DESA LOLO OLE GELAR PELATIHAN PEMBUATAN KLOSET

(ki ke ka) Sylvester D. Bili, Lodowaik L. Raya, Marthen U Wokura, Marianus Lelu Keda dan Antonio Xienes.

Lolo Ole-SJ ……………… Pemerintah Desa Lolo Ole Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) gelar pelatihan pembuatan kloset ramah lingkungan selama dua hari 24-25 januari 2020. Bertempat di kediaman kepala desa Lolo Ole tampak 16 orang dari 4 dusun mengikuti pelatihan pembuatan kloset dari narasumber Weyk Rangga Roko 3-4 GKS Mata.

Turut hadir dalam pelatihan pembuatan  kloset ini Babinsa Serda Antonio Xienes, kepala desa beserta aparat desa Lolo Ole, Pendamping Desa Silfester D. Bili dan beberapa tokoh masyarakat dan pemuda yang menyaksikan kegiatan pelatihan ini.

Kepala desa Lolo Ole Marinus Lelu Keda dalam sambutannya mengatakan desa Lolo Ole adalah desa deklarasi STBM pada tahun 2017 yang lalu, sehingga dengan pelatihan pembuatan kloset ini adalah keberlanjutan dari program STBM (Sanitasi Berbasis Masyarakat) untuk mewujudkan desa Lolo Ole yang mempunyai WC dengan kloset ramah lingkungan.

“Kesehatan adalah segala-galanya, sehingga dengan  adanya pelatihan pembuatan kloset ini dapat membantu masyarakat untuk membeli kloset ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau. Kalau beli di toko harga berkisar antara Rp. 150-200.000,-“ tuturnya.

Lebih lanjut  Marinus menjelaskan bahwa didesanya sudah 99% masyarakat yang menggunakan kloset leher angsa, sehingga tinggal 1% yang menggunakan WC cemplung. Dengan pelatihan ini juga diharapkan jika masyarakat sudah mempunyai keahlian maka desa akan terus memfasilitasi pengadaan mal kloset, sehingga dapat membantu masyarakat untuk membantu ekonomi keluarganya.

“Jika peserta pelatihan sudah memperoleh ilmu dan ingin mengembangkan usaha pembuatan kloset ini, desa akan membuat BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) sehingga dengan produksi kloset dapat dijual keluar desa untuk membantu ekonomi warga” ujarnya.

Baca Juga :   KAUM DIFABEL MENDAPAT PERHATIAN DALAM BURSA INOVASI DESA

Marinus menjelaskan program ini juga untuk memberikan keahlian bagi anak-anak muda yang masih nganggur sehingga bisa membuka ruang bisnis bagi mereka kedepan. Dirinya juga melihat peluang bisnis kloset ini sangat bagus kedepan, apalagi masyarakat kecamatan Wewewa Barat belum semuanya menggunakan kloset leher angsa.

Babinsa  Serda Antonio Xienes yang turut mendampingi pelatihan pembuatan kloset ini memberi apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah desa. Karena selama ini setiap ada pengadaan kloset pemerintah desa membelinya dari toko dengan harga yang cukup mahal.

“Ini program yang sangat baik sekali, saya mendukung sekali program pelatihan ini karena selain untuk kebutuhan pribadi, jangka panjangnya masyarakat bisa membuat usaha kecil atau lewat BUMDES yang akan membantu ekonomi warga” ungkapnya.

Antonio juga mengapresiasi warga masyarakat Lolo Ole yang sudah menggunakan WC dengan kloset ramah lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini dan warga mempunyai keahlian membuat sendiri kloset angsa ini Antonio meyakini semua masyarakat desa Lolo Ole akan menggunakan kloset ramah lingkungan.

“Saya menghimbau agar peserta yang mengikuti pelatihan ini benar-benar serius sehingga setelah memproduksinya nanti bisa mempromosikan ke tempat lain. Saya juga berharap ini menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakatnya untuk menjadikan kloset ramah lingkungan ini sebagai BUMDES dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya” tuturnya.

Pendamping Desa Sylvester D. Bili mengatakan program pelatihan pembuatan kloset ini merupakan program yang menggunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat. Program ini merupakan replikasi dari program inovasi desa yang mempunyai dampak positif dibidang wira usaha. Dirinya berharap program ini dapat berkembang sehingga masuk dalam BUMDes.

“Belum banyak desa yang menangkap porgam ini, untuk kecamatan Wewewa Barat baru 4 desa dari 20 desa yang akan memprogramkan pelatihan pembuatan kloset. Jika sudah memproduksi banyak bisa kita jual di counter atau bisa dikelola langsung oleh desa” ujarnya menjelaskan.

Baca Juga :   Plt Bupati SBD Letakkan Batu Pertama Sekolah Luar Biasa

Dirinya berharap di tahun 2020 ini program ini berkelanjutan sehingga jika ingin dijadikan BUMDES maka desa tinggal melengkapi alat-alat yang dibutuhkan. Agar di tahun 2020 ini masuk dalam pengembangan sehingga produksinya harus bersifat kontinyu, jika dijual dengan harga Rp. 80.000/kloset diperkirakan akan banyak pesanan dari masyarakat, sehingga produksinya harus kontinyu.

 Instruktur pelatih dari Weyk RRP 3-4 GKS Mata Marthen Umbu Wokura mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan dari Weyk. Pihaknya sudah beberapa kali memberikan pelatihan hingga ke kabupaten Sumba Timur. Ilmu yang diperoleh ini merupakan warisan CD Bethesda yang bermitra dengan Weyk.

“Jadi kelompok Weyk GKS Mata hanya ingin membagi ilmu dan pengalaman khususnya dalam pembuatan kloset. Di Weyk GKS Mata ada banyak hal yang sudah kami buat diantaranya pembuatan pangan lokal, pembuatan kloset dan kami juga sudah mempunyai koperasi sendiri” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman yang ada ini dirinya berharap desa mau menangkap peluang ini karena data terakhir yang ada di SBD masih ada 19.450 KK yang masih BABS (buang air besar sembarangan) sehingga jika dihitung rata-rata apabila sudah menggunakan  kloset angsa yang ramah lingkungan ini maka dibutuhkan kurang lebih 4 sampai 5 ribuan kloset yang dibutuhkan di SBD.

“Di kelompok kami Weyk RRP 3-4 GKS Mata tidak mampu melayani pesanan kloset karena keterbatasan tenaga, sehingga kami memilih untuk membagi ilmu pembuatan kloset ini sehingga program STBM dan Desa Sehat dapat terwujud dengan adanya partisipasi kita semua warga SBD” ujarnya.

Dirinya juga agar desa Lolo Ole segera mempunyai mal sendiri karena melihat keseriusan peserta yang rata-rata berlatar bekalang tukang tidaklah mengalami kendala dalam pembuatan kloset ini. Pantuan media pelatihan pembuatan kloset pada hari pertama ini berjalan lancar dan penuh antusias dari peserta yang mengikutinya.*****

Baca Juga :   D’DAMA SAMBANGI GAPOKTAN SOMA SAWA

Liputan: Octav Dapa Talu,-