Hingga Saat Ini SBD Belum Ada Yang Positif Covid-19

Juru bicara posko satgas Covid-19, drg. Yulianus Kaleka

Tambolaka-SJ…… Berita yang beredar di masyarakat melalui media sosial (facebook dan Whats App) bahwa kabupaten Sumba Barat Daya (SD) sudah ada 2 orang hingga 6 orang yang positif terjangkit virus corona (covid-19) adalah tidak benar.

Demikian diungkapkan juru bicara satgas covid-19 SBD, drg. Yulianus Kaleka di posko penanganan covid-19 lapangan Galatama desa Rada Mata Kecamatan Kota Tambolaka SBD, Jumat (24/4/20) siang kepada awak media.

“Sampai dengan saat ini SBD belum ada PDP, yang ada adalah ODP kita yang hingga saat ini sudah mencapai jumlah 194 orang, dari angka tersebut 91 orang sudah dinyatakan sehat dalam masa pemantauan sedangkan 103 orang masih dalam masa pemantauan oleh satgas tingkat kecamatan maupun desa” ungkapnya.

Ssosialisasi dan edukasi gencar dilakukan di tempat-temoat umum

PDP dan positif akan ditentukan oleh Rumah Sakit rujukan yaitu RSUD Waikabubak Sumba Barat dan RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur. Jadi berita atau informasi yang beredar tersebut tidak dibenarkan, dan kami harap agar tidak disebarkan ke seluruh elemen masyarakat, seolah-olah SBD sudah ada pasien dalam pengawasan apalagi yang positif covid-19.

Yulianus menjelaskan OAR dari hari ke hari semakin bertambah bahkan kedepannya akan semakin bertambah, langkah-langkah yang persiapkan oleh Satgas Covid-19 SBD adalah memperkuat pusat komando, posko kecamatan dan  posko desa. Posko kabupaten menyusun langkah-langkah untuk semakin memperketat ruang gerak OAR yang tersebar di seluruh wilayah SBD.

Karantina 1 hari yang sudah berjalan selama ini ditiadakan dulu, tetapi seluruh OAR dari Bandar udara, pelabuhan dan transportasi darat dari Waingapu diarahkan untuk diedukasi di posko kabupaten  Galatama dan selanjutnya dikembalikan ke wilayah masing-masing dalam pengawasan ketat oleh posko kecamatan dan desa.

Baca Juga :   Mentan Yasin Limpo Kunker Perdana di Sumba Tengah
Pemeriksaan OAR di bandar udara Tambolaka SBD

Bagi OAR yang tidak mengindahkan himbauan dari protokol kesehatan untuk karantina mandiri selama 14 hari, dalam pertemuan satgas tadi kita sudah putuskan untuk dilakukan patroli ke seluruh wilayah SBD.

“Tidak dipungkiri ada OAR yang tidak disiplin, sehingga kami akan lakukan patrol untuk memastikan OAR tersebut tidak berkeliaran di masyarakat, selain itu kita akan membubarkan kerumunan-kerumunan massa. Social distancing dan physical distancing secara tegas akan dikawal oleh tim patrol kabupaten” katanya.

Kata  Yulianus memang belum sampai pada PSBB karena harus sepengetahuan dan seijin Kementerian  Kesehatan, tetapi yang penting disini bagaimana masyarakat memahami langkah-langkah terkait pencegahan covid-19 seperti menghindari kerumunan masyarakat, harus berada di rumah saja dan mengindahkan nasehat-nasehat dari petugas kesehatan. Sehingga masyarakat semakin hari semakin disiplin.

Ditempat terpisah ketua tim percepatan penanggulangan covid-19 SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos kepada media mengatakan aktivitas sosial yang sifatnya berkelompok akan diambil langnkah tegas untuk menghentikannya.

Tim Gabungan Satgas Covid-19 SBD, di Bandar Udara Tambolaka

Misalnya pesta-pesta tidak boleh lagi, kematian yang membutuhkan waktu sampai 5,6 hari penguburan dihentikan. Oleh karena itu kita akan menghimbau masyarakat agar menguburkan orang mati 1 hari saja sesuai surat edaran Bupati Sumba Barat Daya(SBD) untuk menghindari hal-hal yang sifatnya penularan jangan sampai masyarakat lain terkontaminasi oleh karena dalam pertemuan itu ada begitu banyak masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut Adilalo mengatakan ruang-ruang publik akan dilakukan himbauan supaya setiap ruang publik harus ada disenfektannya,  kalau tidak disiapkan pemerintah akan mengupayakan.

“Seluruh Toko, Restoran, Warung, Hotel, Kios, Café dan pasar harus ada disenfektan. Untuk mencegah mengantisipasi tertularnya penyakit Covid-19. Kami akan upayakan untuk melakukan penanganan serius mengingat wabah ini bukan hanya membuat panik kita di daerah, tetapi secara nasional bahkan seluruh dunia” katanya.

Baca Juga :   SP Online Diperpanjang Hingga Mei 2020
Ketua tim penanggulangan percapatan penanggulangan covid-19 SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos

Melalui dinas kesehatan dan dinas komunikasi dan informatika kabupaten SBD kami akan melakukan desiminasi informasi kepada masyarakat baik lewat koling, tamplate, spanduk, brosur atau pertemuan-pertemuan yang disampaikan melalui kepala desa, camat atau melalui tim satgas yang akan turun ke lapangan.  

“Karena itu setiap posko baik posko yang ada di desa maupun di kecamatan ataupun kabupaten selalu menyiapkan informasi untuk disampaikan kepada masyarakat, jangan percaya berita hoax” tutupnya.-*****

Liputan: Octav Dapa Talu,-