Pada awal tahun 2019 dunia dikejutkan oleh sebuah wabah mematikan yaitu Corona Virus Disease atau sering disebut COVID-19. Dimulai dari negara Cina, dengan cepat corona menjadi wabah yang menyebar hampir ke seluruh negara di dunia. Tidak terkecuali Indonesia. Banyak korban yang berjatuhan hampir disemua wilayah di Indonesia. Hal ini tentu saja sangat meresahkan semua masyarakat. Imbas dari COVID-19 ini cukup

Indonesia adalah satu negara yang telah berdaulat, yang mengumumkan kemerdakaannya, sesuai sejarah, tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai negara, sebagaimana hakekat sebuah negara, Indonesia mempunyai hukum atau undang-undang yang mengatur hidupnya sebagai bangsa dan negara. Pada prinsipnya peraturan dan undang-undang di negara Indonesia memiliki pedoman umum yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ada banyak undang-undang atau regulasi di negara Indonesia dengan

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan baru dalam pelaksanaan pembelajaran di dunia pendidikan terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pembatasan aktivitas sosial untuk menghindari atau meminimalisir kemungkinan terjadinya penyebaran virus corona berdampak sangat besar bagi kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan  dalam bentuk kelompok/rombongan belajar dengan cara tatap muka. Murid-murid tidak lagi ditemui di dalam ruang-ruang kelas, melainkan di rumah

Dalam pidato peringatan Hardiknas 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi  (Mendikbudristek) Nadiem Makariem mengajak masyarakat Indonesia untuk mengingat kembali pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara mengenai hakikat pendidikan. Salah satu tujuan pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah bahwa pendidikan haruslah membawa  orang menuju lahirnya kebahagiaan batin. Pertanyaan yang mungkin segera muncul dalam pikiran kita adalah bagaimana

No More Posts Available.

No more pages to load.