RSUD WAIKABUBAK MENGGANTI BIAYA OBAT BAGI PASIEN JKN/KIS YANG MEMBELI DI APOTIK LUAR RSUD

Suarajarmas.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak Kabupaten Sumba Barat mengganti biaya obat bagi pasien JKN/KIS yang membeli obat di apotik luar RS dengan biaya sendiri.
Demikian hasil temuan Ombudsman RI Perwakilan NTT saat mengunjungi RSUD Waikabubak Sumba Barat, Senin (30/10/2023).

Kunjungan Tim Ombudsman RI diterima oleh Direktur RSUD, dr. Ando dan Wadir Pelayanan, dr. Wahyu di ruang kerjanya.

Kepada media ini, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT, Darius Beda Daton , SH., mengatakan ada banyak hal yang didiskusikan pada kesempatan itu termasuk kendala-kendala yang dialami RS dalam pelayanan pasien.

“RS ini telah berstatus Badan Layanan Umum sejak tahun 2018. Sebelum menemui direktur, kami mengawali kunjungan dengan menemui para pasien di ruang tunggu loket pendaftaran dan petugas kesehatan di apotik guna berbincang-bincang terkait layanan obat bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) di rumah sakit tersebut” tuturnya.

Darius menjelaskan ada beberapa hal yang dikeluhkan terkait layanan rumah sakit secara umum di NTT. Diantaranya adalah tidak tersedianya obat tertentu di apotik rumah sakit. Pasien JKN/KIS kerap membeli obat dengan biaya sendiri di apotik lain karena stok obat tidak tersedia di apotik rumah sakit.

Berdasarkan Permenkes no 28 tahun 2014 tentang Pedoman Jaminan Kesehatan Nasional, sistem pembayaran klaim rumah sakit ke BPJS adalah paket, termasuk biaya obat. Karena itu rumah sakit wajib menyiapkan obat formularium nasional BPJS. Jika pasien membeli sendiri obat diluar rumah sakit, uang pasien harus dikembalikan.

Hal lainnya adalah Kerja sama rumah sakit dengan apotik penyangga/jejaring di luar rumah sakit guna melayani pasien yang obatnya belum tersedia di apotik rumah sakit termasuk obat kronis untuk Pasien Rujuk Balik (PRB).
“Pasien mestinya dimudahkan untuk mengambil obat di apotik penyangga secara gratis jika ada apotik penyangga atau kerja sama dengan rumah sakit” ujarnya lagi.

Baca Juga :   Dengan Motor Harley Davidson, John Lado Daftarkan Caleg Partai Demokrat di KPU Sumba Barat

Darius menjelaskan, saat berbincang-bincang dengan pasien, Tim Ombudsman menyampaikan bahwa selama berobat di RSUD baik rawat jalan maupun rawat inap pernah mengalami stok obat JKN sedang kosong sehingga pasien diminta membeli sendiri. Meski demikian kuitansi obat diklaim kembali ke RSUD dan diganti kembali dengan nominal uang yang sama tanpa dikurangi sepeser pun.

“Dengan demikian pasien tidak dirugikan. Rumah sakit juga tetap melayani pasien tanpa jaminan/non JKS KIS dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sepanjang memiliki KTP Sumba Barat” pungkasnya. *** (Octa/001-23). –