Desa Ate Dalo Adakan Pelatihan Pembuatan Kloset Bagi Masyarakat

Kodi-SJ…………. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa guna peningkatan ekonominya, desa Ate Dalo Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan pelatihan pembuatan kloset ramah lingkungan pada Sabtu dan Minggu 3-4 Agustus 2019 di balai kantor desa Ate Dalo dengan instruktur dari kelompok Weyk Rangga Roko Pambarona 3-4 (RRP 3-4) GKS Mata Waitabula.

Pelatihan selama 2 hari  ini merupakan bukti komitmen desa Ate Dalo setelah mengikuti Bursa Inovasi Desa tanggal 10-10-2018 yang lalu di stadion Galatama Tambolaka SBD sesuai dengan program Kementrian Desa dalam hal inovasi desa melalui program pemberdayaan. Pelatihan ini sendiri diikuti oleh aparat desa, tukang  dan pemuda-pemuda desa Ate Dalo.

Kades Melkianus  Longngo kepada media mengatakan  pelatihan ini dilakukan untuk mewujudkan pola hidup sehat khususnya di bidang sanitasi. Kesadaran masyarakat desa Ate Dalo menggunakan jamban sehat yang masih minim dimana masyarakat membuat jamban dengan menggali lubang saja yang cemplung sehingga dari segi kesehatan tidak bagus bagi masayrakat dan lingkungannya.

“Untuk masayarakat hidup sehat Pemdes sudah menghimbau dan mengarahkan untuk menggunakan WC yang menggunakan kloset tetapi karena harga jualnya di toko yang cukup mahal, sehingga menyulitkan masyarakat. Harga di toko  berkisar dari Rp. 150.000 sampai dengan Rp 200.000” ungkapnya.

Berdasarkan penyuluhan dari Puskesmas dan dinas kesehatan untuk menggunakan WC atau jamban sehat, masyarakat sudah punya niat untuk melakukan itu tetapi karena harganya yang cukup mahal, maka belum semua masyarakat menggunakan kloset wc.

“Sudah hampir 3 tahun ini masyarakat selalu mengusulkan agar diadakan kloset melalui dana ADD. Setelah mendapat informasi lewat Bursa Inovasi Desa kami berpikir lebih baik kita melatih masyarakat sendiri untuk bisa membuat kloset. Dari segi harga akan menjadi murah dan masyarakat juga bisa mempunyai ketrampilan untuk memproduksi sendiri” tutur kepala desa Ate Dalo

Baca Juga :   Desa ELU LODA Pecahkan Rekor Muri

Melkianius juga menuturkan dengan adanya pelatihan ini bisa menambah ilmu dan ketrampilan serta penghasilan bagi masyarakat  terutama tukang-tukang dan anak muda di desa Ate Dalo ini. Rencana kedepan setelah masyarakat mengikuti pelatihan ini, pihaknya  akan membeli mal kloset sehingga mereka  bisa memproduksi sendiri.

“Kita akan memberdayakan masyarakat khususnya pemuda-pemuda sehingga bisa menambah penghasilan mereka untuk ekonomi keluarga. Setelah itu jika bisa memproduksinya yang bagus dan banyak kita juga bisa memasarkan melalui took-toko atau menjual langsung ke masyarakat dengan harga yang terjangkau. Jadi selain kesehatannya terjamin juga bisa menambah penghasilan bagi mereka” katanya.

Kepala desa Ate Dalo ini merasa cukup puas setelah melihat hasil dari pelatihan ini selama 2 hari berturut-turut, karena begitu besar respon tukang-tukang dan pemuda mengikuti pelatihan ini. Dirinya  juga berencana akan mengembangkan keahlian ini lewat BUMDes untuk mengembangkan ketrampilan yang dimilki ini sebagai wujud pemberdayaan masyarakat demi menambah penghasilan untuk ekonomi masyarakat desa.

“Kami akan selalu berkomunikasi dengan Weyk karena kami kesulitan untuk pengadaan mal dan catnya, karena di SBD belum ada kami akan minta bantuan weyk untuk pengadaannya, serta mengharapkan adanya masukan-masukan yang baik bagi pengembangan pembuatan kloset ini” ujarnya lebih jauh.

