dan baik walaupun sempat  ada konflik-konflik tetapi akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Dengan adanya pemimpin yang baru ini agar bisa memberi perhatian pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang penting, masyarakat Sumba Tengah belum keluar dari berbagai persoalan, baik dari ada istiadat, masalah kemiskinan, infrastruktur yang layak masih perlu menjadi perhatian serius dan keamanan. Pater Aster berpendapat dibutuhkan adanya kerjasama yang baik dai semua stake holder untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

Baca Juga :   PROYEK IRIGASI LOKO LIKKU BUKAN MANGKRAK, BELUM SELESAI DIKERJAKAN

“Sektor ekonomi masih harus menjadi perhatian khusus, masyarakat masih sangat tertinggal, sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan, banyak tanah-tanah kosong yang tidak difungsikan lagi oleh masyarakat, pemerintah perlu memperhatikan masalah sarana jalan ke desa-desa sehingga mudah untuk dijangkau dan masyarakat bisa membawa hasil bumi tanpa mengeluarkan biaya yang besar” ujar Pater Asterius.

Lebih lanjut P. Aster menekankan sumber daya masyarakat untuk ditingkatkan, karena masyarakat belum berpikir kerja untuk usaha, masih sebatas untuk konsumsi pribadinya saja. Masyarakat belum  berpikir untuk usaha atau bisnis karena dijaman seperti sekarang ini juga penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pantauan media untuk mewujudkan impian mengangkat Sumba Tengah, kiat-kiat yang dicanangkan oleh bupati Sumba Tengah yang menjadi prioritasnya dalam program 100 hari pertama ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat Sumba Tengah, sehingga bisa mengangkat Sumba Tengah yang dianggap sebagai kabupaten termiskin di NTT. (OC$),-