DANDIM 1629/SBD MENGHADIRI KEGIATAN FGD PENGELOLAAN HUTAN KABUPATEN SBD

Tambolaka-SJ………. Dandim 1629/SBD, Letkol  Inf. Alfat Denny Andrian menghadiri kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) di aula SVD Jl.  Karya Kasih Tambolaka Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya  (SBD), Senin (6/12/21).

Hadir dalam kegiatan FGD tersebut, Bupati SBD,  dr. Kornelius Kodi Mete, Dandim 1629/SBD Letkol Inf Alfat Denny Andrian, Kasat Reskrim Polres SBD, Ipda Yohanes E.R Balla SE, Kadis LHK Provinsi NTT Bapak Ondy Christian Siagian SE, M.Si, Wakil Ketua DPRD SBD,  H. Samsi Pua Golo, ST, Staf Lingkungan Hidup Kabuapten SBD,  Agnes M. D. Reda Lete, Sekdis Bapelitbangda SBD Yohanes Robert Mbay, S.Sos, Kepala UPTD KPH Wilayah SBD, Marthen Bulu S. Hub, Kasi Ops Pol PP, Boby Wawo, Para Kepala Desa sekitar kawasan Hutan, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.

Kadis LHK Provinsi NTT, Ondy Siagian SE, M. Si, dalam sambutannya mengatakan kegiatan FGD  Pengelolaan Hutan ini merupakan momen yang sangat baik untuk kita sama-sama melakukan diskusi agar kita bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk pengelolaan hutan.

Kita semua wajib memiliki peran dalam menjaga kelestarian hutan dengan melibatkan seluruh masyarakat dan juga aparat terkait dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk seluruh kabupaten kota dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk memantapkan status dan fungsi kawasan hutan dalam wilayah kabupaten SBD, harus bisa memanfaatkan sumber daya hutan secara optimal dengan memperhatikan aspek kelestarian melalui pengembangan hasil hutan dengan baik.

Dalam arahannya Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan FGD ini untuk menjaga kelestarian hutan yang berada di Kabuapten SBD.

“Kami selaku pimpinan daerah berterima kasih kepada Kadis LHK Provinsi NTT sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam kegiatan ini sangat penting bagi kami agar bisa menjaga kelestarian hutan yang saat ini sudah ada dan kita selalu meminta dukungan dari Pemda, para kepala desa, dan para tokoh masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian hutan” ungkap Bupati.

Baca Juga :   Habis Terima Dana BLT, Beli Miras, Teman Sendiri Ditebas

Bupati Kornelius menjelaskan Pemda sangat mendukung kelestarian hutan dan kami sudah mempersiapkan 7 Jembatan Emas yang kami terapkan disetiap Kecamatan maupun Desa kami akan selalu menjaga kelestarian hutan yang berada di wilayah SBD.

“Kawasan hutan di SBD sangat indah sekali kami meminta agar dinas kehutanan untuk memfasilitasi masyarakat yang berada disekitar kawasan hutan dengan ijin resmi untuk dapat mengelola hutan secara legal” jelasnya.

Sementara itu Dandim 1629/SBD Letkol Inf Alfat Denny Andrian mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat penting karena bisa dikatakan kesempatan yang langka apalagi dalam FGD ini,  merupakan sesuatu hal waktu yang tepat bagi dirinya  selaku Dandim memberikan suatu gambaran yang nyata dalam bidang kehutanan.

Melihat dari fungsi kami sebagai militer adalah adanya pertahanan dalam wilayah yang mengacu pada Undang-ndang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di situ ada yang namanya adalah Operasi Militer Selain Perang yang salah satu poinnya disitu adalah pemberdayaan wilayah pertahanan ini menyangkut hal yang sangat luas.

“Apabila kita melihat situasi Kodim ini adalah satuan militer yang bersifat teritorial atau kewilayahan sehingga dalam bidang pertahanan itu kita mencakup berbagai hal untuk memenuhi segala unsur yang kita perlukan dalam pertahanan wilayah” kata Dandim.

Lebih lanjut Dandim 1629/SBD menjelaskan, sehubungan dengan Undang-undang TNI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda ada beberapa hal yang absolut dalam bidang pemerintahan yang salah satunya adalah tentang politik luar negeri dan tentang bidang pertahanan.

Pertahanan menjadi hal yang sangat penting selain bidang politik luar negeri karena kedaulatan negara kita diakui oleh dunia maka pertahanan menjadi bidang yang paling penting agar kita bisa menjadi negara yang berdaulat.

Baca Juga :   Polres Sumba Barat Perketat Pengamanan Jelang Rapat Pleno KPU

“Melihat di peta sekarang Indonesia khususnya pulau Sumba termasuk dalam kategori pulau yang paling terluar yang salah satu faktor untuk menunjang pertahanan maka diperlukan penambahan kekuatan atau pasukan cadangan seperti yang kita dengar saat ini dengan nama Komponen Cadangan” jelasnya.

Dirinya berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dalam rangka untuk memberdayakan wilayah pertahanan dan  mudah-mudahan apa yang kami sampaikan dengan singkat walaupun bisa memberikan pengetahuan tentang pentingnya pelestarian hutan agar bisa melindungi kita tidak hanya dari masalah bencana Alam, Kelaparan tetapi bisa melindungi kita dari Negara-negara lain yang coba-coba untuk menjadi ancaman bagi keutuhan Wilayah Indonesia.

 Wakil Ketua DPRD SBD, H. Samsi Pua Golo, ST., mengatakan dampak dari penebangan liar sangat fatal karena akan berimbas kepada anak cucu kita oleh karena itu harus melakukan pencegahan penebangan liar karena kita sangat penting untuk menjaga kelestarian alam.

Kepada para kepala desa yang berada disekitar hutan agar bertindak tegas bagi pelaku penebangan hutan jangan pernah takut dan melaporkan kepada pihak terkait terutama kepada Babinsa maupun Babinkamtibmas dan aparat desa.

“Pembangunan yang menggunakan kayu seperti pembangunan Sekolah, Puskesmas dan lain-lain  harus dicek apabila tidak memiliki ijin harus ditindak secara tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Wilayah Indonesia” tegasnya. *** (Muel/008-21),-