Intruktur Lodo L. Raya saat memberikan pelatihan disaksikan Kepala Desa Ate Dalo Melkianus Longngo (kaos putih topi hitam tengah) dan masyarakat Ate Dalo

Selanjutnya kepala desa juga menghimbau bagi peserta pelatihan yang ikut selama 2 hari ini agar benar-benar serius mengikuti pelatihan karena sangat bermanfaat bagi pengetahuan dan ketrampilannya, sehingga apabila desa sudah mengadakan mal dan perlatan pendukung lainnya desa Ate Dalo bisa memproduksi sendiri untuk kebutuhan masyarakat desa dan bisa dijual untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :   SID PERKUAT KAPASITAS ANAK MUDA

Sekretaris Weyk RRP 3-4 GKS Mata, Lodo L. Raya kepada media mengatakan sangat mengapresiasi desa Ate Dalo dalam hal ini kepala desa yang berinisiatif melakukan pelatihan pembuatan kloset ini.  

“Desa Ate Dalo sudah hadir pada Bursa Inovasi Desa  tanggal 10-10-2018 yang lalu dan berkunjung ke bursa A, B,C   ternyata  mereka berkomitmen dan  akhirnya mereka mereplikasi di  RKPDes dan sampai masuk dalam APBDes. Ini membuktikan bahwa desa Ate Dalo sudah lebih maju, lebih bagus karena sesuai dengan program kementrian desa dalam hal inovasi desa mereka sudah merespon dan bahkan melaksanakan” katanya. 

Lebih lanjut Lodo menjelaskan desa Ate Dalo ini sangat menjemput program-program nasional, kabupaten bahkan program kebutuhan desa, tentu saja akan menggembirakan bila desa akan melanjutkannya proses pelatihan ini karena tujuan pelatihan pembuatan kloset ini adalah proses transfer pengetahuan dan ketrampilan yang nantinya akan diteruskan oleh kelompok ini dan akan menjadi wirausaha sanitasi.

“Kami dari kelompok Weyk RRP 3-4 sangat senang bekerja sama dengan pemerintah desa dalam hal mendorong untuk pembentukan kelompok dan kelompok itu akan melanjutkan proses alih pengetahuan dan ketrampilan sekaligus mendorong pemberdayaan dan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan masayrakat dan pemuda di desa Ate Dalo” ujarnya lebih jauh.

Kaur  Desa Ate Dalo  Obed  Rangga Mone melihat kegiatan pelatihan pembuatan kloset ini sangat positif bagi desa Ate Dalo. Karena selain menjawab bidang kesehatan di bidang sanitasi, pengetahuan dan ketrampilan ini juga bisa menjawab dalam hal kesempatan kerja bagi pemuda-pemuda di desa Ate Dalo.

“Apabila pemuda-pemuda sudah memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan kloset ini dengan sendirinya membuka lapangan kerja baru bagi mereka, yang penting mereka serius dalam pengelolaannya nanti” tuturnya.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 02/Kodi Dampingi Pembagian BLT di Desa Waitaru Kodi Utara

Obed juga berterima kasih pada kelompok Weyk RRP 3-4 GKS Mata yang  sudah merelakan waktunya untuk membagi ilmu dan pengetahuannya dengan memberikan pelatihan pembuatan kloset.

Dirinya juga berharap agar ada tindak lanjut dari Pemerintah Desa, karena peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan ini sudah tergiur dengan usaha ini apalgi setelah membuat beberapa kloset hasilnya tidak beda jauh dengan kloset yang dijual di took-toko.

“Hanya yang menjadi persoalan sekarang adalah kami tidak mempunyai modal awal untuk mengadakan mal, cat dan kompresor, sehingga apabila pemerintah desa sudah mendukungnya kami siap dan mau untuk membuat kloset sendiri untuk kebutuhan masyarakat desa bahkan kalau perlu kita jual ke desa-desa lain sehingga bisa menambah penghasilan untuk keluarga” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh instruktur lain dari Weyk RRP 3-4 Marthen Umbu Wokura yang  mengatakan usaha untuk memproduksi sendiri kloset ramah lingkungan ini sangat efektif dan efisien. Dengan bermodalkan 1 sak semen bisa menghasilkan minimal 12 kloset, kalau dikerjakan oleh tukang yang professional bisa menghhasilkan  16 buah  kloset. Sedangkan untuk 1 liter cat bisa  dapat 14 sampai 16 kloset.

“Sehingga setelah mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pelatihan ini dan dilanjutkan dengan memproduksi sendiri, saya yakin desa Ate Dalo tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri tetapi bisa melayani desa-desa lain. Melihat keseriusan dari peserta pelatihan ini, saya sangat yakin jika dikelola dengan benar melalui BUMDes misalnya pasti akan berdampak pada ekonomi masyarakat” ujarnya. (Octa),-