MOMEN NATAL MOMEN BAIK UNTUK MENYATUKAN TEKAD & KEKUATAN MEMBANGUN SBD

Tambolaka-SJ …………….. Hari Raya Natal 25 Desember merupakan hari kemenangan umat Kristiani, hal ini menjadi momen indah tersendiri bagi Pemerintah dan masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) untuk menjadikannya sebagai sarana saling bersilaturahmi, saling berbagi kasih dan saling memaafkan sesuai dengan ajaran Kristus yang punya kehidupan ini.

Wabup Marhen Christian Taka bersama ibu, Ny. Octavina T.S. Samani saat open house di rujab 2 Tambolaka SBD

Demikian halnya dengan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP dan Nyonya Octavina T. S. Samani usai mengikuti ibadah Natal pagi hari melanjutkan dengan open house di rujab 2 sementara wakil bupati Rabu (25/12/19) Desa Rada Mata Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Chris Taka bersama ibu merasa bersyukur karena Natal 25 Desember 2019 ini merupakan Natal perdana bagi pasangan dr. Nelis dan Chris Taka dalam memimpin SBD periode 2019-2024. Sehingga momen Natal kali ini dirasa merupakan momen indah yang terselip  didalam program 100 hari kerja mereka memimpin SBD.

“Makna Natal saat ini mempunyai arti yang luas bagi kami, apalagi berada didalam  100 hari program kerja kami. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat SBD yang mayoritas adalah umat Kristiani merupakan satu kekuatan untuk secara bersama-sama membangun SBD. Bukan berarti menyepelehkan kelompok yang minoritas. Tetapi kekuatan yang besar ini harus diolah dengan baik oleh Pemda sebagai kekuatan yang besar dalam membangun daerah” ungkapnya.

Chris Taka menjelaskan bahwa momen Natal saat ini adalah momen yang baik untuk menyatukan kekuatan ini dan mempunyai tekad yang sama untuk SBD kedepannya sebagai wujud dari pernyataan hari kemenangan umat Krsitiani bagi kehidupan imannya.

Baca Juga :   KUNJUNGAN KETUA DPD RI DI SBD, DARI DAERAH UNTUK INDONESIA

“Dengan kemenangan iman ini,  umat Kristiani  harus menunjukan kekristentannya dengan tidak mementingkan dirinya sendiri.  Dia harus mampu menjadi sahabat bagi semua makhluk hidup lainnya. Dia harus menyadari di SBD ini ada saudara-saudaranya yang minorotas dari sisi agama” tuturnya lebih jauh.

Chris Taka mengharapkan momen Natal ini agar merupakan tonggak awal umat Kristiani dalam masa kepemimpinan mereka untuk menunjukan hal-hal posiitif seturut dengan iman Kristiani yang berdasakan Kasih.

Pogram 7 jembatan emas akan mulai diimplementasikan pada tahun 2020 ini. Menurut Chris Taka ke 7 program ini merupakan hal yang utama dan prioritas untuk membangun SBD yang mempunyai topografinya berbukit-bukit dan iklim yang sedikit berbeda dimana ada yang 4-5 bulan basah, sedangkan  daerah  pesisir berkisar 3-4 bulan basah.

Karena adanya perbedaan bulan basah untuk daerah pesisir dan pegunungan maka implementasi 7 program jembatan emas akan disesuaikan dengan kondisi alam. Masalah pariwisata,  adanya dibeberapa daerah (desa) tertentu yang mempunyai potensi wisata dimana Pemerintah akan fokus untuk memperhatikannya.  

“Saya pikir banyak model yang harus kita terapkan sehingga 7 jembatan emas saling mengisi dan saling mendukung sehingga kesejahteraan akan menjadi target utama nanti” katanya.

Wabup Chris Taka bersama Sekwan Isto Taru Bani

Dalam kesempatan tersebut tak Chris Taka juga berpesan buat seluruh ASN yang merupakan ujung tombak pemerintah di SBD. Dirinya mengatakan jumlah ASN yang ada di SBD belum representative dengan kebutuhan daerah. Ini merupakan hal serius yang ditangani oleh Pemda SBD sehingga dengan keterbatasan yang ada harus menjadi kekuatan untuk menunjang program pemerintah dalam membangun SBD.

“ASN itu adalah ujung tombak Pemerintah dalam mengimplmentasikan program dan menyusun rencana-rencana untuk mewujudkan program itu sendiri. Oleh karena itu himbauan saya ASN harus menyadari bahwa menunjukan hal yang positif bahwa sebagai ASN siap melakukan tugas-tugasnya,  baik tugas yang dipercayakan oleh pimpinan maupun tugas yang diperintahkan oleh aturan” ungkapnya tegas.

Baca Juga :   Hingga Saat Ini SBD Belum Ada Yang Positif Covid-19

Chris Taka juga menyadari bahwa dampak dari politik ikut mempengaruhi kinerja dan loyalitas ASN, walaupun secara aturan ASN harus netral tetapi dalam kenyataannya budaya ketimuran yang membuat adanya keberpihakan pihak-pihak tertentu.

“Bacaan orang awam seolah-olah ASN itu terkotak-kotak, menurut saya tidak karena aturan, oleh karena itu hal ini harus menjadi perenungan sejumlah elemen yang ikut bertanggung jawab bagi daerah ini. Sekaligus untuk memulai memperjelas, mempertegas bahwa birokrasi itu netral adanya” ujarnya menutupi bincang-bincangnya dengan media SJ,-*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.