Bupati Nelis Lepas 10.000 Bibit Ikan Nila di Wee Wagha

Rara-SJ…………………. Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete, melepas 10.000 ekor bibit ikan Nila di kolam milik kelompok tani Elsadei, Desa Milla Ate, Kecamatan Wewewa Selatan, Kamis pagi, 21 November 2019.

Kegiatan yang dimotori oleh Dinas Perikanan dan Kelautan dalam rangka mensukseskan Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya masa bakti 2019 – 2024 ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Hermanus Holo, SH bersama jajarannya, Camat Wewewa Selatan, Charles Dapa Tondo, Kades Milla Ate, dan anggota Kelompok Tani Elsadei.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete tampak saat melepas 10.000 ekor bibit ikan Nila di kolam milik koelompok tani Elsadei.

“Dengan memohon kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan atas kesepakatan kita bersama, saya melepas secara resmi  bibit ikan Nila di kolam milik Kelompok Tani Elsadei, Desa Milla Ate, Kecamatan Wewewa Selatan. Semoga dapat berkembang dengan baik sampai panen dalam rangka mewujudkan jembatan emas desa berkecukupan pangan menuju tanah terjanji Loda Weemaringi Pada Weemalala yang kita cita-citakan bersama,” demikian pernyataan Bupati Nelis saat melepas ikan di kolam tersebut.

Setelah melepas ikan di kolam tersebut, Bupati meminta kepada anggota kelompok tani untuk memberi makanan secara teratur kepada ikan-ikan itu baik berupa pakan ikan maupun daun-daunan supaya cepat besar.

Bupati juga meminta kepada anggota kelompok tani, supaya tidak membuang sampah plastik di kolam.

Kalau kita membuang atau membiarkan sampah plastik di kolam maka akan dimakan oleh ikan. Ketika sudah dipanen dan kita konsumsi sebagai lauk maka akan menimbulkan penyakit berbahaya bagi kita,” tandas Bupati memberi penjelasan.

Baca Juga :   Jelang Hari Raya Idul Fitri, BPOM Kupang Lakukan Sidak

Sementara dalam arahannya sebelum melepas ikan di kolam, Bupati Nelis meminta Kepala Desa  Mila Ate untuk memberi perhatian kepada masyarakat yang dekat sumber air untuk mengembangkan perikanan air tawar.

“Tolong Bapak Kepala Desa mengalokasi anggaran pemberdayaan melalui ADD supaya masyarakat bisa membangun kolam ikan” pintanya.

Lokasi kolam ikan tersebut berada di tengah kawasan persawahan Daerah Irigasi Wewagha yang airnya masih melimpah. Sayangnya, hanya ada satu petak sawah yang padinya sedang menguning. Lahan petak-petak sawah yang lain tampak nganggur. ****

Liputan: Team-SJ,-