Yayasan Seraphine Sumba Gelar Pelatihan Mekanisme Pencegahan Perdagangan Orang

Tambolaka-SJ…….. Dalam upaya mencegah modus operandi kejahatan perdagangan orang di Indonesia, Yayasan Seraphine Sumba gelar Workshop Mekanisme Pencegahan Perdagangan Orang di aula Susteran ADM jalan Bulgur Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/6/21).

Manager Program Sr. Marsella Hokor, ADM (kiri) dan salah satu narasumber Adela Gultom

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari hingga Jumat (25/6/21) ini didasari atas semakin berkembangnya modus operandi kejahatan perdagangan orang di Indonesia seperti pengantin pesanan, perekrutan perempuan ke dalam industri hiburan yang bersinggungan dengan ekploitasi seksual, pelibatan keluarga dalam proses perekrutan korban khususnya mereka yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri serta meningkatnya kebutuhan penanganan dan pelayanan yang menyeluruh dan komprehensif bagi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Bekerja sama dengan Lembaga Caritas Germany, Yayasan Seraphine Sumba melakukan upaya pencegahan human trafficking dengan melakukan edukasi kepada masyarakat desa Hoba Wungo kecamatan Kodi Utara, Desa Mata Lombu kecamatan Wewewa Tengah, kabupaten SBD.

Kegiatan workshop pencegahan human trafficking melibatkan peserta dari Desa Hoha Wungo, Desa Mata Lombu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappeda, Disdukcapil, Dinas Sosial, DP3AP2KB, Dinas Pendidikan, Kecamatan Weteng, Kecamatan Kodi Utara, YHS, Jarmas Sumba, Unit PPA dan SMP Wona Kaka.

Pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemberian layanan baik sesama lembaga pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, serta meninggkatkan kualitas layanan dan memperkuat petugas garda terdepan dalam menyediakan layanan yang diperlukan dengan mengarustamakan pendekatan Responsif Gender dan Non-stigmatisasi.

Dan juga peserta pelatihan dapat memahami pola mekanisme pencegahan human trafficking, alur pelaporan, sosialisasi, identifikasi, tindak lanjut, dan rujukan yang di perlukan.

Baca Juga :   Bupati SBD Lantik 8 Pejabat Tinggi Pratama Eselon II-B

Kepada media Sr. Marsella Hokor, ADM selaku Manager Program YSS menuturkan latar belakang program ini, merupakan bentuk keprihatinan Yayasan Saraphine Sumba terhadap maraknya kasus perdagangan manusia terutuma yang menjerat perempuan dan anak di SBD.

“Situasi sekarang perempuan dan anak di Sumba terjebak dalam kashus Human trafficking, dengan 2 desa dampingan yayasan Saraphine dan juga pemerintah,  kami membangun kerjasama dan kaloborasi untuk percegahan kasus perdangan orang” tutur Sr.Marsella.

Adela Gultom  salah satu pembicara pada kegiatan workshop menjelaskan bahwa korban perdagangan orang tidak hanya menyasar mereka yang  level ekonomi rendah atau miskin dan tidak berpendidikan, tetapi menurutnya Human Trafficking bisa menyasar pada siapa saja termasuk mereka yang berpendikan tinggi, sehingga menurutnya perlu ada perubahan paradigma berfikir tentang bahaya perdagangan orang karena bisa menyasar siapa saja, sehingga menurutnya penting adanya kolaborasi dari semua pihak untk melihat persoalan ini.

Dari pantauan media ini, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Aula Susteran ADM Weetabula yang berlangsung selama 2 hari ini, dari tanggal 24-25 juni 2021, diikuti oleh 26 orang peserta dari berbagai macam Institusi/ Lembaga baik Pemerintah dan Non Pemerintah, berjalan lancar dan Aman serta tetap menaati Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. *** (Ishak/017-21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor