ADOLF PARENGU BERJANJI MASYARAKAT BURU KAGHU HIDUP LEBIH LAYAK

Rara-SJ……….. Nama Adolf Parengu tidak asing bagi masyarakat Desa Buru Kaghu Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, bahkan desa-desa tetangga yanitu  desa Weri Lolo, desa Mila Ate dan desa Wee Baghe, sangat mengenal dekat figur calon kepala desa Buru Kaghu dengan nomor urut 4 ini.

Pasalnya Adolf Parengu yang juga adalah petahana yang maju dalam perhelatan Pilkades Serentak dan Antar Waktu 30 Juni 2021 mendatang ini dikenal sangat dekat dengan masyarakatnya. Dirinya adalah figur pemimpin yang selalu hadir jika mengetahui ada warganya yang kesulitan, mendapat bencana bahkan masalah-masalah dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Desa Buru Kaghu yang sempat dianggap sebagai desa yang sangat tertinggal baik pada tahun 2015 yang lalu, kini berubah sejak berada dibawah komando Adolf Parengu saat menjadi kepala desa. Kantor desa yang tidak diperhatikan pada masa pemerintahan yang lalu, dirinya mampu merubah menjadi kantor desa yang sangat bersih, rapih dan teratur tata kelola adiminstrasinya dengan baik.

Dalam bincang-bincangnya dengan Suara Jarmas pada Senin (21/6/21), Adolf Parengu menyampaikan mimpi-mimpinya yang belum terpenuhi untuk membawa perubahan bagi desa Buru Kaghu. Dirinya bertekad ingin membawa masyarakat Desa Buru Kaghu yang hidup layak.

“Desa Buru Kaghu masih banyak kekurangan, listrik kami belum ada, perputaran roda ekonomi masyarakat masih rendah, karena minimnya transportasi yang masuk ke Buru Kaghu. Untuk merubahnya kita harus mulai dari diri kita sendiri, dari desa kit asendiri” ungkapnya pada Suara Jarmas.

Adolf menjelaskan ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam desa Buru Kaghu, mengingat adanya dana desa yang cukup dan mumpuni, jika dikelola dengan baik maka akan mampu membawa perubahan bagi masyarakat.

Baca Juga :   PERANGKAT DESA TENA TEKE DILANTIK

“Caranya adalah dengan menggerakan seluruh sumber daya yang ada di Buru Kaghu. Baik sumber daya manusia, sumber daya alam dan juga pihak ketiga selain bantuan Pemerintah untuk mencapai masyarakat yang mempunyai kehidupan yang layak” jelasnya.

Adolf Parengu menjelaskan langkah pertama yang akan diperjuangkannya adalah berupaya mendapat dukungan dari Pemerintah, agar listrik bisa masuk desa. Dirinya tidak mau mengulangi kesan-kesan buruk dimana seharusnya Buru Kaghu sudah mendapat penerangan melalui listrik, hanya karena ulah tangan-tangan jahat mimpi tersebut sempat dihilang dalam 10 tahun terkahir ini.

Pemimpin harus mampu menangkap program kerja Pemerintah baik itu Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Kita harus mampu mencari informasi dan menjalin hubungan dengan pihak-pihak lainnya untuk dapat mendukung program pembangunan di desa.

Dirinya berjanji dalam perencanaan pembangunan desa nanti akan melibatkan semua pihak yang ada di desa, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, bahkan kaum disabilitas.

“Kita akan menjalankan pembangunan ekonomi inklusif yang berkelanjutan, dengan melibatkan semua komponen yang ada di desa termasuk, perempuan, orang muda, kaum disabilitas (cacat). Karena semua masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama” katanya.

Dengan rendah hati Adolf mengatakan jika masih mendapat kepercayaan dari masyarakat Buru Kaghu dirinya berjanji akan bekerja lebih cepat, tepat dan efisien guna mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan desa-desa lainnya di SBD.

“Saya percaya masyarakat Buru Kaghu adalah masyarakat yang cerdas, yang memilih pemimpin yang sudah memberi bukti bukan janji-janji. Kami semua calon yang maju adalah figur-figur yang mempunyai kemampuan, masyarakat tinggal menentukan pilihannya berdasarkan hati nuraninya” ujarnya merendah.

Sebagai calon petahana dirinya juga minta pada masyarakat agar menyukseskan Pilkades 30 Juni mendatang dengan aman dan damai. Dirinya juga minta agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena hingga saat ini wabah virus Corona belum juga hilang dari bumi ini.

Baca Juga :   Panitia Tunda Perhitungan Suara Hasil Pilkades Desa Mareda Kalada

“Masyarakat Buru Kaghu tentukan pilihanmu pada 30 Juni mendatang, bukan karena dibayar dengan uang, ingat pilihanmu nanti menentukan nasibmu selama 6 tahun lamanya. Jika berkenan mari kita sama-sama membangun Buru Kaghu yang lebih baik kedepan” pungkasnya. *** (red/001-21),-