RAT Koperasi Jasa Sumber Tirta Marta Yang Ke-II

Ranga Roko-SJ.…..….. Bertempat di sekretariat Koperasi Jasa Sumber Tirta Marta, Jl. Rangga Roko IndahKelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Sumba Barat Daya, selenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi Sabtu, 09 Maret 2019 yang dihadiri Kadis Koperasi SBD, Pendeta GKS Mata, anggota Koperasi yang notabene adalah Anggota Jemaat GKS Mata Weyk Rangg Roko Pambarona 3 dan 4.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Drs. Mikael Lende Dake kepada Suara Jarmas mengatakan jumlah Koperasi yang ada di SBD ada 188 unit, 28 unit koperasi tidak aktif dan 160 unit yang aktif. Yang dikategorikan adalah unit koperasi yang tidak melaksanakan RAT, sampai dengan saat ini baru 10 Koperasi yang melaksanakan RAT termasuk Koperasi Jasa Sumber Tirta Marta.

“Saya juga tidak tahu alasan Koperasi yang tidak melaksanakan RAT, mungkin manajemen pembukuan yang kurang baik, ini menjadi tanggung jawab kami Dinas Koperasi yang membidangi dan menangani ini, sehingga kedepannya kami akan melakukan pembimbingan dan pendampingan, diklat, dan pelatihan agar memahami tentang pembukuan” ungkapnya.

Mikael juga mengapresiasi koperasi yang baru berdiri tahun 2015 ini, yang sudah melakukan RAT dalam dua tahun berturut-turut sejak tahun 2016.

“Saya melihat bidang usaha ini sudah menyentuh apa yang menjadi harapan pemerintah karena selama ini kami mengharapkan koperasi itu jangan hanya simpan pinjam tetapi harus buka usaha jasa lain dan saya melihat sudah ada 4 bidang yang dikembangkan di koperasi ini yaitu usaha Kloset, pangan Lokal (pembuatan keripik dan kue-kue), perbengkelan dan simpan pinjam. Koperasi ini akan lebih maju dari koperasi lain jika dilihat dari usaha yang dikembangkan” tuturnya mengapresiasi.

Kadis Koperasi dan UKM, Drs. Mikael Lende Dake, saat memberi arahan

Mikael juga menghimbau kepada badan penggurus agar dalam pengelolaan menjaga kepercayaan dari anggota dan megolah pembukuan yang bagus sehingga memotivasi orang yang belum jadi angota, anggota juga harus setia artinya meminjam dan harus bertangung jawab serta membayar iuran dan mengembalikan tepat waktu, tidak menunggak karena adanya tunggakan ini yang membuat koperasi mandek. Sedangkan terkait kekurangan modal saya menghimbau penggurus lebih kreatif lagi mendekati lembaga-lembaga terkait untuk mesin produksi sehingga mampu mengatasi persoalan ini.

Baca Juga :   DALAM UPAYA MAKSIMALKAN POTENSI PENDAPATAN DAERAH, BUPATI LAKUKAN RAPAT TERBATAS

Sementara itu Pendeta GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th mengatakan kepada media bahwa awal terbentuknya kelompok ini diinisiasi oleh Weyk RRP 3 untuk memebentuk kelompok PA (Pemahaman Alkitab) melalui kebaktian bulanan. Tetapi dalam perkembangannya Majelis weyk bersama jemaat disini menjalankan pelayanan yang Holistik, tidak hanya saja sebatas kehidupan spiritual tetapi juga yang berkaitan dengan Ekonomi warga disini sehingga dalam beberapa kali pertemuan mereka selalu membicarakan ini dan setelah ada kesempatan mereka membahasnya dalam kerapatan lengkap majelis jemaat.

Ketua BPMJ GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th saat diwawancarai media SJ

“kami majelis jemaat memberikan apresiasi untuk program itu dan akhirnya berkat kerja keras mereka dan kerja sama semua unsur yang ada dalam weyk ini dan paling utama karena campur tangan Tuhan Weyk RRP 3 dan 4 memiliki Koperasi dan mereka memberikan laporan secara berkala tentang perkembangan segala kegiatan mereka yaitu koperasi. Dalam persidangan klasis kami menyampaikan kegiatan-kegiatan yang ada di jemaat masing-masing dan kami GKS Mata menyampaikan ini koperasi dan ini juga menjadi motivasi bagi jemaat yang lain untuk membuat program seperti yang di buat oleh weyk RRP 3 dan 4” ungkap Pdt. Irene.

Pdt. Irene juga menyampaikan Koperasi ini telah menyelenggarakan RAT sebanyak 2 Kali, Tahun ini dan Tahun lalu, tiap tahun di selenggarakan RAT sejak berdiri di Tahun 2015 meski demikian Koperasi ini tetap mengutamakan Ibadahnya baru masuk perekonomian jemaat.

Pdt. Irene juga menuturkan dalam menghadapi tantangan tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, tetapi memang sudah prosesnya seperti itu, harapannya seluruh komponen yang ada di weyk ini tetap ada dalam komitmen yang sama untuk meningkatkan pelayanan yang sifatnya holistik tidak saja yang berhubungan kehidupan spritual tetapi berhubungan kehidupan jasmani. Konsisten dan komitmen ini penting karena setiap pergumulan apapun masalahnya pasti bisa di hadapi.

Baca Juga :   D’DAMA TETESKAN AIR MATA DI STASI MANUTOGHI
Ketua Koperasi Sumber Tirta Marta, Octa Dapa Talu saat berdiskus dengan kadis koperasi SBD

“Bagi para badan pengurus dibutuhkan integritas dalam mengelolah ini apa lagi ini berbasis gereja, sehingga nilai spritual harus lebih dominan dalam pengelolaan harus ada transparansi sehingga tidak ada kecurigaan dari anggota, saya pikir semua lembaga ketika ada transparansi mengelola program kerja apapun jika transparansi keuangan ada saya pikir semua orang pasti mendukung dan tidak ada lagi kecurigaan antara yang satu dengan yang lain dan ada Tangan Tuhan yang selalu memberkati sehingga berkembang” ujarnya mengakhiri wawancara.

Pantauan media pelaksanaan RAT yang dipimpin oleh ketua Koperas, Octav Dapa Talu berjalan lancar dan tertib dan adaya penambahan anggota koperasi. Disepakati juga untuk menerima tambahan anggota dari luar weyk RRP 3 dan 4 didalam GKS Jemaat Mata. (EB),-