Bupati Sumba Tengah Sambut Wakil Ketua DPR RI

Waibakul-SJ…….. Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Tengah didampingi Anggota DPR RI Dapil NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Ratu Wulla Talu, dan Jacky Uli.

Kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI bersama rombongan tersebut dalam rangka meninjau program Food Estate (Lumbung Pangan) yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2020 lalu oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Tiba di Sumba Tengah, Wakil Ketua DPR RI dan rombongan disambut Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, Wakil Bupati, Ir. Daniel Landa, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola, Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Tengah, Dra. Theresia L. Boro, M.Si, Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M. Si, para Staf Ahli, para Asisten dan Pimpinan Perangkat Daerah bertempat di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah.

“Pondasi ekonomi kita ada pada pertanian, perkebunan, peternakan serta perikanan inilah kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya yang berawal dan dibangun mulai dari desa”  ungkap Wakil Ketua Rachmat Gobel di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur, Senin (5/4/21).

Dirinya menuturkan selama masih menjabat sebagai wakil ketua DPR RI ada banyak program yang sudah dibuat dan bertujuan untuk membangun kemandirian sebagai upaya membantu pemerintah pusat dalam penyediaan pupuk bersubsidi untuk menghindari  penyalahgunaan pupuk yang tidak seharusnya mengakibatkan para petani kesulitan dalam memperoleh pupuk.

Rachmat menjelaskan bagaimana membangun kemandirian pertanian lewat Food Estate ini,  dirinya melihat hamparan Food Estate ini begitu luas dan menjanjikan tentu jika ingin hasilnya bagus maka mutu dan kualitasnya harus terjaga.

“Untuk itu saya mendukung adanya sebuah industri pengolahan pengeringan dan penggilingan padi. Dirinya menjelaskan manfaat adanya industri pengeringan bahwa kebiasaan petani menjemur padi dihamparan luas dan tidak sesuai waktu pengeringan. Oleh karena itu, nantinya setelah panen padi tersebut tidak boleh dikeringkan lebih dari 5 jam untuk menjaga mutu dan kualitasnya, sehingga saat padi tersebut digiling menghasilkan beras premium sebagaimana yang diharapkan bersama” katanya.

Baca Juga :   MASYARAKAT DIMINTA MERIAHKAN HUT RI KE-77

Selanjutnya hasil penggilingan menghasilkan (dedak padi) sekam yang bisa dimanfaatkan untuk diolah kembali menjadi pakan ternak, inilah industri zero waste (pengolahan hasil pertanian terpadu yang terintegrasi dengan sektor peternakan).

Dihadapan Bupati dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Wakil Ketua DPR RI menegaskan bahwa Program Kementerian Pertanian RI untuk membangun Food Estate dilakukan secara komprehensif, tidak hanya aspek budidaya, tidak hanya aspek sarana prasarana, irigasi, benih, pupuk, tetapi aspek sumber daya manusia dan aspek bisnis, karena itu Food Estate ini harus sukses.

“Saya ingin food estate ini harus sukses dan tidak boleh tidak dan saya akan ikut mengawal karena program Food Estate yang dibangun oleh Kementerian Pertanian dilakukan secara komprehensif,” tegasnya.

Rachmat Gobel juga menginginkan agar Pemerintah Daerah membentuk sebuah koperasi yang didalamnya beranggotakan seluruh petani yang ada di Sumba Tengah ini.

“Koperasi harus terbentuk di Sumba Tengah dan petani kita seluruhnya harus tergabung didalamnya, disini ada bulog yang nantinya akan menjadi offtaker atau penyedia sarana dan prasarana produksi seperti benih dan pupuk juga sebagai penyalur prasarana dan sarana. Para petani akan menyediakan pupuk non subsidi yang diambil dari hasil olahan menggunakan industri model pertanian terpadu (zero waste) tadi. Hal ini akan menguntungkan PT Pupuk dan anggaran pupuk dari pemerintah pusat bisa dihemat” jelasnya.

Bulog sendiri siap bermitra dengan para petani dan diharapkan petani di Sumba Tengah dapat menjaga mutu dan kualitas hasil panen padi yang nantinya akan diserap oleh bulog sehingga harga gabah tetap terjaga. Saat ini di Sumba ada pilot project dan ini pilot project kedua untuk sawah dengan pupuk nonsubsidi. Pertama di Gorontalo dan kedua di Sumba Barat Daya.

Baca Juga :   Dinas Kominfo SBD Gelar Pelatihan Wartawan Tingkat Kabupaten SBD

“Pilot project sawah nonsubsidi, bisa terlaksana berkat kerja sama dengan PT Pupuk Kaltim dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Pupuk Kaltim tidak saja memberikan pupuk, melainkan juga insektisida guna mencegah hama serta sejumlah solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wakil Ketua DPR RI di Sumba Tengah, program Food Estate Kementerian Pertanian RI sangat membantu para petani kami di Sumba Tengah.

“Dahulu petani di Sumba Tengah hanya bisa mengolah lahan sawah maupun lahan kebun hanya 1 kali dalam setahun, hal ini dikarenakan keterbatasan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kekurangan benih dan kekurangan pupuk. Akan tetapi setelah Food Estate ini hadir, perlahan pola pikir (mindset) petani mulai berubah dan hal ini membawa dampak besar dimana peradaban pertanian di Sumba Tengah mulai nampak walau belum signifikan, sehingga jika yang lalu petani kami hanya tanam dan panen sekali dalam setahun, akan tetapi sekarang petani kami bisa tanam dan panen 2 kali atau bahkan bisa 3 kali dalam setahun,” sebut Bupati.

Bupati Paulus menambahkan bahwa saat ini para petani di Sumba Tengah sebagian besar sudah mempersiapkan lahan mereka untuk musim tanam kedua periode April hingga September menggunakan Alsintan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI, melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ketika berkunjung pada bulan September 2020 lalu. *** (Yunia/004-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.