Salurkan BLT Tahap II, Warga Minta Klarifikasi Sisa Anggaran BLT Tahap I

Malaka-SJ….. Sekretaris BPD Desa Weulun, Aplonia T. Una dalam penyampainnya menjelaskan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I sebesar 15% senilai Rp. 112.878.450 yang telah salurkan dengan  nilai uang sebesar Rp. 600.000 kepada 104 KK Rp. 62.400.000 berjalan dengan baik dan kondusif.

Akan hal tersebut, Aplonia  berharap, sebelum pemerintah desa salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II, Pj. Desa Weulun, diharuskan terlebih dahulu mempertanggungjawabkan sisah dari anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I 15%  Rp. 112.878.450 tersebut sehingga masyarakat secara keseluruhan mengetahui soal dana tersebut.

Pantauan suara jarmas pada Selasa, (30/06/20) Pj. Desa Weulun, Yanuarius Tae Seran menyampaikan, untuk pencairan BLT 15% tahap senilai Rp. 112.878.450, Rp. 62.400.000 dipakai untuk BLT yang sudah terbagi habis dan sisahnya kurang lebih Rp.50.000.000 dipergunakan untuk belanja-belanja tentang covid, makan-minum masker dan dari total yang sudah dibelanjakan, salah satunya adalah alat ukur suhu tubu senilahi Rp. 2.000.000 termuat dalam RAB.

“Uang paling besar itu biaya makan dan minum senilai Rp. 27.000.000” ungkap Yanuarius.

Lebih lanjut kata Yanuarius, anggaran yang lain itu dipergunakan untuk belanja masker, disinfektan, ember,  cetak baliho, jadi dari total yang telah dibelanjakan, sisah dari itu kurang lebih Rp. 2.000.000 dan semua perlengkapan yang di belanjakan sesuai harga toko.

“Jadi sedikit klarifikasi bahwa, total pencairan BLT tahap pertama 15% senilai Rp. 112.878.000 dan Rp. 62.400.000 untuk bagi BLT, sisahnya seperti yang diinformasihkan kurang lebih Rp.50.000.000 dan itu pake belanja alat disinfektan dan mengenai detail kita akan buktikan lewat kwitansi melalui LPJ untuk pencairan tahap berikut” ketus Yanuarius.

Secara transparan, Yanuarius Klau menyampaikan, bidang penanggulangan bencana darurat yang mendesak desa, melewati pembentukan tim terpadu kuotanya Rp. 1.697.000, belanja barang cetak dan pengadaan foto copy kurang lebih Rp.4000.000, untuk edukasi dan sosialisasi liflet kuotanya Rp.1.100.000, transportasi tim pendataan sebesar 50.000, cairan baiklin 1 liter sementara dipesan dan uangnya ada di bendahara Rp. 1.400.000, 25 ember kran, masker, makanan ringan Rp. 2.800.000, transportasi petugas somprot Rp.2.800.000, perlengkapan rumah isolasi Rp. 1.751.000 dan yang lainnya kita akan buktikan lewat kwitansi pembelanjaan.

Baca Juga :   Masyarakat Berhasil Rebut Kembali Pantai Hairuaka

“Hari ini saya klarifikasi bahwa pos tentang honor/upah relawan tidak ada dalam RAB APBDes Weulun” Kata Yulius.

Usai klarifikasi Pj. Weulun, tokoh pemuda Yulius Klau menegaskan pada saat LPJ, harus dibuktikan secara transparan kepada seluruh warga desa Weulun,  kerena menurut pengakuan relawan Covid-19, keseharian makan yang dibelikan jumlahnya tidak sampai Rp.50.000,  jadi bisa dikalkulasikan dana uang terpakai tidak sampai Rp. 27.000.000 selama 60 hari.

“Disaat LPJ, data untuk konsumsi harus diperbanyak soft copynya sehingga masyarakat bisa tahu dan melihat, karena ini uang rakyat jadi harus serius untuk diperhatikan” tandas Yulius.

Pendamping desa Weulun Yeremias Lanus, menjelaskan berkaitan dengan mekanisme evaluasi, berkaitan dengan peroses berjalannya sampai dengan selesai barulah dilakukan evaluasi terhadap peroses yang berjalan. Karena berkaitan dengan Covid kegiatannya masih berjalan sampai dengan sekarang, supaya kita bisa tahu anggaran yang dianggarkan dalam APBdes berjalan sesuai dengan perosesnya atau tidak.

“Saya berharap semua kita disini jangan menilai peroses hari ini dengan pikiran negatif harus positif sehingga apa yang kita arakan saat ini, tujuannya adalah membawa desa Weulun yang lebih baik kedepan” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk kecamatan Wewiku semua desa memiliki RAB yang sama, yang beda adalah volume angka jumblah jiwa, angka kegiatan dan angka uang.  Kemudian terdapat perbedaan kebijakan, sebagai contoh, desa Biris membagi uang konsumsi bukan bagi honor, kerena kesepakatan mereka itu, makan tanggung masing-masing, sehingga kebijakan yang diambil itu adalah uang konsumsi tersebut dibagi untuk tim relawan desa Biris.

Pj. Desa Weulun dikesempatan terahir menyampaikan, evaluasi pada hari ini sangat luar biasa, muda-mudahan kedepan terus ada evaluasi  karena ini adalah langkah-langkah awal yang baik. *** (Viki),-