LAMBAT MENANGANI DUGAAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN, PERMAHI CABANG KUPANG ANGKAT SUARA

Suarajarmas.com – Ketua Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Kupang mendesak Kapolres Sumba Timur agar segera mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menimpah saudara Dianto Tamu Ama.

Berdasarkan kronologi yang diceritakan oleh keluarga korban,  diketahui bahwa insiden penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 10 Februari 2024 di desa Laihau Kecamatan Lewa Tidahu Kabupaten Sumba Timur. Kejadian tersebut bermula saat korban bersama beberapa warga dan aparat pemerintah Desa sedang melakukan penjagaan malam karena ditugaskan oleh kepala Desa.

Saat sedang melakukan penjagaan malam tiba-tiba datanglah pihak pelaku dengan mengendarai sepeda motor  bersama temannya yang ingin melakukan perjalanan dari arah Lewa menuju ke  arah Desa Didipraing. Karena melihat jalan dalam keadaan terblokir pelaku dari arah kejauhan sempat berteriak tabrak-tabrak saja  itu palang. Setelah tiba di tempat penjagaan yang dipasang palang,  korban  masih  menyapa dengan  selamat malam sambil memberikan buku daftar nama kepada pelaku. Tanpa basa basi pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul pakai kepalan tangan sebanyak dua diwajah korban.

Setelah melakukan aksi pemukulan pelaku masih berteriak dengan nada yang begitu keras “siapa yang suruh kamu jaga saya  lewat dari sepanjang jalan tidak ada yang tahan saya ko tiba disini kamu palang saya lagi. Telpon-telpon kepala desa kalau dia yang suruh kamu jaga biar saya omong langsung dengan kepala desa”. Teriakan tersebut menunjukan sikap kearogansian dari pelaku.

Terhapa tindakan pelaku tersebut korban yang ditemani keluarga sudah mendatangi Polsek Lewa  untuk membuat LP (laporan polisi) nomor: LP/B/10/II/2024/SPKT/SEKTOR LEWA/POLRES SUMBA TIMUR/POLDA NTT,  tertanggal 10 Februari 2024,”   Bahkan korban pun sudah dilakukan Visum di Puskesmas Lewa.

Baca Juga :   PEDULI KEMANUSIAAN, DANDIM 1629/SBD BERI PERHATIAN KHUSUS PADA ODGJ

Naifnya kasus tersebut tak kunjung ada kepastian hukum. Bahkan berdasarkan pengakuan dari keluarga bahwa sampai saat ini terduga pelaku pun tidak di panggil oleh pihak Kepolisian untuk dimintai keterangan nya sebagai saksi pelaku.

Atas lambanya proses hukum tersebut, Adrianus Bria Klau selaku ketua DPC PERMAHI menilai bahwa mungkin kah hal itu sengaja dibiarkan begitu saja. Harapan besar kami Polres Sumba Timur dapat memberikan atensi terhadap kasus ini sehingga Polsek Lewa tidak main tebang pilih dalam mengungkap kasus ini. Polres harus selalu memomitori kerja dari Polsek Lewa sehingga mereka bekerja profesional sehingga dapat memberikan citra yang baik ditengah-tengah masyarakat.

Perlu diketahui oleh Kapolres,  bahwa kasus penganiayaan itu merupakan kasus kejahatan. Entah bersifat penganiayaan berat atau penganiayaan ringan, maka terhadap pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. *** (Denis-SJ).-