Pemda & Investor Sepakati Bangun Pariwisata SBD

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete didampingi Wabup Marthen Christian Taka, S.IP saat memberikan arahan dalam pertemuan investor dan Pemda SBD

Tambolaka-SJ…………………… Bertempat di Lopo Rumah Jabatan Bupati (Rujab Bupati), para investor bertemu di Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Minggu 16 Februari 2020 malam untuk membicarakan pembangunan SBD khususnya dibidang pariwisata.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut beberapa pimpinan OPD, Kepala Kanto Pertanahan SBD, pengusaha-pengusaha lokal SBD dan pelaku-pelaku bidang pariwisata.

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP memimpin langsung pertemuan tersebut yang disertai diskusi serius untuk menyamakan persepsi dan menentukan strategi yang mendukung program pembangunan pariwisata SBD.

Hasil dari pertemuan tersebut disepakati beberapa hal yang akan ditindaklanjuti oleh Pemda dan Stake holder yang ada di SBD, diantaranya: pertama , setiap pemilik tanah/lahan wajib memberi batas/pagar sehingga adanya aktivitas dan tidak dibiarkan kosong. Kedua, harus ada perwakilan investor yang mudah dihubungi oleh Pemda, Ketiga, Pemda SBD akan menyiapkan khusus informasi dalam 2 tahun kedepan untuk sehingga investor memperoleh data dan informasi yang tepat. Keempat,  pemilik lahan yang ada di SBD akan didata, karena ditemukan banyak lahan yang terdata atas nama orang lain, bukan pemilik aslinya, Kelima,  Pemda SBD akan segera mengeluarkan Perda revisi RTRW SBD dalam 3 bulan kedepan.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutan penutupnya mengatakan akan menindak lanjuti semua apa yang sudah disepakati malam ini untuk membangun SBD yang lebih baik kedepan secara bersama-sama.

“Yang membangun SBD adalah kita semua, yang membangun pariwisata kita semua, kemajuan itu menjadi milik kita bersama, kerja sama dan kerja cerdas. Kita akan fungsikan sarjana yang ada di SBD, ada 3.000 sarjana yang masih nganggur akan mendorong agar mereka mendapat UMKM dari Bank” ungkapnya.

Baca Juga :   SBD Siap Gelar Festival Kopi Inklusi Sumba

Dipantau oleh media ini direncanakan pertemuan lanjutan akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Disepakati bersama setiap tiga bulan akan dilakukan pertemuan-pertemuan untuk menyepakati program strategis pembangunan SBD khususnya dibidang pariwisata.

Kepala Plt Bappeda SBD, I Nyoman Agus yang dihubungi media disela-sela kegitan pertemuan mengatakan, pertemuan antara para investor dengan Bupati dan Wakil Bupati SBD ini merupakan hal positif yang dapat membantu Pemerintah dalam menyusun program pembangunan.

“Apa yang dibicarakan disini terutama masukan-masukan dari para investor sangat berharga untuk Pemerintah dan menjadi perhatian kita. Masalah pengelolaan sampah, air, infrastruktur pendukung, terutama pariwisata yang menjadi perhatian kita” ungkapnya.

Lebih lanjut I Nyoman menjelaskan dimana sekarang ini dalam proses pembuatan RPJMD, pariwisata merupakan salah satu daru 7 program jembatan emas, sehingga masukan-masukan dari investor ini menjadi sangat berharga bagi pemerintah.

Dirinya berharpa semua stake holder bersinergi dalam mengembangkan pariwisata SBD yang merupakan masa depan Sumba yang mempunyai potensi besar dan industri besar  yang bisa dimanfaatkan.

“Jadi ini merupakan masukan-masukan besar bagi Bappeda karena saat ini sedang menyusun RPJMD tahun 2020” tuturnya.

Ditempat terpisah Kepala Kantor Pertanahan SBD Ridonsius Djula, S.ST kepada media mengatakan pertemuan ini sangat penting untuk menunjang pembangunan pariwisata SBD. Ada dua hal yang harus menjadi perhatian khusus untuk membangun pariwisata di SBD.

Kepala Pertanahan SBD, Ridonsius Djula, S.ST saat memberikan masukan-masukan bagi Pemda dan Investor yang hadir

“Ada dua hal yang harus menjadi perhatian dalam pembangunan pariwisata SBD yaitu akses ijin lokasi dan akses sarana prasarana sehingga para investor bisa membangun di SBD” ujarnya.  

Dirinya menjelaskan masalah perijinan merupakan hal penting bagi pengusaha, dengan mendorong Pemerintah Daerah untuk mempermudah akses ijin lokasi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, sehingga  para pengusaha mau membangun di SBD. Regulasi tentang RTRW yang dalam proses revisi untuk kabupaten SBD, jika sudah selesai pada bulan Maret kedepan akan meyakinkan pengusaha untuk mulai membangun.

Baca Juga :   KSP KOPDIT PINTU AIR PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA

Akses sarana prasarana juga sangat dibutuhkan, untuk SBD jalan sudah oke, sehingga tinggal ditunjang lagi dengan sarana listrik dan air. Pemerintah bisa memberikan arahan teknis pada pengusaha untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang ada.

“Seperti yang disampaikan oleh Bupati, di Kodi air banyak, hanya tinggal bagaimana mengambil air itu atau mengangkatnya ke atas. Misalnya di Mananga Aba air laut sudah bisa diolah dengan teknologi menjadi air bersih” jelasnya.

Kaitan dengan sertifikasi oleh Badan Pertanahan, dirinya mengatakan data yang ada dipihaknya tanah/lahan yang ada didaerah-daerah potensi wisata masih merupakan milik perorangan, dirinya belum bisa memastikan pemilik lahan tersebut buat investor atau bukan karena masih milik perorangan. Untuk SBD lahan yang sudah bersertifikat baru 30%.

“Sementara ini data investor yang ada di SBD tidak sampai 20 yang sudah tercatat di Pertanahan melalui penurunan dari hak milik menjadi hak guna bangunan ataupun hak guna usaha. Kedepan BPN sangat welcome untuk pengurusan tersebut. Kalau ada yang sulit silahkan datang ke kantor untuk kita pecahkan persoalan secara bersama dan kita cari jalan keluarnya” tutupnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.