Terlapor Perampasan Tanah Tidak Hargai  Pemerintah Kelurahan

Tambolaka – SJ…. Kasus Perampasan Tanah Milik Ny. Apliana Wenyi Djari oleh pelaku  Agustina Dada membuat pusing  dan melelahkan keluarga korban perampasan dan pemerintah kelurahan Waitabula.

Kasus yang sedang ditangani oleh Kelurahan Waitabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berdasarkan laporan 1 Agustus yang lalu, terlapor Agustina Dada tidak pernah menghargai panggilan pemerintah kelurahan Waitabula tersebut.

Kanan Lurah Agustina Virgo N Pare,ST saat melayani Pelapor Ny. Apliana dan keluarga
Kanan Lurah Agustina Virgo N Pare,ST saat melayani Pelapor Ny. Apliana dan keluarga

Tanah yang terletak di Sapurata Kelurahan Waitabula yang sudah bersertifikat atas nama Ny. Apliana Wenyi Djari (AWD) tersebut menjadi bermasalah setelah Agustina Dada Gadi (ADG) merampasnya dengan memasang papan permainan PS dirumah mereka yang bersebelahan dengan tanah tersebut, untuk menunjukan kepemilikan mereka atas tanah tersebut. 

Melihat kejadian ini putra dari AWD, David Lay melaporkan pada keluarga sehingga disepakati bersama untuk melaporkan hal tersebut ke Pemerintah Kelurahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak mau berbuat masalah yang melanggar hukum, sehingga kami melaporkan ke pemerintah kelurahan untuk diselesaikan” ungkapnya.
Setelah mendapat laporan secara resmi pada Senin, 1 Agustus 2017 yang lalu pemerintah kelurahan langsung mengecek ke lapangan dan selanjutnya melakukan pemanggilan kepada kedua belah pihak untuk diselesailan.
Pemanggilan pertama Senin 7 Agustus 2017 yang lalu tidak dihargai oleh pelaku, demikian pula pemanggilan kedua hari ini Jumat, 11 Agustus 2017 kembali lagi tidak dihargai oleh ADG sehingga membuat Lurah Waitabula Agustina Virgo N. Pare, ST  menjadi marah dan menyesalkan prilaku ADG yang tidak menghargai upaya pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan.
Lurah Agustina bertempat di kantor Kelurahan Waitabula, Jumat 11 Agustus 2017 mengatakan sangat kecewa dengan ketidakhadiran ADG tanpa keterangan, ini menunjukan ada yang tidak beres.
“Kita jadi melihat ada yang tidak beres dengan mereka, ini menunjukan mereka tidak menghargai pemerintah” ujarnya pada AWD dan keluarga yang selalu hadir memenuhi panggilan Kelurahan.
Lebih lanjut Lurah Waitabula ini mengatakan  pihaknya akan membuat panggilan ketiga dan rencananya pada Senin, 14 Agustus 2017 akan dilakukan pemanggilan ketiga.
“Hari ini juga kami akan lakukan pemanggilan yang terakhir, jika ia tetap tidak menghargai pemanggilan ini kami akan tegas” ujarnya pada keluarga korban yang hadir.
Pantauan media pelaku perampasan tidak mempunyai alat bukti kepemilikan tanah tersebut, sehingga tidak menghargai panggilan kelurahan untuk menyelesailan permasalahan tanah tersebut.
Salah satu warga masyarakat Waitabula yang enggan disebut namanya mengatakan kepemilikan tanah tersebut sah milik AWD.
“Terlapor ADG memang sudah tidak memiliki tanah lagi di Waitabula, semua lahan mereka sudah habis terjual sehingga mereka mencoba ganggu Ny. AWD apabila lemah, maka bisa merebutnya. Kekuatan mereka katanya punya anak mantu yang polisi” tuturnya pada SJ.

Baca Juga :   GABRIEL GOA APRESIASI KEJAKSAAN NEGERI FLORES TIMUR