POISITF COVID-19 SBD BERTAMBAH 2 ORANG

Kadis Kesehatan SBD, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19, drg. Yulianus Kaleka

Tambolaka-SJ….. Pasien positif covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur bertambah dua orang berdasarkan laporan hasil pemeriksaan swab Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang Sabtu  (18/7/20).

Demikian diungkapkan juru bicara tim gugus tugas Covoid-19/SBD drg. Yulianus Kaleka yang dihubungi Suara Jarmas via telepon Sabtu malam 18 Juni 2020.

Yulianus Kaleka yang juga Kadis Kesehatan SBD menjelaskan SBD mendapatkan tambahan 2 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Pasien Positif  02 SBD, (JB) berasal dari kecamatan Wewewa Timur yang  memiliki riwayat kontak dengan pasien positif 01, 02 dan 03 Sumba Barat.

“Ketika tanggal 28 Juni Sumba Barat ada yang positif terpapar covid-19, maka dilakukan presing orang yang pernah kontak dengan positif Sumba Barat maka tanggal 30 Juni yang lalu JB telah dijemput tim Satgas Covid 19 Kabupaten SBD dan sejak saat itu JB dikarantina di RSUD Pratama Reda Bolo sampai dengan sekarang. Kita akan lakukan presing lebih lanjut apakah ditanggal 29 posiif 02 SBD sudah ada kontak dengan orang lain lagi” ungkapnya.

Sedangkan positif 03 SBD (S) merupakan pekerja pada hotel Cap Karoso Kecamatan Kodi yang berasal dari Surabaya dan tiba di Waingapu pada tanggal 26 Juni 2020 dengan menggunakan KM Ile Mandiri bersama 94 pekerja lainnya.

Positif 03 dijemput oleh tim Satgas Covid 19 Kabupaten SBD di Waingapu dan semuanya melakukan karantina mandiri di tempat kerja Hotel Cap Karoso dan positif 03 sudah kembali ke Pulau Jawa. Tim gugus tugas covid-19 SBD terus melacak keberadaannya dan orang-orang yang pernah kontak dengan dirinya.

Baca Juga :   Memastikan Pelaksanaan Diskusi Publik DOB SSR, Panitia Gelar Rapat Terbatas di SBD

“Jika sudah ada informasi baru untuk 03 kita akan sampaikan secepatnya, ditempat mana posisinya berada akan kita informasikan” ujar Yulianus Kaleka.

Dalam kesempatan itu Yulianus Kaleka mengingatkan masyarakat SBD untuk semakin waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat SBD masih termasuk rendah, ini bukan merupakan tanggung jawab gugus tugas saja, tetapi tanggung jawab bersama semua pihak.

“Kita harus merubah ini bukan hanya tugas dari gugus tugas saja, ini merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan dan bantuan dari masyarakat yang mengerti akan wabah covid-19 ini untuk sama-sama memberikan edukasi dan contoh pada masyarakat umum khususnya yang didesa-desa” ungkapnya.

Dirinya juga berharap seluruh ASN juga terlibat dalam memberikan pemahaman pada masyarakat yang masih kurang paham tentang wabah covid-19. Mahasiswa juga harus terlibat memberikan edukasi pada masyarakat secara umum.

“Orang-orang yang mengerti berilah contoh pada masyarakat kita yang belum memahami wabah covid-19 ini. Positif 01 dan 02 adalah transmisi lokal, 03 adalah pelaku perjalanan dari area beresiko. Jadi kita harus secara bersama-sama menghadapi kenyataan ini” tuturnya lagi.

Dirinya berharap masyarakat yang mengerti dapat menjadi contoh bagi masyarakat umum, apalagi akhir-akhir ini ditemui yang sering melakukan pelanggaran tidak menggunakan masker adalah mahasiswa dan ASN.

Hingga saat ini kabupaten SBD sudah  3 orang positif covid-19, dan dengan adanya Instruksi Presiden akan ada penilangan bagi yang tidak bermasker dimuka umum tanggal 27 Juli sampai dengan 9 Agustus 2020 kedepan, maka tim gugus tugas akan lebih memperketat pelaksanaan pengawasan penggunaan masker. ***** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.