KOPDIT PINTU AIR RAIH PENGHARGAAN PERINGKAT I SKALA BESAR NASIONAL

Maumere-SJ…..Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air meraih penghargaan sebagai koperasi kredit SKALA BESAR NASIONAL 2021 DENGAN VOLUME USAHA TERBESAR kategori Aset 1 Triliun,  versi Majalah Peluang dalam Nominasi 100 Koperasi Besar Indonesia.

Kopdit Pintu Air dengan total anggota 278.858 lebih dan total asset Rp.1.353.000.000 (satu Triliun tiga ratus lima puluh tiga milyiar),  penghargaan ini diterima oleh Sekretaris II Pintu Air dan  Kepala Bidang Penagihan Pintu Air di Aula Smesco, Jalan Gatot Subroto No. 94 Jakarta,  Selasa (23/2/21).  Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Kopdit Pintu Air Yakobus Jano yang di hubungi media via telepon seluler.

Lebih lanjut Jano mengatakan untuk provinsi NTT Kopdit Pintu Air berada pada peringkat I baik dari Jumlah anggota dan juga asset. Awalnya koperasi ini didirikikan oleh 50 anggota di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur  26 tahun yang lalu tepatnya 1 April 1995. Kopdit Pintu Air terbesar dari sisi jumlah anggotanya sedangkan asetnya masih ada kopdit lain. Kita fokus ke anggota bertambah dari waktu ke waktu. Kenapa lebih banyak anggotanya,  karena Kopdit Pintu Air mau terjemahkan sila ke-5 dari Pancasila yaitu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakobus Jano, Ketua Umum Kopdit Pintu Air

“Banyak koperasi lebih besar asetnya ketimbang anggotanya,  sedangkan Pintu Air lebih utama jumlah anggotanya, manusianya ada dulu nanti asetnya menyusul” tuturnya.

Jano menjesakan bahwa selama ini orang kaya ya tetap kaya, miskin ya tetap miskin. Kopdit Pintu Air datang menawarkan bagi kita semua bagaimana kita adakan usaha bersama melalui simpan pinjam atau budaya menabung. Tugas kita mewartakan suatu kebaikan secara bersama-sama. Kita tidak boleh ego, cukup kita saja biarkan yang lain jangan bergabung. Kopdit Pintu Air terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tidak memandang Suku, Agama, Ras, Golongan maupun wilayah, orang buta, lumpuh, tuli selakipun bisa bergabung bukan menjadi ukuran yang penting dia masih manusia.

Baca Juga :   Bupati Nelis Lepas 10.000 Bibit Ikan Nila di Wee Wagha

Kita jangan bangga dengan penghargaan ini. Ini merupakan suatu tanggung jawab kita dan kuncinya rasa memiliki karena ini adalah milik anggota.

Jano berpesan kepada anggota mari membenahi mulai dari kita, bukan lembaganya. Lembaga akan baik apabila anggota sebagai pemilik lembaga ini ada rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lembaga. Kepada Pemerintah,  ini hasil kerja masyarakat untuk memberikan suatu kontribusi untuk membangun nusa dan bangsa walaupun dari sisi mereka punya uang recehan. Sehingga ini bukan menjadi kebagaan namun menjadi tanggung jawab. Mari kita menjaga lembaga ini baik dari anggota, masyarakat dan pemerintah sehingga bisa memberikan kontribusi agar bangsa kita ini bisa masuk kategori maju bukan berkembang lagi.

“Kenapa kita kalah dari bangsa lain,  apa kurangnya kita dengan bangsa lain? Kita tidak saling bersama-sama untuka membangun, kadang kita merusak apa yang sudah dibangun bukannya melanjutkan atau merawatnya. Inilah kekeliruan kita jangan diulang kedepannya,  sehingga kita bisa keluar dari zona berkembang ke maju” pungkasnya. *** (010/SJ/21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.