Sertifikat Atas Nama MAB Hilang di BPN Malaka

Malaka-SJ……… Kuasa hukum Marta Abuk Bria (MBA) pemilik sertifikat tanah berukuran 6.379 meter persegi,  Wilfridus Son Lau,SH.,MH mengatakan sertifikat tanah tersebut  benar hilang di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malaka.

“Sertifikat atas nama MAB tidak ditemukan di BPN Malaka,  pihak BPN Malaka mengatakan bahwa sertifikat tersebut hilang” ungkap Wilfiridus Son Lau,SH.,MH pada awak media, Kamis (8/10/21).

Dikatakananya, dari hasil mediasi tadi telah terungkap kebenarannya,  bahwa yang memiliki hak atas tanah seluas 6.379 meter persegi sebagai pemegang haknya adalah MAB bukan MLN.

“Sebab dalam hasil media tersebut,  pihak BPN Malaka mengakui klien kami adalah pemilik sah sertifikat itu dan tidak mengenal MLN. Karena semua data, baik data fisik, data yuridis yang ada di BPN Malaka adalah atas nama MAB’ tutur Son Lau.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan,  karena sertifikatnya hilang maka sesuai hasil mediasi BPN Malaka siap menerbitkan ulang sertifikat dengan nomor 564 atas nama MAB.

Selain itu, Ia mengatakan, ada dugaan keterlibatan oknum BPN Malaka dalam melakukan penertiban sertifikat tanah atas nama MLN, karena sertifikat tanah berukuran 6.379 yang sesungguhnya di mohonkan oleh MAB itu belum diserahkan oleh BPN Malaka. Sehingga tanah yang sama itu pemegang haknya bukan MAB namun ada orang lain yang menjadi subjek hak dari bidang tanah itu.

“Kami menduga ada oknum BPN Malaka yang melakukan praktek mafia tanah di Kabupaten Malaka” ungkapnya.

Disisi yang lain, kuasa hukum MAB Wilfiridus Son Lau,SH.,MH mengapresiasi Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malaka telah mengakui sertifikat atas nama MAB itu hilang dan siap untuk menerbitkan ulang sertifikat yang baru.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malaka,  Beci Dopong menyampaikan, awalnya ada laporan dari kuasa hukum MAB dan ada komunikasi untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada kami untuk mengumpulkan data.

Baca Juga :   JPU Tetapkan 5 Orang Tersangka Baru Kasus Puskesmas Tanggaba

“Karena kegiatan ini dilakukan sejak tahun 2017/2018. Disaat itu personil yang terlibat sudah pensiun dan pindah” ujar Kepala BPN Malaka.

Dikatakan, pada saat mediasi berlangsung kami menyampaikan sesuai sistem dan seluruh prosedur yang ada didalam sistem. Didalam sistem kepemilikan sertifikat tanah berukuran 6.379 Persegi Panjang itu tercatat milik MAB.

“Dalam mediasi tadi tidak ditemukan kata sepakat. Didaftar isian BPN MAB belum tanda tangan selaku pemegang hak di daftar isian kami” katanya.

Beci Dopong menyampaikan, secara kelembagaan sertifikat tersebut seharusnya ada di kantor. Namun karena sertifikatnya itu hilang maka kami akan menggantikan sesuai dengan perosesnya kami.

Selain itu ia menegaskan, agar  MLN segera mengembalikan sertifikat yang ia pegang. Jika tidak dikembalikan maka BPN Malaka akan tempuh dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami harus bertannya oknum siapa yang terlibat didalam. Kami sendiri juga tidak bisa membuktikan siap yang ambil sertifikat di kantor dan menyerahkan kepada MLN” ungkap Kepala BPN Malaka Beci Dopong.

Dirinya juga membantah kalau, kalau BPN sebagai lembaga terlibat dalah kasus ini, kalau ada dugaan BPN yang menyerahkan sertifikat maka harus dibuktikan dulu.

“Kalau dibuktikan ternyata memang ada orang didalam maka itu adalah oknum. bukan atas nama lembaga. Sebab prinsip pelayanan kami terbuka,” pungkasnya. *** (Viki/017-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.