TANAMAN ALTERNATIF PENCEGAH KRISIS PANGAN DI INDONESIA

Waingapu-SJ………… Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumba Timur pada Kamis (2/6/2022), Presiden Joko Widodo mengatakan, masalah ketahanan pangan harus serius ditangani oleh Pemerintah, karena menyangkut keberlangsungan negara dan kehidupan generasi penerus bangsa. Jika krisis pangan terjadi,  stabilitas negara akan terganggu.

“Ini yang merupakan salah satu tujuan Pemerintah RI berkunjung di lokasi PT SARGUM Desa Palaka Hembi, Kecamatan Pandawai   Kabupaten Sumba Timur,” ungkap Presiden RI.

Jokowi menjelaskan, konsepsi ketahanan ekonomi nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan, keamanan yang seimbang dan serasi dalam seluruh aspek kehidupan berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wawasan Nusantara. Termasuk di dalamnya memajukan pertahanan keamanan yang didukung dari adanya upaya untuk memajukan pertahanan pangan.

Presiden Republik Indonesia Ir., Jokowi dodo menegaskan, dalam rangka peringatan yang dilakukan oleh VAO dan PBB bahwa dunia saat ini dan di masa yang akan datang akan menghadapi krisis pangan, sudah kelihatan bahwa sekarang ini harga-harga pangan semuanya naik  oleh sebab itu harus ada rencana besar  negara kita menghadapi ancaman krisis pangan.

“Kita ingin banyak alternatif dan pilihan yang bisa kita kerjakan untuk mengatasi rawan pangan, alternatif lain yang  sedang di upayakan oleh Pemerintah adalah membudidayakan Tanaman Jagung, Sagu dengan tanaman lama kita Sargum yang sudah di coba di kabupaten Sumba Timur dengan Luas Lahan 60 Hektar agar pangan kita tidak hanya bergantung pada beras” tegas Jokowi.

Keunggulan tanaman sargum terletak pada daya adaptasinya yang luas, toleran terhadap kekeringan, produktivitas tinggi dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit di bandingkan dengan tanaman pangan lainnya.

Dipantau oleh media ini, kunjungan presiden Jokowi di lokasi PT. Sargum Kabupaten Sumba Timur di sambut Warga Masyarakat Sumba Timur dengan antusias, riang dan gembira segerombolan masyarakat bersama anak sekolah SD dan SMP di sepanjang simpang jalan masuk PT Sargum mengibarkan bendera merah putih dan sejumlah poster terpajang di pinggir jalan, namun satu poster yang tulisannya menarik “selamat datang pakde di tanah marapu, Jokowi Sa Yang Asli Yang Lain Palsu”. *** (Denis/006-22).-

 

Baca Juga :   KODIM 1629/SBD SALURKAN BANTUAN SEMBAKO UNTUK MASYARAKAT MISKIN