FUNGSI BABINSA ADALAH FUNGSI PENCEGAHAN

Tambolaka-SJ…… Bertempat di masjid Al Falah, kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka pada Sabtu (25/4/20) malam,  Tim Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), bersama Polsek Loura, Satuan Brimob Kompi 4 Yon A SBD dan Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka lakukan penyuluhan dan himbauan bagi umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa untuk patuh pada protokol kesehatan dan himbauan Pemda SBD dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka, Serda Yoris Mere saat memantau langsung ibadah Tarawih umat muslim di Masjid Al Falah Weetebula

Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka Serda Yoris Mere pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf atas kehadiran pihaknya yang seolah-olah membatasi umat beribadah.  

“Sebelumnya kami bersama tim satgas covid 19 Kabupaten SBD memohon maaf sebesar-besarnya atas  kehadiran kami terkesan seolah-olah membatasi bapak/ibu dalam beribadah. Situasi yang sedang terjadi sekarang ini kita semua tahu, bahwa sesuai arahan dari Wakil Ketua Tim Satgas Penanggulan covid SBD Johanes Tende¸ SH dan ibu dokter Elfrida Marpaung wabah virus corona saat ini sedang melanda dunia sampai ke daerah kita SBD” ungkapnya.

Kata Yoris, bahkan ada beberapa Negara yang situasinya sekarang sangat mengerikan dan menyedihkan, pertanyaan saya apa kita mau hal itu terjadi Negara kita lebih khusus di kampung kita. Jadi kedatangan kami tidak untuk melarang bapak/ibu untuk beribadah. Ibadah itu hak prerogative seseorang, dan dilindungi oleh UU. Tetapi situasi saat ini memaksa kita untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.

Lanjut Yoris ini membutuhkan  kesadaran kolektif dari kita semua. Anak-anak belum paham akan situasi ini tetapi yang  paham kita orang tua, kalau kita sayang sama keluarga kita, sayang anak-anak kita, mari kita jalankan semua apa yang menjadi himbauan pemerintah,  mentaati protap kesehatan dari pemerintah.

Baca Juga :   Caleg PBB Dari Bukambero Lepas Masa Lajangnya

“Kehadiran kami disini sebagai wujud dari rasa sayang kami pada masyarakat, rasa cinta pada masyarakat, kami jalan siang dan malam bukan untuk kepentingan kami tetapi kepentingan kita bersama” tuturnya.

Serda Yoris juga menyadari mungkin bapak/ibu berpikir ko ada tentara dan polisi, seolah-olah kami datang untuk menakut-nakuti, dari ujung kaki sampai ujung rambut kami mohon maaf sebesar-besarnya, kami tidak punya niat untuk menaku-nakuti, kedatangan kami cuma mau menghimbau bapak/ibu dan saudara-saudari, mari kita sadar, mari kita ingat akan apa yang sedang terjadi saat ini, dan kehadiran kami TNI/Polri dalam rangka mendampingi Pemda, karena tugas dan fungsi kami menangani sutasi seperti saat ini dimana sedang ada bencana, bencana non fisik yang tidak kelihatan secara kasat mata.

“Tugas pokok kami TNI sudah diatur dalam UU TNI No.34 Tahun 2004. Selain perang, salah satunya mengatasi bencana alam, yang kedua membantu Polri didalam menjaga Kamtibmas, dan ketiga membantu Pemda dalam membangun daerah” katanya.

Lebih lanjut Yoris menjelaskan jadi bapak/ibu sekalian jangan kaget kalau melihat Babinsa masuk keluar kampung, karena tugas dan fungsinya mencegah, mencegah setiap situasi yang terjadi di masyarakat agar tidak merugikan masyarakat itu sendiri.

“Karena fungsi kami adalah fungsi pencegahan” ujarnya lagi.

Saya yakin hari ini bapak/ibu benci dengan saya, tidak suka dengan saya tetapi suatu ketika akan akui apa yang kami lakukan untuk masyarakat. Jadi saya tidak punya niat untuk membatasi bapak/ibu melakukan ibadah, tetapi mari patuhi protap kesehatan dan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak dan menghindari orang banyak berkumpul untuk mencegah dan memutus mata rantai wabah virus corona ini.

Sebelumnya H. Syamsi P. Golo, ST pengurus Masjid AL Falah yang juga Wakil Ketua MUI SBD dan Wakil Ketua I DPRD SBD sudah menjelaskan alsan  kehadiran tim satgas bersama TNI/Polri.

Baca Juga :   Bapelitbangda Gelar Diskusi Publik Kopi Robusta SBD
H. Syamsi P. Golo saat memberikan arahan didampingi Babinsa Serda Yoris Mere, Kapolsek Loura Kompol I Ketut Mastina, S.Sos dan Wakil Ketua Satgas Covid SBD, Johanes Tende, SH

Semuanya terlibat diminta ataupun tidak diminta untuk memberikan edukasi, pemahaman dan himbauan jika adanya perkumpulan orang dalam jumlah yang besar, dalam aktifitas apa saja,  mau  ibadah, mau pesta, mau kematian maka tugas daripada tim adalah memberikan edukasi, memberikan pemahaman, himbauan kepada kita semua agar bisa mentaati protap dan anjuran-anjuran pemerintah, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Fatwa MUI mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat kabupaten.

“Bukan larang untuk kita beribadah, tetapi dalam rangka menjaga  agar situasi  penyebaran covid-19 dapat kita cegah atau kita minimalisir terjadinya perkambangan virus ini” jelasnya.

H. Syamsi tegaskan virus ini hanya bisa berkembang kalau kita berkumpul begitu banyak tanpa menggunakan masker, apalagi kalau kita sujud  dilantai yang belum dibersihkan dengan disinfektan. Atau tempat sujud kita disentuh oleh orang yang mungkin membawa virus.  

Kata H. Syamsi kita harus saling mencurigai satu dengan lainnya apalagi saat ini NTT sudah masuk dalam Zona Merah dan SBD sudah ada 5 orang yang positif hasil rapid test sekalipun belum positif corona, dan sedang menunggu hasil uji swab dari laboratorium di Surabaya.

“Salah satu dari 5 orang tersebut adalah umat Islam di SBD. Orang tersebut tinggal di kos, di kos tersebut ada perempuan, ada laki-laki yang mungkin saja sekarang datang sholat, bayangkan kalau swabnya besok dia positif, 1 kampung ini diisolasi bukan hanya satu masjid” pungkasnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-