WTI, JPAB DAN SINODE GKS GELAR WEBINAR GEREJA RAMAH ANAK

Tambolaka-SJ…….. World Teach Indonesia (WTI) di Jakarta,  Jaringan Peduli Anak Bangsa  (JPAB) di Jakarta, Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) di Waingapu serta Yayasan Pendidikan Masehi Sumba menggelar webinar Gerakan Ramah Anak,  Kamis (4/11/21).

Webinar bertajuk Gereja Ramah Anak dan Sekolah Kristen Ramah Anak di daratan Sumba telah berjalan dengan lancar dan sukses serta mendapat respon positif dari ratusan peserta yang mengikuti webinar tersebut.

Webinar yang diselenggarakan dari pkl 10.00 sampai 12.45, WIB  tersebut diselenggarakan dalam kerangka kerjasama World Teach Indonesia di Jakarta yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate, Jaringan Peduli Anak Bangsa  di Jakarta, Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) serta Yayasan Pendidikan Masehi Sumba.

Ketua Sinode GKS memberi remarks yang sangat kuat tentang pentingnya semangat dan program untuk mentransformasikan gereja-gereja dan sekolah-sekolah Kristen di Sumba supaya menjadi pelopor dalam menyukseskan Gerakan Ramah Anak (GRA).  

Ketua Umum WTI, Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate

Pengurus Yapmas dan peserta menyampaikan kesan positif tentang penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap kegiatan-kegiatan berikut dapat dilanjutkan di masa mendatang. Webinar tersebut dihadiri 200 Peserta yang terdiri atas para Pendeta, Tokoh-tokoh Gereja, Guru-guru Sekolah Kristen, Pusat Pengembangan Anak (PPA), dan profesi-profesi yang lain dari 4 Kabupaten di daratan Sumba.

Adapun yang menjadi para pembicara dalam webinar tersebut adalah Ketua Umum WTI, Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate (remarks), Nara sumber :Tim GRA JPAB Nasional sekaligus Pendeta GKI Jakarta, Pdt. Ir. Yoel M Indrasmoro, S.TH., Koordinator SKRA JPAB Nasional, Ingrid Subagyo, M. Div., Wakil Ketua Pengurus JPAB Nasioanl, Benyamin Lumy, S.Sos, M. Kesos., Tim SKRA JPAB Nasioanl, Sotar Sinaga, S.Psi., penceramah utama (Keynote Speech) Ketua Pengurus JPAB Nasional, Haryati PH., sedangkan moderatornya Ermanayono, S.Th., (Asisten Dewan  Pengurus WTI). *** (Octa/002-21),-

Baca Juga :   Empat Tahun Sejak Dicanangkan Akhirnya HIMAS Di Deklarasikan