Babinsa Mediasi Permasalahan Masyarakat Tawo Rara Dengan Kontraktor Jalan Sertu Wano Baru

Taworara-SJ…… Babinsa Serda Antonio Xienes bersama wartawan Suara Jarmas mediasi masyarakat desa Taworara dengan kontraktor pengerjaan jalan dusun Wano Baru yang terlibat konfilk. Jalan dusun yang sedang dikerjakan tersebut menghubungkan dusun IV Wano Baru dengan dusun II Kadiwano. Jalan tersebut juga akan melewati SDK Wedoro dan Gereja Santa Lusia Weedoro.

Babinsa Antonio minta agar masyarakat mendukung pekerjaan jalan sertu tersebut agar tidak terganggu, apalagi sampai menghalangi pengerjaan alat berat yang sedang akan bekerja.

“Jika ada masalah dengan kontraktor laporkan ke pihak yang berwajib, atau ke Plt. Kepala Desa, bukan dengan mengambil tindakan kekerasan bahkan juga membuat video dan foto serta mempublikasikan secara tidak resmi” ungkapnya.

Babinsa Serda Antonio bersama wartawan suara jarmas sedang menenangkan masyarakat Taworara

Lanjut Antonio dirinya meminta Suara Jarmas hadir dalam upaya mediasi ini karena Suara Jarmas adalah media yang resmi yang diketahuinya ada di SBD.

“Apalagi saya tahu ketua Wartawan SBD dari wartawan Suara Jarmas, mari kita memberi berita dan informasi yang benar jangan terkesan kita memprovokasi masyarakat yang SDMnya pas-pasan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar” jelanya.

Menurut salah satu warga masyarakat Yosep Lede Roru dirinya merasa kecewa karena pengerjaan jalan yang terlalu lamban, padahal masyarakat sangat membutuhkan akses jalan tersebut guna memudahkan trasnportasi dalam membawa hasil-hasil pertanian mereka dan bagi jalur perhubungan menuju gereja dan sekolah.

“Kami mempertanyakan pengerjaan jalan ini, karena macet padahal ini adalah proyek anggaran tahun 2019, baru mulai dikerjakan pada 18 Februari 2020 yang lalu” ungkapnya.

Plt Kepala Desa Taworara Yohanes Bali Bulu kiri depan dan Kontraktor Oktavianus Bulu Ngongo (kanan)

Hal senada juga disampaikan oleh Martinus Bolo Dadi bahwa mereka membutuhkan jalan tersebut untuk mempermudah dan memperlancar sarana transportasi dalam desa khususnya yang menghubungkan dusun II dan dusun IV desa Taworara.

Baca Juga :   Materi Pengelolaan Keuangan Koperasi¬†

“Karena pengerjaan jalan ini lambat kami ingin berharap adanya transparansi anggaran pengerjaan jalan, sehingga kami masyarakat bisa mengikutinya” tuturnya.

Plt. Kades Taworara Yohanes Bali Bulu minta masyarakat agar tenang dan tidak membuat kekacauan, aplagi di masa wabah covid-19 ini sedang melanda SBD.

“Masalah pengerjaan jalan sertu ini serahkan sepenuhnya pada kontraktor untuk menyelesaikan, jika ada permasalahan biarkan pihak yang lebih tinggi di atas, Dinas PMD SBD menyelesaikan, saya minta agar kita semua bersabar” tuturnya.

Kontraktor pengerjaan jalan sertu Wano Baru,  Oktavianus Bulu Ngongo mengatakan kesalah pahaman ini terjadi karena dirinya baru habis kedukaan, sehingga terkesan pengerjaan agak sedikit tertunda.

“Saya minta maaf karena baru habis kedukaan sehingga seolah-olah pekerjaan ini tertunda, tetapi sekarang kita akan kerja lanjut sudah, tolong masyarakat jangan halangi alat berat untuk bekerja” ujarnya.

Dipantau oleh media ini  masyarakat mempertanyakan proses pengerjaan jalan sertu tersebut yang belum selesai sejak tahun 2019 yang lalu. Jalan dengan panjang 918 meter ini secara resmi sudah diajukan surat pengaduan yang ditujukan DPMD pada tanggal 20 Mei 2020 tembusan Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete, DPRD, Inspektorat, Polres SBD, kecamatan Wewewa Barat. Sempat terjadi kesalah pahaman antara sekelompok masyarakat dengan Babinsa dan Pemerintah Desa pada Kamis (21-05-2020) masalah pengerjaan jalan sertu tersebut.

Yosep Lede Roru masyarakat Taworara

Masyarakat membutuhkan kejelasan masalah pengerjaannya dan adanya transparansi anggaran yang digunakan untuk membangun jalan tersebut.

Plt. Kadis PMD SBD, Drs. Dominggus Bula, M.Si yang dihubungi media via telepon membenarkan sudah menerima surat pengaduan masyarakat desa Taworara. Dirinya berjanji akan segera memanggil pihak-pihak yang berkepentingan untuk segara menyelesaikan permasalahn tersebut.

Baca Juga :   Emanuel Melkiades Laka Lena: Jangan Karena Politik Hubungan Persaudaraan Terputus

“Saya sudah laporkan ke Bupati SBD, kita berjanji usai masalah penanggulangan wabah covid-19 ini akan segera mengurus masalah tersebut. Yang terpenting sekarang mari kita sama-sama mendukung Pemerintah untuk atasi wabah covid-19 dulu. Masyarakat agar tetap tenang dan jangan mengambil tindakan-tindakan yang merugikan kita semua” tutupnya. ***** (EB),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.