Tersangka Kasus Weekuri Dikirim ke Kupang

Waikabubak – SJ,– Kasus pengadaan  tanah pemda di Weekuri Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) akhirnya mulai menunjukan hasil dengan mengirim tersangka ND ke Tipikor Kupang NTT.

Tersangka ND yang merupakan mantan pejabat di SBD tahun 2012 diberangkatkan ke Kupang oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sumba Barat pada Jumat, 18 Agustus 2017 melalui bandar udara Tambolaka.
Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Adji Ariono, SH mengatakan pihaknya telah menetapkan 2 orang tersangka yaitu ND dan IH sebagai tersangka dan guna penyidikan lebih lanjut kedua tersangka dikirim ke pengadilan Tipikor NTT.
Sementara ini pihak Kajari baru menetapkan 2 tersangka berdasarkan 2 alat bukti yang dimiliki dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru apabila ditemukan dalam persidangan nanti.

Kajari Sumba Barat, Adji Ariono,SH
Kajari Sumba Barat, Adji Ariono,SH

Kasus pembelian tanah untuk kepentingan umum oleh Pemda SBD menyebabkan negara dirugikan sebesar 425 juta Rupiah dari tanah seluas 814.000 m2. 

Adji Ariono pada media mengatakan pengadaan tanah ini berdasarkan perencanaan pada tahun 2010 dan dikeluarkan SK oleh Bupati tahun 2011 serta pelaksanaannya pada tahun 2012.
“Sementara ini yang menjadi tersangka adalah wakil ketua pelaksana dan pengguna anggaran, tapi kalau dari hasil persidangan nanti ditemukan adanya tambahan tersangka akan kita tindak lanjuti” ungkanya.
Pantauan media masyarakat SBD berharap kasus yang merugikan negara ini dapat diusut tuntas. Berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Bupati SBD pada saat itu, dr. Kornelius Kodi Mete ada 9 orang namanya tertera yang dikenal dengan Tim 9, dan masyarakat merasa heran apabila baru 2 orang yang ditetapkan menjadi tersangka.
Menanggapi adanya tersangka kasus Weekuri sejumlah pihak kepada media ini mengapresiasi langkah tegas dari pihak kejaksaan yang disebut mereka berani membuka kasus tersebut. Seperti yang diutarakan oleh tokoh masyarakat, Pendeta Aderita Andinono dan penggiat anti korupsi yang juga ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi NTT (KOPAK-NTT), Gabriel Goa.
Tokoh agama Pdt. Aderita Andi Nono misalnya menyebut langkah kejaksaan ini patut diapresiasi oleh masyarakat karena mampu mengangkat realita yang sedang terjadi walaupun dirinya menilai dari kasus ini sejak mengemuka ke publik banyak hal yang ditutupi dan terkesan melindungi segelintir orang. Hal ini tambahnya dilatarbelakangi oleh banyak panitia yang terlibat namun hanya 2 yang kemudian ditangkap. Oleh karenanya dirinya meminta supaya para tersangka dalam persidangan nanti dapat memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya untuk mengungkap tokoh-tokoh baru pelaku dalam kasus ini karena telah merugikan negara.

Baca Juga :   Formas PPH Dorong Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa di SBD

Pdt. A. Andi Nono, S.Th Tokoh agama Dan Tokoh masyarakat Wewewa Barat.
Pdt. A. Andi Nono, S.Th Tokoh agama Dan Tokoh masyarakat Wewewa Barat.

“Harus bisa dikembangkanlah kasus ini. Supaya jangan hanya mereka saja begitu. Kan mereka dalam tim berarti timlah yang harus bertanggung jawab bukan mereka saja begitu. Kami mendukung penuh langkah ini dan meninta supaya bisa diusut tuntas,”tegasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Tokoh Masyarakat Kabali Dana yang enggan namanya disebut, meminta agar kasus Weekuri harus diusut sampai tuntas, karena negara dan masyarakat sangat dirugikan.
“Ambil juga keterangan kepada yang mengeluarkan SK tersebut, karena sebagai Bupati dia kan harus mendapat laporan dari anak buahnya atas hasil kerja mereka, sehingga bisa menjadi masukan bagi penyidik ko cuma 2 orang yang menjadi tersangka” tegasnya pada media. (OC$).-

Leave a Reply

Your email address will not be published.