TEMBOK PENAHAN PROYEK JALAN BONDO KODI – BUKA BANI DIBONGKAR

Kodi-SJ………… Pembongkaran ulang tembok penahan pekerjaan jalan Bondo Kodi – Buka Bani disaksikan langsung oleh Kadis PUPR, Wilhelmus Woda Lado, PPK Wilayah II Bina Marga Hironimus Mete, tokoh masyarakat dan kontraktor PT BPN di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/4/21).

PPK Wilayah II Bina Marga, Hironimus Mete (kanan) menunjuk titik-titik tembok penahan yang harus dibongkar oleh kontraktor pada Kadis PUPR Wilhelmus Woda Lado (kiri)

Turut hadir setelah selesai pembongkaran Plt. Camat Kodi Heribertus D. Hakalolu, kepala desa Pero Batang Yohanes Radu Kaka, Tokoh Masyarakat Dominggus Kaka yang melihat hasil pembongkaran 3 titik tembok penahan dengan total panjang  keseluruhan 135 m.

Kepada awak media yang meliput, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Wilhelmus Woda Lado, ST beri apresiasi PT. Bumi Permai Nusantara yang melaksanakan perintah untuk membongkar ulang tembok penahan pekerjaan jalan Bondo Kodi – Buka Bani yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Wily sapaan akrab Kadis PUPR ini menjelaskan pengerjaan jalan Bondo Kodi-Buka Bani yang dipublikasikan oleh beberapa media dan sempat diperiksa oleh DPRD beberapa waktu yang lalu karena melanggar spesikasi dalam proyek dipatuhi oleh kontraktor dengan melakukan pembongkaran ulang beberapa titik yang menggunakan pasir laut.

“Dalam spesifikasi tidak dibenarkan menggunakan pasir laut karena itu tidak ada dalam kontrak,  tetapi para tenaga kerja di lapangan menggunakan pasir laut, sehingga harus dibongkar kembali. Dan saat ini kita sudah saksikan bersama bahwa ketegasan pemerintah sudah melakukan itu. Ini merupakan kewujutan pemerintah untuk membangun yang terbaik yang sesuai dengan kontrak yang ada. Dan dari komunikasi itu kontraktorpun tidak keberatan  dan melakukan pembongkaran ulang beberapa titik tembok penahan yang menggunakan pasir laut” ungkapnya.

Baca Juga :   PPL PEKERJAAN YANG SANGAT MULIA
Kadis PUPR, WIly W. Lado, ST, saat memberi keterangan pers usai pembongkaran tembok penahan di Bondo Kodi

Wily menjelaskan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan diketahui bahwa adanya mis komunikasi antara pemberi pekerjaan dengan pelaksana yang ada di lapangan (tukang yang bekerja). Pasir laut yang diadakan sebenarnya dipakai untuk urukan dibawah pasangan yang akan dikerjakan. Urukan itu pasir apa saja boleh tidak harus pasir kali kecuali pasangan.

“Kita sudah lihat bersama tadi yang dibongkar itu sekitar 130an meter, semua masyarakat, pemerintah kecamatan, desa dan pers saya harap juga untuk tetap mendukung dan mengawasi, sehingga pembangunan jalan yang hampir 4km ini bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai kontrak” jelasnya.

Dirinya menghimbau semua pihak boleh mengevaluasi, mengawasi dengan prinsip untuk membangun. Jangan sampai hanya bertujuan untuk menghalangi pekerjaan. Tidak semua daerah atau kecamatan mendapat peluang seperti Desa Pero Batang saat ini, ditahun 2021 ini desa Pero Batang kecamatan Kodi mendapat paling besar dana untuk peningkatan jalan (8M lebih).

“Saya juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, pers dan kontraktor atas pembongkaran hari ini, dan saya berharap tidak akan terulang lagi. Dan dapat menjadi pembelajaran bagi proyek-proyek lain yang saat ini juga sudah mulai dikerjakan” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt.Camat Kodi Heribertus D. Hakalolu, S.Sos., untuk mendukung program kerja pemerintah SBD. Bahwa adanya kesalahan itu adalah hak masyarakat atau tanggung jawab masyarakat untuk mengawasi karena nanti masyarakat yang memanfaatkannya, bukan hanya untuk pemerintah saja.

“Sebagai masyarakat kita mengawasi tetapi juga harus terukur, harus ada batasan tidak sekedar kita omong tetapi harus disertai dengan bukti-bukti. Kita juga harus mendukung minimal merelakan halaman kita untuk diambil sedikit, merelakan pohon kita ditebang demi mendukung pengerjaan peningkatan jalan ini lancar dan baik” ujarnya.

Baca Juga :   Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik di SBD

Hery juga menjelaskan Pemerintah sudah mengeluarkan anggaran besar jadi masyarakat harus mendukungnya dan ikut memeliharanya serta menjaga keamanan dalam proses pengerjaan jalan Bondo Kodi-Buka Bani demi kepentingan bersama.

Tokoh masyarakat Dominggus Kaka yang ikut memberi tanggapan mengucapkan terima kasih atas pantauan bersama masyarakat maupun media sehingga mutu pekerjaan memenuhi syarat dan tidak melanggar spesifikasi yang sudah ditentukan.

Plt. Camat Kodi, Heribertus D. Hakalolu, S.Sos

“Untuk insan pers yang terlibat memberikan koreksi dan masukan, kami ucapkan terima kasih, tidak berarti kritikan itu untuk saling mengganjal, tetapi kita saling mengkritisi untuk mencapai harapan yang semestinya. Kontraktor juga agar tidak berkecil hati, karena kritik saran dari insan pers kita anggap sebagai evaluasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Kami berteima kasih pada Dinas PUPR dan kontraktor yang sudah bersedia melakukan pembongkaran” ujarnya. *** (Octa/Emil/002-010-21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor