Oknum Tak Bertanggungjawab Buang Babi Mati di Tengah Jalan

Suara Jarmas.com – Pagi hari para pengguna jalan yang melintasi jalan Wanno Roto – Wee Kombak baik pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan dikejutkan dengan seekor babi mati yang dibuang ditengah jalan oleh oknum tak bertanggung jawab, tepatnya jalan hutan Wanno Roto Desa Reda Pada Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/4/2024).babi

Dengan inisiatif beberapa pemuda Desa Reda Pada yang dikoordinir oleh Theo Lende putra dari mantan Kepala Desa 2 periode Jhon Lede Bili, turun ke lokasi untuk mengeksekusi bangkai babi dengan cara membakarnya dengan minyak tanah.

Dikutip dari laman Facebook yang diunggah atas nama Theo Lende “Orang yang membuang bangkai sembarangan tempat, sepertinya tidak memiliki perasaan,  babi dibuang di tengah jalan”, ujarnya.

Berbagai teman publik yang melihat unggahannya memberikan komentar, ada berkomentar negatif dan sedikit positif. Karena sebagai masyarakat pasti merasa kwatir akan keselamatan saat melintasi jalan dan juga akan merasa kwatir akan kesehatan ternak di rumah.

“Arroge,,, kurang ajar betul ni org yg buang bangkai babi sembarangan kow”, komentar dari akun Facebook @Ida Rewa. Memang kurang ajar betul, komentar akun Facebook @Yuen Ken. “Karena tdk ada dong pu hati makanya mereka buang. Na eksekusi sdh yg punya hati”, komentar akun Facebook @Ita Degu. @Zona Sumba, sengaja dibuang di jalan, supaya vius semakin menyebar.

“Semoga kelak ini yg buang bangkai babi, dia punya babi seperti ini trus…tdk beretika sama sekali komentar akun Facebook @Frederikus Richardo Nura. Kleng šŸ˜‚ emang gak ada otak orang kek gtu, akun Facebook @Martin. Bagaimana penyakit bisa hilang kalau begini, akun Facebook @BernaDeta Apolo Rame. Orang yang tidak punya rasa kasihan sama hewan, Setidaknya dikuburšŸ˜ šŸ˜ šŸ˜ . Akun Facebook @Yosep Putra Umbu Dedo.

Baca Juga :   BABINSA TENA TEKE BERI EDUKASI 5M DAN 3T

Merajalelanya Virus ASF di SBD saat ini menyebabkan banyak ternak babi masyarakat yang mati, hal ini menyebabkan kekecewaan yang luar biasa dari peternak, menyebabkan mereka bertindak semaunya saja tanpa menyadari bahwa penyebaran virus ini harus dikendalikan dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Diharapkan pemerintah dan tokoh masyarakat memberikan edukasi pada masyarakat peternak babi di SBD.*** (Isto Bobo/2024).-