Wabup Chris Taka Minta Pemdes Anggarkan 10% Untuk Anak Stunting di SBD

Tambolaka-SJ………. Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),  Marthen Christian Taka, S. IP., minta Pemerintah Desa mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) SBD mencegah stunting di SBD dengan memberikan perhatian 10%  bagi anak-anak Stunting.

Demikian disampaikannya saat membuka pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Wewewa Utara, Senin (7/3/22) di aula kantor Kecamatan Wewewa Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Chtis Taka menjelaskan masalah stunting merupakan masalah yang mendesak bagi SBD saat ini, dimana angka stunting sedang melonjak tinggi. Saat ini jumlah  penderita stunting di SBD meningkat tajam dari 31,25% pada Agustus 2021 menjadi 45,32 pada Februari 2022.

“Oleh karena itu desa wajib mengalokasikan anggaran untuk PMT penyuluhan dan PMT pemulihan bagi balita gizi kurang dan gizi buruk” ungkap Chris Taka.

Lebih lanjut Wakil Bupati Chris Taka menjelaskan untuk mencegah Stunting dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk pemerintah Desa beserta seluruh aparatnya. Untuk kabupaten SBD jumlah angka stunting 11.403, sedangkan kecamatan Wewewa Utara jumlah stunting ada 624 jiwa, jika dibagi Rata-rata untuk 12 desa, maka setiap desa ada 52 anak stunting. Jika setiap aparat desa memperhatikan 1 orang anak stunting, maka jumlah aparat desa yang ada sudah bisa membantu anak stunting tiap desa minimal 12 orang per desa.

“Tolong perhatikan anak-anak kita itu, mereka adalah anak-anak harapan bangsa untuk masa mendatang, jika kita menyisihkan 10% dari penghasilan kita masing-masing, maka kita tidak perlu menunggu Pemda menanggulangi masalah Stunting” jelas Wakil Bupati.

Dirinya juga mengingatkan bahwa dalam bidang kerohanian (gereja), 10% memang disiapkan untuk Tuhan. Jadi dengan membantu anak-anak stunting sama dengan kita sudah beribadah.

Baca Juga :   Kodim 1629/SBD Gelar Komsos Bersama Forkompinda dan Elemen Masyarakat

Chris Taka menambahkan jika aparat Pemdes, BPD, LPM dan program kesehatan sudah melakukan penanganan masalah stunting disetiap desa, maka bisa menyelesaikan masalah stunting 6 bulan kedepan.

Salah satu petinggi Golkar Provinsi NTT ini mengingatkan, target Pemerintah Pusat di tahun 2045, Indonesia sudah bebas dari stunting, jika hal itu terwujud berarti pada masa itu Indonesia sudah menciptakan anak-anak bangsa yang sehat, menciptakan kader-kader bangsa Indonesia yanng sehta dan cerdas.

Kegiatan Musrenbangcam Wewewa Utara ini secara resmi dinuka oleh Wakil Bupati Chris Taka yang dihadiri oleh  2 orang anggota DPRD Dapil 2, Staf Ahli, Asisten, beberapa pimpinan OPD, Camat Wewewa Utara dan seluruh kepala desa Wewewa Utara serta TNI Polri. *** (Octa/002-22). –