Seldi Berek Ditahan Polres Malaka, Ketua Fraksi PDIP Malaka Angkat Bicara

by -4,745 views

Malaka-SJ…… Pengajuan Praperadilan Wartawan Sergap.id yang disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua secara marathon dan terbuka untuk umum selama 7 (tujuh) hari berturut-turut, ditolak hakim tunggal Gustav Bless Kupa, S.H. dalam sidang putusan Kamis 18 Juni 2020 yang lalu.

Ignasius Fahik, A.Md ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malaka

Putusan praperadilan yang disidangkan di Pengadilan Negeri Atambua menggugah hati Ketua Fraksi PDI Perjuangan Ignasius Fahik, A.Md dari lembaga Dewan Perwakilan rakyat Kabupaten (DPRD) Kabupaten  Malaka. Dirinya mengkritisi penetapan wartawan Sergap.id sebagai tersangka oleh penyidik Polres Malaka, Minggu (21/06/20).

PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik, partai yang berkarakter, yang mempunyai kepedulian terhadap rakyat, merasa sangat menyesal sehingga perlu mengkritisi persoalan penetapan Wartawan Sergap.id sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan di Polres Malaka.

Dalam penyampaiannya, ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan sebagai partai pelopor dan  sebagai partai berkarakter yang punya kepedulian terhadap wong cilik, memandang persoalan ini bahwa perjuangan seorang tersangka yang bernama Seldi Berek adalah perjuangan yang sangat panjang yaitu perjuangan bagaimana mau menyelamatkan uang rakyat yang ada di Malaka,  tetapi kasian nasibnya harus ditahan.

“Seldi banyak menulis tentang korupsi yang terjadi di Malaka dan tulisannya terbukti, ada beberapa oknum yang saat ini terindikasi korupsi, penyidik sudah mengantongi alat bukti yang sah, sehingga orang-orang itu di tahan Polda NTT” ketus Ignas.

Lebih lanjut kata Ignas, PDIP merasa sangat prihatin karena pihak kepolisian “penyidik”  lebih mengutamakan mengurus kasus Seldi Berek dari pada kasus yang lainnya.  Seperti sekarang ada persoalan dugaan korupsi lainnya seperti kasus itik yang lamban  diurus  oleh Penyidik Tipikor Polres Malaka.

“Penyidik sangat lamban padahal beberapa minggu yang lalu bahkan sudah hampir sebulan, Kasat Reskrim sendiri sudah bicara dimedia bahwa dalam waktu yang dekat, kasus Itik akan ditetapkan tersangkanya. Jangan-jangan dengan begitu cepatnya menahan Seldi Berek, untuk mengalihkan isu, pada kasus-kasus lain seperti itik, penguatan tebing Naimana, SMA Wederok, sehingga seakan-akan kasusnya Seldi Berek itu menghebohkan Kabupaten Malaka” ungkapnya.

Tambah Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Seldi Berek hanya hanya terjerat kasus ITE, hanya karena sebuah postingan di group whatsapp.  Tetapi Kasian seribu kasian Seldi Berek harus ditahan dan sementara orang-orang lain yang diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan rakyat, penyidik Polres Malaka lamban mengurusnya.

“Saya melihat ini seperti ada diskriminasi dalam upaya penegakan hukum di wilayah Polres Malaka dan sepertinya ada pengabaian terhadap azas equality before the law bahwa semua orang harus sama di hadapan hukum” dan Penyidik sudah melakukan pengabaian terhadap azas ini” tegas Ignas.

Berkaitan dengan situasi di Malaka hari ini, sebagai ketua fraksi PDI Perjuangan pada DPRD Kab. Malaka, dirinya mau menyampaikan bahwa, hari ini Malaka mengalami hal krusial, dimana banyak kasus korupsi yang belum diperhatikan secara serius dari pihak Kepolisian, tetapi mengapa soal pencemaran nama baik lebih diutamakan.

“Ini sangat ironis dan hati saya tergelitik dan sangat kesal melihat penyidik Polres Malaka yang berjuang total mengutamakan kasus pencemaran nama baik dari pada kasus korupsi dan kepada teman-teman wartawan, tetap berjuang tentang bagaimana menyelamatkan uang rakyat” tutup ketua Fraksi PDIP ini dengan lantang. *** (Viky),-