Waibakul-SJ……… Kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk kedua kalinya di Kabupaten Sumba Tengah dengan agenda penanaman padi perdana di lokasi Food Estate yang bertempat di zona 4 Desa Makatakeri Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah pada Jumat 08 Januari 2021.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si.,M.H., bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Daniel Landa bersama Forkopimda Kabupaten Sumba Tengah, para Kepala SKPD lingkup Pemerintahan Kabupaten Sumba Tengah, Jajaran TNI dan POLRI.
Menteri Pertanian RI didampingi langsung oleh beberapa pejabat lingkup Kementrian Pertanian diantaranya Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, Dirjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subgyono, M.Sc, Dirjen PSP Dr. Sarwo Edhy, SP. MM dan Kepala Balitbangtan Kementrian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.
Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S.K.Limu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan Menteri Pertanian bersama tim yang hadir di Kabupaten Sumba Tengah ditengah curah hujan yang terus mengguyur.
“Meski ditengah keadaan cuaca yang tidak bersahabat serta dengan berbagai kesibukan Bapak Menteri namun masih meluangkan waktu bagi kami di Sumba Tengah” ucap Bupati Sumba Tengah sambil meneteskan air mata haru dan bahagia.
Sebagai wujud penghargaan bagi Menpan RI, Pemda dan masyarakat Sumba Tengah memberi gelar Umbu Syamsul Yasin Limpo, karena dirinya telah membawa peradaban baru bagi Sumba Tengah. Selain itu sebagai tempat penghargaan, tempat ini dinamakan bukit Food Estate, mengapa demikian karena cinta yang tulus dari hati yang tulus untuk Sumba Tengah, dalam tempo 3 bulan Sumba Tengah sudah mendapat dukungan dari Menpan 35 Milyar.
“Beliau datang bukan soal uang tetapi karena ketulusan dan hati yang tulus melayani Sumba Tengah, sekali lagi kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumba Tengah menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sumba Tengah. Lahan kami yang kelihatan ini adalah zona 4 dengan luas lahan 7.000 hektar, karena cuaca maka masing-masing poktan menunggu di lokasinya masing-masing dan khusus di zona 5, lahan jagung seluas 300 hektar sehingga zona 2 dan zona 3 itu lahan baru dengan luas 450 Hektar, kebiasaan kami bila tidak ada alsintan maka pada bulan Maret baru dikerjakan dan kami yakin betul bahwa ini adalah perubahan peradaban di Sumba Tengah” ungkap Bupati Paulus.

Sementara itu Menpan RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si.,M.H., mengatakan dirinya bahagia sekali dan Alhamdulillah, syukurillah karena tempat ini begitu bagus dan indah, kalau bisa tempat ini dibenahi lagi agar tempatnya lebih indah bila memungkinkan pindahkah saja rumah siapa disini.
“Atas kebijakan Presiden, dengan segala cara kita dan upaya kita untuk meyakinkan semuanya termasuk Presiden Jokowi bahwa orang-orang di Sumba Tengah (di Nusa Tenggara Timur) tidak main-main untuk merubah kehidupan dan peradabannya.
“Bupati sangat serius dan semuanya sangat serius, jadi saya datang ke Sumba Tengah untuk menangkap keseriusan itu. Orang Sumba Tengah tidak mau kalah dengan seluruh orang yang ada di Indonesia, apalagi se-NTT, kalian mau kalahkan Kabupaten lain di NTT, ayo Bupati, aku bantu karena aku dibelakangmu,” ungkap Menteri Syahrul.
Lebih lanjut kata Menpan oleh karena itu Kepala desa, para Camat, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Seksi, Kepala Kampung dan semua kita harus turun tangan, kalau tidak mau kalah maka pendapatan rakyat Sumba Tengah kita harus jamin lebih baik lagi kedepan dan beda dari Kabupaten lain. Itu harus dipastikan, kita merubah peradabannya orang NTT, yang tadinya orang mengatakan NTT nasibnya tidak menentu, saya katakan nasib pasti menentu di NTT, lihat tanda alam ini dimana ada hujan tetapi hujannya bersahabat dengan kita dan ini tanda-tanda baik, saya minta Dirjen turun tangan dengan penuh kemampuan di wilayah Sumba Tengah” lanjut Menteri.
“1 rumah bisa menanam 4 pohon dan kapan itu ?? mulai bulan depan, kelompok tani harus dilatih, nanti saya turunkan Kepala Badan Litbang dan Kepala Badan Sumber Daya Manusia dan saya minta Kepala Dinas Sumber Daya Manusia Provinsi untuk melatih para petani“ ungkap Menteri. *** (004/SJ/21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
