TANGGAP BENCANA ALAM, KODIM 1629/SBD GELAR RAKOR LINTAS SEKTOR

Suara Jarmas….. Saat ini Bangsa Indonesia dalam keadaan menghadapi cuaca ekstrim dengan adanya ancaman banjir pesisir  (ROB) dimana adanya peristiwa  naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut.

Selain adanya ancaman ROB, daerah NTT umumnya dan Pulau Sumba khususnya adalah daerah yang rawan gempa, mengantisipasi adanya bencana yang bisa muncul kapan saja, Kodim 1629/SBD menggelar Rapat Koordiniasi (Rakor) lintas sektor dalam rangka penganggulangan bencana alam di wilayah kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Hadir dalam Rakor tersebut, Kabag Ops Polres SBD, AKP Marselinus Hale, Kepala BPBD, Drs. Agustinus Pandak, Plt. Kasat Pol PP, Umbu Remu Samapaty, dan perwakilan OPD-OPD terakit lainnya untuk membicarakan dan mencari solusi bersama sebelum terjadinya bencana, selama bencana dan sesudah bencana alam tersebut.

Pasi INtel Kodim 1629/SBD, Lettu Yohanes Herard Keny (kiri) saat memaparkan potensi daerah bencana alam disaksikan Dandim 1629/SBD, Letkol Czi. Novi Kurniawan (kanan)

Rakor dipimpin langsung oleh Dandim 1629/SBD, Letkol Czi, Novi Kurniawan, ST., dan Pasi Intel Kodim 1629/SBD, Lettu Yohanes Herard Keny memaparkan materi peanggulangan bencana alam di SBD.

Dalam arahannya Dandim 1629/SBD, Letkol Czi, Novi Kurniawan, ST., Rakor ini digelar sebagai bentuk kesiapan bersama TNI/Polri bersama Pemda dalam menghadapi adanya ancaman bencana alam. Secara bersama-sama TNI bersama Polri dan Pemda agar mengantisipasi dan turun ke lapangan jika adanya bencana alam itu.

“Berdasarkan pengalaman, banyak  yang terjadi adanya mis koordinasi di lapangan, sehingga tidak terkesan hanya TNI/Polri saja yang ada di lapangan dalam menanggulangi bencana alam. Melalui Rakor ini kita satukan persepsi dan komitmen bersama dalam menanggulangi bencana, memang yang seharusnya paling depan adalah BPBD, tapi kita semua harus siap karena ini adalah oprasi kemanusiaan” ungkap Dandim 1629/SBD.

Baca Juga :   NILAI GOTONG ROYONG MENJADI KEKUATAN PEMBANGUNAN

Lebih lanjut Dandim mengatakan, Pemerintah bersama TNI/Polri bergotong royong, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu jika terimpa bencana.  

“Melalui Rakor ini, saya pengen tahu kesiapan-kesiapan dari OPD-OPD terkait apabila bencana menimpa Kabupaten SBD. Sehingga kita bisa saling mendukung dan mengisi apabila ada kejadian-kejadian yang secara mendadak terjadi” jelasnya.

Dirinya berharap apabila ada bencana yang menimpa masyarakat SBD, TNI/Polri bersama Pemda SBD cepat, tanggap dan selalu siap dalam memberikan pertolongan dan bantuan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Dirinya juga berharap mudah-mudahan bencana alam tersebut tidak sampai menimpa kabupaten SBD.

Dandim 1629/SBD, Letkol Czi. Novi Kurniawam bersama seluruh peserta Rakor menanam kelor sebelum pelaksanaan Rakor

Pasi Intel Kodim 1629/SBD, Lettu Yohanes Herard Keni dalam pemaparan materinya menyampaikan daerah-daerah yang berpotensi mengalami bencana alam. Untuk ROB atau tsunami daerah Pero Batang, Wainyapu (Kodi), Weekelo dan Bondo Boghila (wilayah  Kota dan Loura).

Sedangkan Angin Putting Beliung untuk daerah kecamatan Kodi, Wewewa Barat, Loura dan Wewewa Tengah. Abrasi untuk daerah pesisir Pero Batang, Weekelo dan Letekonda. Bencana banjir daerah yang menjadi ancaman adalah kecamatan Kota, Loura dan sebagian  kecamatan Wewewa Barat serta Wewewa Selatan. Sedangkan untuk gempa bumi dan kebakaran hampir seluruh wilayah SBD berpotensi mengalami bencana tersebut.

Hal senada juga dalam pemaparan Kabag Ops Polres SBD, AKP Marselinus Hale, daerah-daerah yang berpotensi bencana alam di SBD. Tsunami diperkirakan akan terjadi sepanjang pantai Kodi sampai dengan Lokori (Sumba Barat). Pohon tumbang untuk wilayah Wewewa Timur, Kodi dan Wewewa Barat (Watu Kagoroka). Tanah longsor untuk daerah Wewewa Timur, Wewewa Barat, Wewewa Selatan dan Kodi Bangedo. Banjir untuk Wewewa Timur dan Wewewa Selatan, selain daerah-daerah yang sudah disampaikan terlebih dahulu oleh Pasi Intel 1629/SBD.

Baca Juga :   GMNI Kefamenanu Kecam Rektor Unimor Setefanus Sio

Dipantau oleh media ini, sebelum Rakor seluruh peserta bersama Kodim 1629?SBD melakukan penanaman kelor di halaman belakang Makodim 1629/SBD. Seluruh peserta Rakor memberi apresiasi luar biasa atas inisiatif Kodim 1629/SBD yang sudah menyelenggarakan Rakor Penanggulangan Bencana Alam, serta setiap OPD-OPD menyampaikan kesiapan-kesiapan logistic dan personilnya. Kendala-kendala yang dihadapi kurangnya personil yang terlatih dalam penanganan bencana alam.

Diharapkan dalam waktu dekat Bupati SBD akan menindak lanjuti dengan mengeluarkan Instruksi Bupati masalah penanggulangan bencana alam. Disepakati juga agar secepatnya dilakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat dengan memasang tanda-tanda bahaya oleh BPBP di daerah-daerah berpotensi bencana. *** (Octa/002-23).-