PROYEK IRIGASI LOKO LIKKU BUKAN MANGKRAK, BELUM SELESAI DIKERJAKAN

Tambolaka-SJ……….. Proyek jaringan irigasi Loko Likku di kecamatan Wewewa Selatan yang diduga mangkrak yang dimuat media Timor Express (TIMEX) Sabtu, 3 April 2021 dibantah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (7/4/21) di ruang kerjanya kantor Dinas PUPR Kadula Tambolaka.

Kepala Dinas PUPR SBD, Wilhelmus Woda Lado, ST

Kepala Dinas PUPR, Wilhelmus Woda Lado, ST menjelaskan proyek irigasi Loko Likku adalah pekerjaan yang dikerjakan pada tahun 2020, dengan nilai pekerjaan kurang lebih 1M. Diakhir tahun 2020 yang lalu, dirinya memanggil semua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melaporkan kondisi terakhir semua pekerjaan.

“Saya mendapat laporan dari PPK SDA bahwa di irigasi itu tidak mungkin diselesaikan karena curah hujan yang tinggi, sehingga ada sekitar 18 meter yang belum bisa diselesaikan. Jadi saya bilang dia menjadi  Kontruksi Dalam Pekerjaan (KDP), sehingga saya suruh tahan 10% dengan nilai sekitar Rp.90an juta dari dana proyek tersebut” katanya.

Lebih lanjut Wily menuturkan pada awak media yang menemuinya, pekerjaan proyek Loko Likku tidak dibayar 100%, pekerjaan itu masih tanggung  jawab kontraktor. KDP bisa diselesaikan di tahun berikurnya yaitu tahun 2021. Namun yang perlu dicatat semua proses kontraknya jalan, yaitu denda tetap dikenakan kepada kontraktor tersebut.

“Jadi kalau dikatakan itu mangkrak sebenarnya tidak, kecuali pekerjaan ini 2 tahun lalu dan sampai sekarang tidak selesai itu baru dikatakan mangkrak. Kita berharap curah hujan cepat berkurang sehingga pekerjaan bisa diselesaikan” jelasnya.

Terkait dengan pemberitaan media lain (TIMEX) yang mengatakan dirinya tidak mau  menanggapi permintaan mereka untuk memberi tanggapan pada minggu lalu, Wily menjelaskan kalau kami yang beragama Katolik mulai dari hari Minggu (28/3/21) adalah minggu PALMA, yang dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah (hari raya Paskah), kami sudah sibuk di gereja.

Baca Juga :   KANIT BINMAS POLSEK LOLI BAGIKAN ALAT TULIS MENULIS

“Jadi dalam 1 minggu itu kesibukan kami di gereja juga cukup padat,  sehingga ada beberapa teman wartawan yang minta tanggapan kami belum sempat jawab” jelasnya.

Dirinya menuturkan disaat hari kerja seperti saat ini, dirinya tidak akan keberatan menerima wartawan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

PPK yang menangani proyek Loko Likku, Oktavianus Dapa Loka, ST.

“Mungkini sebentar atau besok saya akan hubungi media tersebut untuk memberikan tanggapan masalah proyek Irigasi Loko Likku’ katanya.

Dalam kesempatan tersebut Wily juga tetap mengimbau agar kontraktor yang mengerjakan proyek Loko Likku agar segera menyelesaikan pekerjaan yang sisa 18 meter karena tinggal memasang bloknya, sehingga airnya bisa mengalir,  apabila curah hujan sudah kurang dan keadaan di lokasi sudah memungkinkan untuk dilanjutkan pekerjaan dengan menggunakan alat berat.

“Jika tidak menyelesaikan pekerjaan itu kami akan lakukan teguran keras” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Oktavianus Dapa Loka, ST., secara terpisah. Dirinya  menjelaskan bahwa pemberitaan TIMEX yang sudah beredar dikalangan Pemerintah Daerah dan masyarakat tentang adanya dugaan proyek Loko Likku yang mangkrakan adalah hal yang keliru.

“Karena bertepatan dengan hari libur Paskah, jadi mungkin kami belum konfirmasi. Tapi apapun itu kami anggap sebagai koreksi. Untuk masalah proyek pengerjaan di Loko Liku yang menjadi kendala disana adalah medan yang sangat berat,” tuturnya.

Okta menjelaskan dalam kondisi curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini, hampir dipastikan alat berat tidak bisa bekerja.  Disitu harus digali sekitar 7 meter, alat beratnya tidak bisa masuk dan selain itu juga, tidak ada operator yang berani, karena potensi longsornya tinggi.

Kata Okta lebih lanjut dengan kondisi seperti itu,  pihak kontraktor juga tidak lepas tangan. Masih tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan, buktinya eksa masih tetap berada disana.

Baca Juga :   Klasis Waimangura Yango Siap Sukseskan Pra Sidang Raya PGI

“Terkait proses pembayaran,  uangnya belum kami bayar semua, belum Provisional Hand Over (PHO), sebenarnya kegiatan masih berjalan karena kondisi saat ini belum memungkinkan untuk dilanjutkan pekerjaan itu” pungkasnya. *** (Octa/002-21),-