Deduktif, Induktif: Suatu Pendekatan Untuk Memecahkan Masalah

Tahukah kamu bahwa setiap hari kita pasti mengalami masalah dan masalah tersebut bisa muncul dari mana saja? Untuk menghadapi masalah tersebut, kita tentu harus membuat pilihan agar keputusan yang diambil tepat. Nah, dalam tulisan ini, saya akan memberikan penjelasan seputar macam-macam pendekatan yang dapat membantumu dalam membuat keputusan. Pendekatan tersebut diantaranya adalah pendekatan deduktif dan pendekatan induktif.

Dekriati Ate, S.Si., M.Pd.

Pendekatan deduktif merupakan proses mengolah informasi berdasarkan kasus umum untuk mengambil keputusan secara khusus. Pendekatan deduktif dilakukan untuk menguji apakah pernyataan berlaku untuk semua kasus-kasus khusus atau hanya sebagian, atau tidak berlaku sama sekali.

Contoh 1:

Premis 1: Jika Argentina mengalahkan Croasia dalam babak semifinal, maka Argentina akan lolos ke final. Premis 2: Argentina mengalahkan Croasia dengan skor 3-0. Oleh karena itu Argentina lolos ke babak final.

Contoh 2:

Premis 1: Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Premis 2: Helmi tinggal di Jakarta.  Oleh karena itu, Helmi tinggal di ibu kota Negara Indonesia.

Pertanyaanya adalah apakah contoh tersebut merupakan argumen yang bagus untuk menarik kesimpulan?

Premis 1 dan premis 2 mendukung kesimpulan dalam pengertian berikut: jika premisnya benar, maka kesimpulannya juga harus benar. Dengan kata lain, tidak mungkin premis dalam argumen ini benar dan kesimpulannya salah, artinya kebenaran premis memerlukan kebenaran kesimpulan. Inilah yang dikenal sebagai validitas; argumen ini valid.

Dalam kasus deduksi, jika premis bernilai benar maka kita bisa yakin bahwa kesimpulan juga benar. Pendekatan deduktif sangat penting untuk perolehan pengetahuan karena memungkinkan seseorang untuk memperluas pengetahuannya. Dengan memiliki pengetahuan tentang premis-premis dalam argumen di atas, seseorang dapat dengan demikian mengambil kesimpulan dan dengan demikian memperoleh pengetahuan tentang proposisi baru.

Baca Juga :   PENDIDIKAN: JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN

Pendekatan berikutnya adalah Pendekatan Induktif. Pendekatan induktif adalah proses mengolah informasi berdasarkan kasus-kasus khusus untuk mengambil keputusan secara umum. Untuk itu kesimpulannya hanya bersifat peluang, probabilistik atau sementara atau proses penyimpulan secara umum dari observasi terbatas. Hasil kesimpulan yang diperoleh bisa jadi kurang valid atau bisa mengakibatkan kesalahan penafsiran apabila data yang dipergunakan kurang lengkap atau pola yang diamati kurang spesifik. Jadi, selama sampelnya besar dan cukup representatif, maka gaya penalaran tampaknya sangat dapat diterima. Semakin banyak data yang diberikan atau semakin spesifik pola yang diberikan, maka akan menghasilkan sebuah dugaan atau generalisasi yang semakin mendekati kebenaran. Sebaliknya, semakin sedikit data yang diberikan atau semakin kurang spesifiknya pola yang disediakan, maka dugaan atau generalisasi bisa semakin jauh dari sasaran, dan bahkan bisa memunculkan dugaan atau generalisasi ganda.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Saat berbelanja di pasar buah, biasanya kita mencoba mencicipi buah untuk memastikan rasa dari buah tersebut. Untuk itu, misalnya mengambil buah rambutan secara acak. Ternyata rasanya kecut. Karena kita tidak puas, kita mencoba mengambil buah rambutan secara acak dan mencicipinya lagi. Ternyata rasanya juga kecut. Dari dua percobaan tersebut, kita mengambil kesimpulan bahwa rambutan tersebut kecut semuanya.

Contoh lain dalam bidang sains: Setiap burang emu yang diamati tidak bisa terbang. Oleh karena itu, kita mengambil kesimpulan bahwa semua burung emu tidak bisa terbang. Pernyataan ini tampaknya dapat diterima dengan baik asalkan kita menafsirkan pernyataan tersebut sebagai banyak burung emu telah diamati selama bertahun-tahun di berbagai lingkungan, dan mereka selalu tidak bisa terbang. Oleh karena itu, semua burung emu tidak bisa terbang.

Baca Juga :   Pulihkan Pendidikan di NTT, Wujudkan Merdeka Belajar

Maksud menambahkan pernyataan ini adalah bahwa kesimpulan semacam ini hanya sah, asalkan sampelnya cukup besar dan representatif. Jadi selama sampelnya besar dan cukup representatif, maka gaya penalaran tampaknya sangat dapat diterima. Nah, itulah beberapa penjelasan dari pendekatan deduktif dan induktif. Selain pendekatan ini, masih ada banyak cara-cara lain untuk mengambil keputusan. *** (Oleh: Dekriati Ate, S.Si., M.Pd., Penulis adalah mahasiswa Doktoral Pendidikan Matematika UPI Bandung, Penerima beasiswa LPDP tahun 2022).-