Sepak Terjang Tim Komunikasi & Resiko Satgas Covid-19 SBD

Tambolaka-SJ ……. Virus Corona jenis baru yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 yang lalu di Wuhan China dan dalam tempo dua bulan penyebarannya dahsyat sampai ke seluruh penjuru dunia sehingga WHO menetapkannya sebagai pandemic pada 11 Maret 2020 yang lalu, menjadi momok yang menakutkan dunia saat ini.  

Penyebaran virus yang menyebabkan penyakit covid-19 yang sangat dahsyat tersebut sudah memakan korban jiwa  puluhan ribuan orang yang tersebar diseluruh Negara di dunia. Hal ini  menjadi perhatian WHO dan seluruh Pemerintah di masing-masing Negara tidak terkecuali Indonesia untuk menanggulanginya dan berusaha memutus mata rantai penyebarannya.

dr. Ingkang Helena N.G Sanger saat memberikan arahan di masyarakat

Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dari pusat hingga ke daerah-daerah untuk melakukan upaya pencegahan serta pengobatan bagi masyarakat yang sudah terkontaminasi covid-19. Puluhan Trilyun anggaran dialokasikan oleh Pemerintah Pusat untuk memberantas covid-19 yang sudah menyebar di 33 provinsi di Indonesia.

Demikian halnya dengan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi NTT yang sudah mempunyai pasien positif covid-19 satu  orang di RSUD W.Z. Johannes Kupang, sejak bulan Maret lalu sudah membentuk Tim Satgas Covid-19 yang dipimpin oleh Plt. Sekda Bernardus Bulu, SH.

Guna memberikan penyuluhan dan sosialisasi upaya-upaya pencegahan covid-19 Tim Komunikasi dan Resiko menjadi ujung tombak Satgas yang terjun langsung  ke masyarakat memberikan arahan dan himbauan   penanggulangan dan pencegahan covid-19. Bekerjasama dengan TNI/Polri, BNPB serta media massa Tim Komunikasi dan Resiko terjun langsung ke tempat-tempat umumk, pelayanan publik (BUMN)  bahkan ke kampung-kampung untuk memberikan penyuluhan pada masyarakat upaya-upaya penanggulanan dan pencegahan covid-19.

Baca Juga :   WAKIL KETUA II DPRD SBD MINTA PEMDA PERHATIKAN JALAN BINTANG WEETABULA
Malam haripun tetap melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat

Salah satu anggota Tim Komunikasi dan Resiko  dr. Ingkang Helena N.G. Sanger yang ditemui media disela-sela kegiatannya Kamis (9/4/20)  mengatakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya adalah pembuatan dan pemasangan Media Promosi (Spanduk, Poster, Brosur) di tempat-tempat umum seperti pasar, pertokoan, puskesmas, SPBU dan lain sebagainya.

Selain itu juga dilakukan penyuluhan keliling dan pemberian edukasi pada masyarakat/penumpang di Bandara Tambolaka dan Pelabuhan Waikelo yang masuk ke Sumba agar mengikuti petunjuk protokol kesehatan untuk selalu menjaga kebersihan, memakai masker dan tidak bersalaman dulu, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menghindari pertemuan-pertemuan banyak orang.

Tim Komunikasi dan Resiko yang selalu stand by di posko Satgas

“Bersama Tim Gabungan (Brimob, TNI, Sie Promkes dan Kesling)  kami melakukan penyemprotan Desinfektan dan Penyuluhan mengenai Covid–19 di tempat-tempat umum seperti gereja, kantor (BUMN), bandara, pelabuhan dan pinggiran-pinggiran keramaian di Kota Tambolaka” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Helena juga menjelaskan penyemprotan Desinfektan juga dilakukan di rumah OTG dan ODP sekaligus observasi. Penyuluhan keliling dilakukan di tempat-tempat umum seperti  pasar, perempatan jalan, persimpangan jalan dan pemukiman masyarakat.

Tim Komunikasi dan Resiko bersama Polri melakukan sosialisasi di rumah penduduk

“Untuk dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini, perhatian dan kepatuhan masyarakat sangat penting disini. Mumpung di Sumba belum ada yang positif kita harapkan dukungan dan kerjasama masyarakat. Masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan dan jika ada indikasi gejala sakit agar langsung ke puskesmas diperiksa oleh dokter atau perawat” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan saat ini semua penumpang pesawat dan kapal laut/feri yang masuk ke SBD dilakukan karantina 1 hari untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi agar masyarakat yang berasal dari daerah merah covid-19 melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Baca Juga :   SUMBA TENGAH BERSIAP-SIAP MENYAMBUT PRESIDEN JOKO WIDODO
Saat bincang-bincang dengan awak media dr. Helana bersama Ibu Putri

“Masyarakat yang masuk ke Sumba rata-rata adalah mahasiswa dan pekerja diluar Sumba, kita himbau agar mereka melakukan karantina mandiri di rumahnya dan juga ikut memberikan edukasi pada keluarganya agar mencegah penyebaran covid-19 ini dengan menjaga jarak, menjaga kebersihan dan mengontrol kesehatannya pada petugas kesehatan atau satgas yang ada di desa/kecamatan setempat. Dan yang paling penting lagi jangan panik” tutupnya. *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.