SADIS, SEORANG LELAKI DIBUNUH SAAT AKAN BERKEBUN

Manola-SJ………… Disaat masyarakat disibukan dengan musim panen di sawah ataupun ladangnya pada saat ini, pada hari Selasa (12/4/2022) pagi sekitar pukul 9.30 Wita telah terjadi pembunuhan terhadap Pora Bili (48) yang berasal dari  alamat Dusun 3 Desa Umbu Wango Kecamatan Wewewa selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini, korban meninggal dunia  di TKP dengan luka bacok di leher bagian belakang kiri dan kanan. Pelaku pembunuhan sebanyak 7 orang sesuai dengan keterangan saksi (Istri korban), Adriana Linda Malo.

Menurut keterangan istri korban, pada pukul 08.00 WITA pelaku 7 orang berangkat ke lokasi kebun untuk melakukan pembersihan karena akan di tanami jagung. Selanjutnya pada pukul 9.15 korban datang bersama istri dengan membawa obat rumput beserta alat semprot dan menemukan pelaku sedang membersihkan lahan kebun yang sama.

Melihat pelaku sedang membersihkan lahan kebun yang sama, korban lalu menegur menegur pelaku dan terjadi cekcok dan berlanjut dengan perkelahian dengan menggunakan parang. Karena korban hanya seorang diri maka ia tidak mampu melawan pelaku pembunuhan yang 7 orang tersebut, sehingga korban jatuh dan menghembuskan nafasnya akibat luka bacokan yang dialaminya.

“Ke-7 orang pelaku yang  sudah berhasil diidentifikasi tersebut adalah MUP. PMA, FM, PDN, SM, AMDN dan S” ungkap salah satu warga di Umbu Wango, Rabu (13/4/2022).

Kasus saat ini sudah ditangani oleh Polsek Wewewa Selatan, dan 5 orang tersangka sudah diamankan, serta 2 orang yang masih diburuh oleh pihak berwajib.

Kepala Desa Umbu Wango, Frans Dapa Talu yang dihubungi media ini membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Dirinya merasa kaget mendengar kejadian tersebut karena pelaku dan korban masih memiliki hubungan darah atau keluarga dekat.

Baca Juga :   Badan Pertanahan Malaka Diduga Lakukan Praktek Mafia Tanah

“Sementara ini kita belum bisa memastikan penyebab masalahnya apa, ada yang bilang masalah tanah, tetapi ada yang bilang tidak ada masalah, karena mereka mempunyai hubungan keluarga di kampung Raba” ungkap kepala desa Frans.

Camat Wewewa Selatan, Gerson Dua Ate (kiri) bersama istri korban (tengah) di rumah duka Desa Umbu Wango

Hal senada dismapiakan oleh Camat Wewewa Selatan, Gerson Dua Ate,S.SI.,Apt., pada media ini, belum diketahui pasti motif pembunuhan tersebut. Karena pelaku dan korban berasal dari kampung Raba yang sama di desa Umbu Wango.

“Kita tunggu hasil penyidikan dan penyelidikan pihak kemanan dari Polsek Tena Teke, sementara ini kita belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut” ungkap Gerson.

Gerson menghimbau keluarga kedua belah pihak untuk saling menahan diri dan tidak membuat hal-hal yang bisa merugikan bersama.

“Sementara ini kami akan terus memantau situasi disana, semoga tidak berkepanjangan lagi, kami himbau agar kedua keluarga baik pelaku maupun korban untuk sama-sama menahan diri, masalah sudah ditangani oleh pihak kepolisian” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil menghubungi Polsek Tena Teke dan keluarga korban serta para pelaku. *** (Octa/002-22).-