Sumba Timur Minim SDM di Sektor Pariwisata

by -363 views

Waingapu-SJ…….. Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyelenggarakan Fasilitasi Uji Kompetensi Bidang Pemandu Wisata di aula Padadita Beach Hotel, 05-07 Maret 2021.

Bupati Sumba Timur, Khris Praing (kedua dari kiri) saat membuka Faslitas Uji Kompetensi Bidang Pemandu Wisata di Padita Beach Hotel

Dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumba Timur, ketua DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kabupaten Sumba Timur.

Sambutannya direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Rafflesia (LSP Rafflesia), Pungky Nanda Raras, A.Md. Par., S.E., M.M mengatakan kegiatan ini merupakan kerja sama antara kementerian pariwisata dan lembaga sertifikasi profesi pariwisata Raflesia.

“Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Raflesia. Kegiatan ini akan dimulai tanggal 05-07 Maret 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang” jelasnya.

Dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memajukan dunia pariwisata di Sumba melalui pelatihan kepada peserta yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mamajukan pariwisata di Sumba Timur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memajukan dunia pariwisata di Sumba khususnya di Kabupaten Sumba Timur. Dengan adanya kegiatan ini, kami berdua berharap kepada peserta nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mamajukan pariwisata di Sumba Timur,” ungkapnya.

Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel A. praing, M.Si dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan mengatakan bahwa pulau Sumba memiliki keunikan tersendiri baik pesona alam maupun budayanya.

“Pulau Sumba menyimpan begitu banyak Misteri dan Pesona, baik alam maupun budayanya. Alam Sumba Timur didominasi padang-padang sabana, pantai-pantainya berpasir putih dengan laut yang membiru.sehingga secara prinsipil, pemberdayaan dan pengembangan obyek-obyek wisatanya, baik Alam, Budaya dan Bahari-nya merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa” tutur Khris Praing.

Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini pariwisata di Sumba Timur terjadi pergeseran diakibatkan pandemi Covid 19.  Sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemic Covid-19 menyebabkan pergeseran paradigma bagaimana pola kunjungan dan perilaku wisatawan seperti sebelumnya mengutamakan Keamanan atau “security first“,  namun pasca pandemic berubah dengan mendahulukan pada keselamatan kesehatan atau “safety and healt first .  

“Covid-19 difokuskan pada perilaku perjalanan wisatawan dalam bentuk group yang awalnya berorientasi kerumunan, cenderung untuk mencari ketenangan atau “serenity inclination“, yang lebih berorientasi pada protokol kesehatan atau “healt protocol oriented ” ungkap Bupati Khris.

Khris Praing menjelaskan  bahwa kualitas sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bidang pariwisata jumlahnya terbatas. Serta berharap peserta yang mengikuti kegiatan sertifikasi menjadi ujung tombak kepariwisataan.

“Kualitas sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bidang pariwisata jumlahnya terbatas. Pengembangan pariwisata harus diiringi dengan ketersediaan jumlah sumber daya manusianya sebagai penggerak pembangunan itu sendiri. Pemandu Wisata adalah ujung tombak bagi Kepariwisataan. Saya mengharapkan kepada seluruh peserta kegiatan Sertifikasi Kompetensi agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta mentaati protokol kesehatan”  harapnya. *** (009/SJ/21),-