TITIK TERANG PEMULANGAN JENAZAH ALMARHUM HERMANUS BALI MEMA PAHLAWAN DEVISA ASAL SBD

Tambolaka-SJ……. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) almarhum Hermanus Bali Mema mendapat titik terang akan dipulangkan ke Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berkat  dukungan penuh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Demikian  dikatakan Benny Rhamdani saat dihubungi SepangIndonesia pada Rabu sore (3/6/2020) melalui sambungan seluler (sepang Indonesia.com).

Imelda Sulis Setiawati Seda, Program Manajer YPK Donders

“Tadi pagi saya sudah bicara dengan Konjen Kuching bahwa ini adalah masalah yang cukup serius dan keluarga berharap jenazah atau almarhum bisa dipulangkan. Dan BP2MI memberikan dukungan penuh atas apa yang diminta oleh keluarga,” kata Benny Rhamdani.

Lebih lanjut dijelaskan, Konjen Kuching tadi menyampaikan bahwa sedang dalam persiapan untuk dipulangkan.

“Jadi artinya yang penting bahwa sudah ada jawaban, jenazah akan dipulangkan, diharapkan kepada keluarga untuk bersabar, tenang, yang penting BP2MI tentu akan memberikan pelayanan terbaik termasuk atas keluhan-keluhan seperti ini tidak akan tinggal diam” tuturnya lagi.

Benny juga menambahkan, tadi saya juga sudah menyampaikan ke Upt Kupang, agar menyampaikan kepada keluarga.

“Jadi setelah saya selesai telepon dengan Konjen, saya komunikasikan dengan Upt Kupang agar menyampaikan kepada keluarga,” kata Benny Rhamdani Kepala BP2MI.

Khabar gembira ini tidak saja dirasakan oleh keluarga almarhum di desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara SBD, tetapi juga menjadi khabar gembira bagi Imelda Sulis Setiawati Seda,  program manager Yayasan Donders.

Kepada Suara Jarmas yang menemuinya Rabu malam (3/6/2020) Sulis mengaku sangat terharu mendengar khabar gembira ini. Bagaimana tidak,  segala macam upaya sudah dilakukan oleh YPK Donders untuk membantu pemulangan jenazah almarhum.

“Ada banyak tantangan yang kami hadapi,  respon  dari Pemda dan DPRD SBD yang terkesan lamban, sehingga kami berkoordinasi dengan PADMA Indonesia di Jakarta untuk mencari solusi mengambalikan janazah saudara kita tersebut” ungkapnya. 

Baca Juga :   Bupati Malaka Tekan Pimpinan OPD untuk Tingkatkan Prestasi Kerja

Lebih lanjut Sulis menjelaskan untuk memperoleh informasi yang jelas dan mekanisme pemulangan jenazah,  Donders melakukan komunikasi dengan KJRI di Kucing dan juga dengan BP2MI untuk memastikan almarhum bisa dipulagkan ke SBD.

Kata Sulis,  kemarin tanggal 2 Juni sesuai hasil koordinasi kami dengan pak Lucki Nugraha di Kucing, sebenarnya prosesnya adalah Pemkab SBD ataupun para pihak yang pada saat itu memberangkatkan almarhum mestinya harus bertanggung jawab. Masalah legal atau illegal tidak perlu lagi diperdebatkan karena almarhum sudah terdata sebagai PMI yangbekerja di Malaysia.

Yang diharapkan oleh Lucky Nugraha di Kucing, jika saja Pemerintah atau para pihak mendapatkan jalur pemulangan jenazah, sebenarnya sudah bisa sampai di SBD. Tentu saja harus melengkapi seluruh dokumen yang diminta oleh pihak di Kucing Malaysia.

“Semua dokumen sudah dikirim oleh keluarga kecuali surat pernyataan dari keluarga untuk memakamkan almarhum di Malaysia. Keluarga sudah bertemu dengan Bupati dan Ketua DPRD SBD, tetapi jawaban yang diperoleh adalah kondisi tidak memungkinkan sebaiknya dimakamkan saja di Malaysia, tapi keluarga tidak mau” kata Sulis  menjelaskan. 

Yang Donders harapkan dari proses ini adalah bagaimana kita mencoba mengakomodir keinginan keluarga. Kalau  proses dari Pemerintah Pusat  dan Kucing sudah berusaha untuk memulangkan jenazah, persoalannya adalah bagaimana proses pengembalian jenazah karena dari Pontianak, Jakarta, Bali/Kupang dan tiba di Tambolaka.

Permasalahan yang dihadapi bukan soal biaya, karena menurut pak Lucky Nugraha di Kucing bahwa tempat bekerja almarhum siap menanggung seluruh biaya hingga tiba di SBD, jadi yang dibutuhkan adalah dukungan dari Pemda maupun DPRD SBD. Dirinya sangat menyayangkan permasalahan yang dihadapi oleh almarhum Hermanus Bali Mema yang meninggal pada 22 Mei 2020 yang lalu.

Baca Juga :   SBD BERDUKA, KASAT POL PP MENINGGAL DUNIA

“Ketika PMI masih hidup dengan lantang kita  mengatakan mereka adalah pahlawan devisa, tetapi ketika mereka meninggal tidak ada satu orangpun yang mengatakan mereka pahlawan devisa. Tidak adanya etiket/kemauan baik untuk membantu keluarga almarhum “ ungkap Sulis sedih menutupi bincang-bicangnya dengan Suara Jarmas.

Untuk diketahui Almarhum Hermanus Bali Mema pada tahun 2012 direkrut oleh PT. Citra Bina Tenaga Mandiri dan diberangkatkan ke Malaysia pada Mei 2012. Setelah dikontrak selama 2 tahun di kebun kepala sawit “PELITA” di Malaysia, dirinya kehilangan khabar. Pada 24 Mei 2020 diperoleh khabar dari rekannya di Malaysia, almarhum telah meninggal dunia di rumah sakit Sibu Serawak pada tanggal 22 Mei 2020 pukul 04.00. ***** (OC$),-