Asisten I Pimpin Rapat Pengendalian Aktivitas Sosial Yang Sifatnya Berkelompok

(ki ke ka) Plt. Sekda SBD, Bernardus Bulu, SH, Assisten I Setda SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos, Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka

Tambolaka–SJ…….. Bertempat di posko penanganan covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Asisten 1 Sekretariat Daerah SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos pimpin rapat pengendalian aktivitas sosial yang sifatnya berkelompok. Turut hadir dalam  pertemuan tersebut, Plt. Sekda SBD sekaligus ketua tim Satgas Covid-19, Bernardus Bulu, SH, Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka, Kadis P dan K, Yohana Lingu Lango, Plt. Kadis Kominfo, Yohanes Frin Tukan, Dinas Perhubungan, Daud L. Umbu Moto dan Kabag Tata Pem, Isto taru Bani.

Turut hadir juga dalam pertemuan tersebut dari Danki Brimob Iptu Jony Marthin, Kapolsek Loura, Kompol I Ketut  Mastina, S.Sos, Koramil 01/1629 Laratama Kapten Inf. Samuel N. Guba, Kasat Pol PP, Daud L. Taka, Danunit Inteldim 1629/SBD Letda Herad Y. Kenny, Intel Polres SBD Bripka Thomy Kaza dan staf OPD lainnya serta awak media.

Agenda penting dalam kerapatan ini adalah masih ada ODP covid-19 yang berkeliaran tanpa mengindahkan karantina mandiri 14 hari. Masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan Instruksi Bupati bagi yang meninggal untuk langsung dikubur 1 hari demi mencegah orang berkumpul. Secara umum himbauan pemerintah untuk social distancing dan  physical distancing belum dipatuhi.

Kata Plt. Sekda Bernardus Bulu menjadi warning bagi kita untuk harus berhati-hati, mengapa pemerintah pusat mengambil keputusan untuk menutup bandar udara dan pelabuhan untuk penumpang.

“Kita harus tegas dalam mengedukasi dan lembut dalam bertindak dan jauhkan  kekerasan agar tercipta suatu keharmonisan dan jika sudah tidak dapat diterima,  secara tegas maka polres berhak melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku” ungkapnya.

Baca Juga :   BEM AKN Sumba Timur Gelar Diskusi Hari Kartini

Kepala dinas Perhubungan Daul L. Umbu Moto mengatakan  untuk kendaraan umum agar harus menyediakan disinfektan dan adanya pembatasan penumpang, selain itu angkutan umum juga harus masuk terminal sehingga bisa dilakukan penyemprotan disinfektan dan seluruh penumpang agar mencuci tangan dengan sabun.

Plt. Kadis Kominfo Y. Frin Tukan mengingatkan agar perlu mengawasi pelabuhan tikus dimana masih ada kapal/perahu motor yang membawa penumpang ke SBD melalui pelabuhan tikus tersebut.

Dari pihak keamanan Danramil 01/1629 Laratama, Kapten Samuel mengusulkan agar  dilakukan patrol gabungan guna menegakan surat edaran Bupati.

Hal senada juga diusulkan oleh Kapolsek Loura untuk  membuat tim khusus yang siap siaga selalu,  jika ada masyarakat yang melawan harus ditindak tegas demi keamanan kita bersama.

“Intinya jangan banyak teori langsung aksi. Dengan adanya suasana Covid-19 ini pencuri mulai merajalela untuk itu perlu kita membuat tim khusus. Harus menyiapkan logistic untuk tim yang turun, sehingga tidak putus informasi karena masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan benar apa itu ODP dan PDP” tuturnya.

Danki Brimob, Iptu Jony mengatakan pihaknya selalu siap sedia jika diperlukan, selama ini Yon A Brimob SBD stand by 24 jam dalam mendukung tim satgas menangani covid-19. Jika memang diputuskan untuk adanya patroli ke wilayah-wilayah di SBD agar dibentuk tim sehingga bisa membagi tugas.

Asisten I Setda SBD, Fransiskus M. Adilalo yang ditunjuk sebagai coordinator tim kepada awak media mengatakan  untuk mencegah dan mengantisipasi tertularnya penyakit Covid-19,  kami akan upayakan untuk melakukan penangan serius mengingat wabah ini bukan hanya membuat panik kita di daerah, tetapi juga secara nasional bahkan seluruh dunia.

“Kita berupaya untuk tidak menjadi pemadam kebakaran tetapi mencegah supaya jangan terbakar. Setelah ini kita akan melaksanakan aksi ini dilapangan melakukan patroli dilapangan dan kita sudah bagi tugas masing-masing. Ruang-ruang publik tempat berkumpulnya masyarakat akan menjadi sasaran utama serta membatasi masyarakat untuk berinteraksi secara kelompok” tuturnya.

Baca Juga :   Evaluasi Internal Satgas Covid-19 SBD

Dirinya juga berharap pada peran media dalam memberikan informasi pada masyarakat untuk memahami upaya-upaya pencegahan covid-19. Media sosial juga sudah banyak diakses oleh masyarakat lalu kemudian informasi melalui media televise.

“Kami akan upayakan untuk perketat supaya Covid-19 di SBD dapat kita kendalikan. Kita akan ingatkan masyarakat terkait dengan orang berasal dari area beresiko (OAR) di SBD yang sudah 2.800 orang. Itu  bukan jumlah yang sedikit untuk dikendalikan,  maka secara hierarki pengendalian OAR kita lakukan melalui camat, kepala desa sampai pada RT untuk terus melakukan pemantauan pergerakannya. Mereka harus patuh pada karantina mandiri  14 hari dan tidak boleh berinteraksi dengan orang, physical distancing dan social distancing harus benar-benar dijaga” pungkasnya. *****

Liputan: Emilianus Buga,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.