Bupati Sumba Berkomitmen Tangani Covid-19 Bersama-sama

Tambolaka-SJ…… Bertempat di ruang pertemuan Susteran Adm Weetebula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Kedde Sumba melakukan teleconference dengan  3 bupati di Pulau Sumba yaitu Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete; bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, dan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K. Limu, Kamis (9/4/20).

Koordinator Kedde Sumba Ronald Asto bersama Anggota Dempta T. Bato dan  Pupu Purwaningsih,  melakukan teleconference dengan 3 bupati tersebut untuk mendengarkan gerakan 3 Pemerintah Daerah (Pemda) untuk penanggulangan covid-19 di Sumba. Selain itu Kedde Sumba juga bisa mengetahui bagian mana yang bisa mereka bantu. Kedde merupakan mitra pemerintah yang bisa ikut membantu menangani covid-19 di Sumba. Dengan latar belakang nama Kedde yang artinya saling membantu (membangun secara bersama-sama).

Menurut Asto melalui teleconference ini bisa diperoleh point-point untuk bisa saling membantu/mendukung Pemda di Sumba mengatasi covid-19.  

“Dari hasil bincang-bincang tersebut ke-3 Bupati juga mengakui adanya keterbatasan-keterbatasan dalam upaya menanggulangi masalah covid-19, sehingga sebagai masyarakat sipil, Kedde Sumba juga ingin ikut ambil bagian berperan mendukung pencegahan cocid-19” ungkapnya.

Lebih lanjut  Asto menjelaskan dengan adanya saling mendukung antara Pemda dan Kedde Sumba bisa menjadi gerakan bersama dalam menangani masalha covid-19 ini.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete (tengah bawah)

Alasan utama Kedde Sumba ingin membantu Pemerintah karena hingga saat ini di daratan Pulau Sumba belum ada yang positif covid-19, sehingga sebelum hal itu terjadi gerakan bersama ini bisa benar-benar membantu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang saat ini sudah hampir menyerang seluruh provinsi di Indonesia.

“Saat ini yang sudah dilakukan oleh Kedde Sumba adalah sosialisasi dan edukasi, menggalang bantuan serta membangun kerja sama dengan lembaga lain, mendukung gerakan Pemda dan membangun jaringan relawan covid-19” tutur Asto.

Baca Juga :   Bupati Sumba Barat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

Asto menjelaskan kegiatan sosialisasi dan edukasi meliputi kampanye melalui media online dan offline dan berbagi berita actual dan positif serta melawan hoax. Sedangkan bantuan yang digalang untuk pengadaan APD, pelaksanaan kampanye edukasi covid-19, pemberdayaan masyarakat tentang kebersihan dan system imun.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole

Hal senada juga disampaikan oleh Pupu Purwaningsih bahwa situasi saat ini untuk Pulau Sumba masih negative, tetapi bukan berarti kita harus senang tetapi kita semakin waspada kemungkinan Sumba masih dikatakan negative adalah belum adanya alat Rapid Test yang dimiliki. 

“Jangan sampai kita lolos padahal sudah ada, karena memang Indonesia menurut WHO kemampuan Rapid Testnya masih lemah. Sehingga kita lebih fokus pada edukasi pencegahan” ungkapnya.

Lebih lanjut Pupu menjelaskan pihaknya fokus pada mengkampanyekan informasi-informasi yang baik bukan hoax lewat akun media Kedde Sumba serta lewat relawan yang sudah direkrut untuk membagikan brosur serta memberikan edukasi bagi masyarakat tentang apa saja yang harus dilakukan serta menjaga imun tubuh.

(ki ke ka) Redempta T. Bato, Pupu Purwaningsih dan Ronald Asto saat telecenference bersama 3 Bupati Sumba

“Untuk membantu Pemerintah dalam hal pengadaan APD kami mengandalkan donatur-donatur kami, tetapi kendala yang dihadapi sekarang adalah pengiriman kesini karena memang situasi akibta dampak covid-19 ini” pungkasnya.

Redempta T. Bato yang langsung berkoordinasi dengan 3 Bupati Sumba mengatakan disadari betul bahwa Sumba Timur dan SBD adalah area yang paling signifikan covid-19. Karena meupakan pintu masuk Pulau Sumba. Dari hasil keseluruhan diskusi 3 Bupati sepakat untuk mendukung SBD dalam upaya melakukan karantina sehari.

“Adanya kesadaran dari para Bupati untuk saling mendukung, bekerja sama untuk mengantisipasi/mencegah covid-19 ini. Berikutnya 4 Bupati sudah mengalokasikan anggaran walaupun tidak semua membuka jumlah anggarannya, tetapi anggaran yang cukup untuk pencegahan, kebutuhan untuk alkes bahkan kalau seandainya berakibat jangka panjang terhadap kondisi ekonomi warga” ujarnya.

Baca Juga :   BNPB Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Wilayah Nusa Tenggara Timur

Dempta menambahkan 3 Bupati sudah bersepakat bersama untuk melakukan kampanye bersama untuk pencegahan dan kalau ada kasus mereka akan saling bantu, seperti yang disampaikan oleh Bupati Sumba Barat Niga Dapawole akan mendukung SBD misalnya jika sudah ada yang positif, termasuk pengadaan alat Rapid Test untuk melakukan  pengecekan di SBD.

“Saya pikir ini sudah ada kesadaran satu pulau dan itu penting sekali, kita tidak bisa bilang itu orang Sumba Barat karena dia turun di SBD maka dia berpotensi menularkan di SBD. Demikian pula dengan kabupaten lainnya” jelasnya.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K Limu

Disepakti bersama 4 kabupaten tidak akan memisahkan penanganan masalah covid-19 ini. Dan kalau sampai ada kasus positif covid-19 maka mau tidak mau harus ditanggulangi bersama oleh 4 kabupaten Sumba. Rumah sakit rujukan yang ada di Sumba hanya 2 yaitu RSUD Waikabubak Sumba Barat dan RS Umbu Rara Meha Sumba Timur, sehingga secara otomatis saling berkaintan diantara 4 kabupaten ini.

Dempta  memastikan adanya komitmen bersama 3 Bupati dalam pembicaraan tadi untuk saling mendukung dalam upaya pencegahan covid-19 walaupun belum dibuat secara tertulis dalam bentuk MoU atau membentuk badan khusus yang berbadan hukum.

Dempta juga berjanji Kedde Sumba akan menindaklanjuti komitmen bersama ini yang mungkin akan dibuatkan MoU sehingga Bupati-Bupati di Pulau Sumba bisa menandatanganinya untuk secara bersama-sama memutus mata rantai covid-19 di Sumba. Direncanakan teleconference dengan Bupati Sumba Timur akan dilaksanakan pada Sabtu (11/4/20) besok. *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-